Monday, 27 February 2017

Melupakan Gita Gutawa Sejak di Dalam Pikiran

Semejak eSeMPe saya telah mengidolakan dia. Seorang penyanyi muda yang mampu membuat saya mengambil keputusan untuk mengidolai dia. Di usia yang semuda itu, 14 tahun. Saya sudah tergila-gila padanya. Hayoo Siapakah dia? Dia adalah Gita Gutawa. Jika tidak salah menghitung dan mengingat, umurnya satu tahun di bawah saya.

Tribunnews.com

Perempuan yang bernama lengkap Aluna Sagita Gutawa ini lahir di Jakarta pada 11 agustus 1993. Album pertamanya yang bertajuk Kembang Perawan langsung mendapat sambutan baik dari penikmat musik di Indonesia, khususnya bagi saya. Dengan suara sopran yang merdu, wajah yang aduhai, lesung pipit dan pribadi yang santun, rasanya itu semua sudah cukup untuk menjadi alasan mengapa saya sangat gandrung pada dedek Gita, panggilan akrab saya kepadanya.

Album perdana tersebut mampu terjual 375.000 ribu kopi dan mendapat penghargaan Quadruple Platinum (4x Platinum). Hits utama dalam album ini adalah "Bukan Permainan" dan "Kembang Perawan". Hits singel lain dari album ini adalah "Apa Kata Bintang", "Doo Be Doo", "Sahabat Kecilku", dan "Surga Di telapak Kakimu".

Jikalau  mengingatnya kembali, saya jadi malu dibuatnya. Saya yang ketika itu masih remaja polos, tanpa malu mencetak foto-fotonya di warung internet depan gang rumah. Tentu saja saya mendapatkan foto-foto itu di internet juga. Setelah mencetak foto, aksi saya berlanjut dengan menempelkan foto-foto itu di kamar. Saat teman-teman main ke rumah, banyak yang menertawai, tapi ya gimana lagi, namanya juga sudah ngefans setengah mampus. Jadi apapun kata orang, saya tetap melangkah ke depan bersama Gita Gutawa. Asik.

Ketika masa-masa itu saya juga sudah suka dengan musik rock. Saya juga sudah mendengarkan Rolling Stones, Led Zeppelin, Deep Purple dan sesekali The Beatles. Saya menyandingkan gambar para rockstar dengan foto Gita Gutawa. Saya mohon jangan bayangkan Robert Plant, Mick Jagger, John Lennon dan Gita Gutawa, itu hanya membuat kalian tertawa.

Ada hal-hal aneh yang saya rasakan ketika itu, semakin hari saya semakin seperti orang gila dibuatnya. Hal ini terjadi kurang lebih hampir 2 tahun sebelum saya berhenti total. Gita Gutawa semacam candu bagi saya. Kalau istilah seorang teman, saya ini mabuk Gita Gutawa. Perasaan-perasaan aneh muncul di kepala saya, yang semakin hari semakin menjadi-jadi. Saya membayangkan saya menjadi pacarnya, saya membayangkan saya dikejar-kejar oleh wartawan yang meminta klarifikasi hubungan saya dengan dia. Dan yang lebih parah, saya membayangkan menjadi menantu dari papa Erwin Gutawa. Duh gusti, sembuhkanlah hamba. Saat pikiran-pikiran itu semakin parah dan tak terkendali. 

Jika di dalam istilah psikologi, mungkin ini yang disebut dengan delusional. Apa itu delusional? Dalam psychology today disebutkan bahwa delusional adalah suatu kondisi ketika kita percaya pada suatu hal yang kita khayalkan sehingga tidak bisa memisahkan antara khayalan dan kenyataan. Ondeh mak oi! 

Akhirnya saya memutuskan menceritakan masalah ini kepada beberapa orang teman yang saya percaya. Teman-teman juga lah yang banyak membantu saya sampai pada titik kembali normal seperti biasa. Walaupun sulit akhirnya saya dapat melepaskan diri dari jeratan pesona sang diva Gita Gutawa.

Cara pertama yang saya lakukan adalah saya berhenti untuk mendengarkan lagunya, berhenti melihat dia di televisi dan membakar semua gambarnya. Kedua ialah saya mulai memperdalam musik rock yang lain, saya mulai mendengar band-band rock n roll di Indonesia seperti The Brandals, The Sigit dan musik lainnya. Kalau istilah anak muda zaman sekarang sih move on. Kalau bahasa slengeannya gue udah sembuh. Ahaaii.

Dengan seperti itu saya merasa hidup baru harus dimulai. Ya begitulah pengalaman saya hingga akhinya bisa menjadi manusia normal kembali. Jika tidak, tentu saja saya sudah menjadi penghuni rumah sakit jiwa. Betapa lucunya seandainya berita saya masuk ke televisi dengan headline, seorang pemuda gila karena Gita Gutawa. Sudah hampir 10 tahun berlalu, saya sudah terbiasa hidup tanpa dirinya. Tulisan ini ditulis saat menonton berita gosip yang mengabarkan Gita Gutawa akan kembali. Celaka. Lebih celaka dari setan bunian manapun!

***
Rio Jo Werry

Penikmat kopi. Menuju Wisuda. Dan sedang memperjuangkan Andina. Dulunya fans Gita Gutawa.

0 comments:

Post a Comment