Monday, 20 March 2017

Cerita Tidak Panjang Soal Temanku yang Berusaha Mencari Jalan Keluar

Dalam beberapa hari ini aku yang kurang paham dengan peranku di dalam cerita ini yang dihadapkan dengan berbagai curhatan orang-orang yang mengahadapi masa-masa galau dalam hidupnya. Yang namanya manusia pasti akan merasakan hal ini. Tidak hanya sekali dua kali, tapi sudah sering aku menerima curhatan dengan tema yang selalu hampir sama setiap orangnya “Aku sekarang jomblo, dan aku sedih." Aku kasih tema itu aja, karena setiap kesimpulan dari cerita, pasti akhirnya sekarang sudah jomblo. Haha.


Dalam cerita ini aku akan menceritakan sebuah cerita dari salah seorang temanku yang pada akhir-akhir ini sangat sulit melepaskan diri dari kegalauannya, walau terkadang dia berusaha menyibukkan diri dengan ikut kegiatan ini itu dan lainnya. Kadang dia juga menjadi penonton setia melihat kekonyolan teman-teman di sekitarnya. Hitung-hitung menghibur diri sembari berusaha untuk melupakan mantan pacarnya, walaupun itu sulit. Namun doaku mudah-mudahan dia berhasil, dan teman-teman konyolnya selalu punya ide-ide konyol lain untuk tetap tampil menghibur.

Aku rasa sudah bejibun kata-kata motivasi yang dia baca, berpuluh-puluh kata bijak yang sering dia posting untuk melihatkan kepada orang banyak ketegarannya. Ya, memang pada saat ini, ketika putus cinta banyak orang yang berusaha bersembunyi di balik kata-kata bijak, apa lagi dengan motivasi cinta bapak Mario Tangguh yang sudah tak nongol-nongol lagi tv.

Kata-kata penyemangatpun sudah sangat sering dia terima. Tapi kayaknya, mendengar curhatan tadi siang kata-kata tersebut seperti tidak berfungsi.

Ketika dia datang menghampiriku untuk berbagi cerita, aku merasa lebih dari seorang Mario Tangguh tadi yang bisa memberikan solusi. Tapi pada kenyataannya aku ini tak sehebat bapak Mario Tangguh tersebut yang bisa nongol di tv. Aku selalu keterbatasan ide untuk membawanya keluar dari kegalauanya, tapi tidak tahu entah kenapa, dia sering datang dan curhat kepadaku. Ah, ampun. Sepertinya aku harus banyak-banyak baca buku motivasi cinta untuk berdiskusi dengannya.

Lalu kegalauanya semakin berlanjut ketika dia membuka topik pembicaraan “pacarnya pergi ke pulau dengan cewe yang lagi dekat dengan mantannya tersebut” ini membuat aku teringat dengan puisi Chairil Anwar “cintaku jauh di pulau” hahaha. Curhatanya membuat aku menjadi semakin puitis.

Ketika dia berbagi cerita ini, aku semakin kebablasan mau memberi solusi apa. Tapi, aku lagi berusaha mempraktekan isi buku Anak-Anak Revolusi 2. Di sana dijelaskan bahwa cewe itu butuh empati, bukan solusi. Yah, sembari mencek kebenaran dari tulisan si penulis. Akupun mulai berempati dengan ikut-ikutan merasakan sedih yang dia rasakan, walaupun cara aku bersedih sering tidak karuan. 

Seringkali di setiap akhir cerita aku selalu bilang “sudahlah, berusaha mencoba untuk melupakannya, walau itu menyakitkan.” 

Sepertinya, gampang sekali mengatakannya, tetapi sangat sulit untuk melakukannya. Seakan-akan seperti itu yang ada dalam pikirannya. Jika saja aku bisa masuk ke pikirannya, pasti akan kubalas dengan “ya, memang sulit. Tetapi lebih sulit lagi apa bila kita tidak pernah mencoba melakukannya, toh dia juga sudah tak menghiraukanmu lagi. Dan sekarang cobalah jujur dengan keadaan, cobalah bersahabat dengan kenyataan sembari berusaha memperbaikinya.”

Mudahan-mudahan dengan tulisan ini pikiranku bisa tersampaikan padanya,
karena tadi cerita mau masuk klimaks teman-teman konyolnya berdatangan untuk menghibur dirinya. Tetapi kayaknya, dia pasti berpikir berulang-ulang kali untuk menjalankan apa yang aku pikirkan tersebut. Dan lagi aku berdoa, semoga dia memang betul-betul menjalankanya. Amin.

Dalam cerita ini bukan aku berharap dia betul-betul berpisah dari mantan pacarnya tersebut. Cuma aku sedih saja melihat dia yang sering nangis tengah malam, katanya. Sampai aku berpikir untuk memberikannya kado sebuah ember untuk menampung air matanya. Mungkin dengan kado ember tersebut bisa membuktikan aku memang teman yang layak untuk dijadikan tempat curhat.

Untuk dia mungkin aku cuma pesan “sudahlah kawan, pada akhir-akhir ini kamu sudah berusaha dengan menyibukkan diri keluar dari kegalauanmu, banyak hal-hal positif yang akan kamu jalani ke depannya, jangan biarkan keteringatanmu kepadanya membuat hal-hal positif tersebut menjadi tidak bermanfaat. Kawan, kamu harus ingat, tak hanya diri kamu saja yang merasakan hal seperti ini, banyak dan banyak sekali orang-orang diluar sana merasakan hal yang sama. Tetapi banyak dari mereka yang mampu keluar dan menjadi lebih baik, sehingga menimbulkan penyesalan bagi mantan pacarnya. Kawan, memang dia sesekali datang di pikiranmu, tapi cobalah untuk selalu mengingat pesanku ini. Selamat berjuang kawan, jika bosan, ingat saja wajah tampanku ini, semoga bisa menjadi penghibur malammu.”

***
Rizki Rio Rahmat

Tengah membaca buku-buku motivasi, biar bisa seperti Mario Tangguh.

0 comments:

Post a Comment