Tuesday, 28 March 2017

Kalau Ini Politik! Belajarlah Kepemimpinan dari Mugiwara

Yosh! Kalau sudah bicara politik maka telinga para pendekar jagat persilatan politik akan naik. Maka para pendekar seantreo paguyuban akan turun gunung. Matanya naik-naik turun membaca satu-satu kata. Apakah tulisan itu kawan atau lawan. Jurus jempol tampa bayangan siap dilancarkan. Kalau lawan maka dihajar habis-habisan. Kalau kawan, share habis-habisan. Maka sebelum ini dilanjutkan marilah kita berjanji sejenak untuk menarik nafas dalam dalam dan ikhlas membaca tulisan ini. Tingalkanlah LIKE atau COMMENT sebagai kritikan dan penghargaan. Mohon di-SHARE agar saya terkenal. Jangan hanya membaca diam-diam. Mari dengan ini kita berdiskusi saling bertukar fikiran. Saling kenal. Saling ketemuan. Saling bertukar Nomor HP. Saling janjian. Dan mudah-mudahan lanjut ke tahap berpacaran sebelum ditikung kawan.


Bagi yang tidak tertarik mungkin sudah tidak akan membaca paragraf kedua ini. Mungkin sudah beralih ke instagram lalu melihat foto mantan yang lagi mesra dengan pacar barunya. Atau melihat DJ Butterfly lagi party. Tapi kalau anda masih membaca. Anda termasuk penonton politik yang baik. Kalau tidak, anda adalah penggemar One Piece. Namun apakah anda adalah salah satu dari golongan itu? Saya pikir setelah membaca tulisan ini anda akan berjamaah membuka nstagram DJ Butterfly hehe.

Indonesia saat ini bagaikan masa Sirohige tewas dalam animasi One Piece. Seluruh tatanan daerah sudah mulai memanas. Baik pusat atau desa kecil sekalipun. Para perompak sudah berkeliaran bebas dimana-mana. Mereka bisa saja melakukan apapun tanpa takut. Tanpa ada perlindungan, penduduk terombang-ambing. Para perampok menjarah apa saja. Mengaku apapun dia mau. Mencari sensasi dengan menghancurkan apapun. Bagi mereka apapun yang mereka lakukan tidak masalah. Asal, dalam daftar pencarian harga buronan mereka bisa tinggi dan bergengsi.

Lalu pasukan angkatan laut? Mereka selalu bersama-sama, dengan gaya khasnya, berjubah putih berlakon bak pahlawan. Dengan jumlah yang banyak, mereka menggentarkan apapun. Bila jubah mereka sudah terpasang, tak satupun akan ada yang berani melawan. Angkatan berjubah putih ini berlagak sebagai penegak kebenaran, mereka melakukan apapun sesukanya. Semua dilakukan dengan meneriakkan kata demi keadilan. Padahal mereka juga menindas. 

Saat ini pasukan jubah putih ini tak segan-segan menghancurkan rumah kepala desa. Atau mengambil alih kapal orang. Mereka merusak apapun. Siapapun dan apapun yang menghalangi mereka, akan dihabisi. Baik dengan menyerang, atau dengan memberikan isu-isu melalui kabar burung, bukan kiasan. Namun di anime ini, loper surat kabarb adalah burung, lalu mereka melaporkan, bahwa semua yang mereka kerjakan adalah demi menegakkan keadilan bagi dunia.  Memang tak heran, sedari awal anime ini dimainkan,  pasukan ini selalu diperlihatkan sebagai suatu organisasi yang beraninya cakak basamo (keroyokan). Mereka datang membawa senjata lengkap dengan atribut mereka baju berwarna putih dan sang komandan memakai jubah dan berdiri di depan siput suara.

Kalau anda masih membaca paragraf ini, itu artinya anda tidak lagi cuma penikmat animasi One Piece. Anda juga bukan penonton politik, sekaligus sudah jadi pengamat politik.  Tangan anda sudah mulai bergerak-gerak dan mencari-cari. Tak enak di tengah berhenti begitu saja baiknya kita teruskan dahulu.

Dalam dunia baru, juga ada pemerintahannya. Namun sayang, para birokratnya hanya tunduk kepada Tentubiyo alias bangsawan. Mereka akan melakukan sesukanya. Menghancurkan pulau Nico Robin. Atau membuat Pulau Buatan. Membuat apapun yang mereka suka. Pemerintah hanya tunduk kepada mereka. Mereka digambarkan dengan sketsa, hanya beberapa secara nyata terlihat, selebihnya mereka hanya tawaan yang beriringan dengan kegelapan. Tak terlihat.

Apakah kondisi Indonesia saat ini seperti itu? Jika iya maka menganguklah, dan jika tidak maka berusahalah untuk sedikit melihat sekitar, jangan terpaku saja dengan kenangan indah bersama mantan yang sudah tak mungkin balikan. Kalau memang masih sayang, turunkan ego, minta maaflah. Tapi nanti, bacalah dulu tulisan ini sampai habis, karena sudah di tengah, sayangkan kalau membacanya hanya setengah-setengah.

Lalu jika anda bukanlah dari orang-orang yang bereuphoria dengan keadan sekarang, maka tirulah Luffi, sang kapten bajak laut Topi Jerami. Sungguh hanya orang orang yang dianugrahi imajinasi tinggi yang mampu melihat persamaan animasi One Piece dengan sistem Pelatihan Kepemimpinan. Mari kita baca analisis berikut ini:

1. Luffi tidak pernah bergadang. Dia selalu tidur kalau malam hari, kecuali di saat genting. Sepertinya Luffi sangat menghayati dan mengamalkan lagu begadang dari bang Haji Roma. 

2. Luffi selalu makan daging, tak pernah makan telur atau bahkan mie instan seperti mahasiswa (mohon maaf bagi mahasiswa yang tersinggung).

3 Luffi hanya bersama sedikit orang. Baginya lebih baik teman ketimbang bawahan. Tidak seperti si Buggy Badut yang hanya memanfaatkan keberuntungan lalu pamer-pamer kehebatan. Pernah dekat dengan si Shank. Pernah satu kapal dengan Sirohige, bla bla bla. Hanya untuk mencari pengikut sebanyak banyaknya. Padahal dia sendiri tahu, bahwa dia hanya orang bodoh.

4. Luffi melihat kebenaran dengan keiklasan. Luffi tak pernah suka apabila ada penindasan di depan matanya. Dia tidak peduli apakah itu perompak yang lagi pengen tenar atau Angkatan Laut sekalipun, pasukan jubah putih yang berlagak sebagai pembela kebenaran. Bagi Luffi dia tak perlu mencari kebenaran. Dia tidak sesombong itu. Dia selalu mendekatkan diri kepada kebenaran. Dia akan berteman dengan perompak atau angkatan laut. Tapi dia juga tak peduli apakah perompak itu teman seperjuangan atau angkatan laut pembela kebenaran, apabila mereka adalah penindas, maka Luffi akan melawan.

5. Luffi selalu konsentrasi. Fokusnya menjadi Raja Bajak laut tidak bisa di alihkan. Karena Luffi jomblo, dia tidak perlu antarkan pulang pacar. Atau telponan dengan pacar malam hari. Atau tiap hari jalan-jalan dengan kapal. Atau berantem.

Nah, masih nayak lagi yang bisa anda lihat dari Luffi. Nontonlah 800 episodenya, satu episode berdurasi 30 menit, maka hanya butuh 3 bulan nonstop menonton agar anda bisa tahu ceritanya, kecuali jika malam hari anda tidak disibukan dengan menelpon setiap malam. Makan pecel lele setiap sore dan bertengkar setiap kali ketemuan bersama pacar anda.

Maka seperti janji di awal. Tulisan ini wajib anda tambahkan dengan LIKE dan Comment atau Share agar saya terkenal. hehehe

Wasasalam

***

Zorino Farica S

Anggota oposisi Dewan Kesepian Sumbar.

0 comments:

Post a Comment