Saturday, 18 March 2017

Menjadi Pelacur Kadang Melelahkan. Namun, Bukan Tak Membawa Keuntungan

Judulnya luar biasa bukan? Menjadi pelacur. Namun, jangan arahkan pikiranmu condong ke yang negatif dulu. Pelacur di sini adalah singkatan untuk menyebutkan pelabuhan curhat, singkatan di atas singkatan.  


Saya masih percaya dengan kalimat; manusia masih membutuhkan manusia lain untuk menjalani proses kehidupan. Ini sebuah kenyataan yang sudah berlangsung sejak seseorang lahir dan akan terus berlangsung. Kita mesti insaf, kehidupan tidaklah selalu berjalan mulus. Kehidupan tak seperti jalan tol, namun lebih menyerupai jalan kampung yang belum tersentuh aspal.

Lalu kemudian, cara berpikir dan ketahanan mental setiap orang pun juga berbeda. Ada yang selalu mengarahkannya pada hal positif terhadap apa yang dijumpainya. Orang seperti ini biasanya hampir selalu nampak tenang dan memasang wajah penuh kedamaian. Ada juga yang dari luar terlihat biasa-biasa saja, tetapi sebenarnya sedang menyimpan masalah pelik dalam kehidupan.  Lalu, ada juga orang yang begitu rapuhnya berlebihan, bertemu masalah sedikit saja langsung heboh alang kepalang, seakan seisi dunia mesti tahu. Di akun media sosial miliknya berseliweran status galau yang kadang memaksa kita mengernyitkan alis mata. 

Apa kemudian? Begini, dengan beragam macam karakter manusia itu, sudah barang tentu ada saja orang-orang yang selalu menjadi tempat curhat andalan bagi manusia lainnya. Namun ketahuilah kawan, tidak semua orang nyaman mencurahkan isi hati dan perasaannya pada orang lain. Demikian juga sebaliknya, tak semua orang punya kelihaian menjadi pendengar yang baik. Walau demikian, bersyukurlah kamu yang sering dijadikan pelacur bagi orang-orang di sekelilingmu. Mengapa? 

Ketika memutuskan untuk menceritakan atau membagikan apa yang sedang terjadi dengan hidup kita, tentu tidak sembarang orang yang akan kita ajak bicara tentang apa yang kita rasakan atau pikirkan bukan? Kita tentu akan memilih seseorang yang benar-benar bisa kita percaya. Seseorang yang dengannya kita merasanya berbagi perasaan beserta sekelumit rahasianya. Jika kamu adalah orang terpilih itu, maka bersyukurlah. Tak banyak lagi orang seperti dirimu di dunia.

Eh dari pengalaman-pengalaman mereka yang pernah curhat denganmu, kamu juga bisa mengambil hikmah dan pelajaran. Dari curhatan itu kamu jadi tahu bagaimana harus bersikap bila mungkin suatu saat nanti menghadapi hal yang sama. Pengalaman yang dialami sendiri atau orang lain adalah guru terbaik bukan? Melalui curhatan orang, kamu jadi belajar tentang kehidupan tanpa perlu mengalaminya sendiri.

Walaupun sering berkonotasi negatif, sebenarnya tidak semua curhatan seperti demikian, ada juga yang bersifat positif. Masih banyak orang-orang yang lebih suka berbagi sisi gembira dari perjalanan hidup mereka yang mungkin menyedihkan. Entah curhatan yang kamu dengarkan memuat emosi negatif maupun positif, nanun satu hal yang pasti; wawasan serta pengalaman hidup akan bertambah dengannya. Kamu bakal tahu betapa beragamnya kehidupan yang dijalani orang-orang di luar sana. Kamu akan beroleh pengetahuan berharga, yang tak bisa dibeli dengan uang.

Bila keseringan menampung curhatan orang lain, maka secara tidak langsung akan membuatmu jadi lebih peka dan peduli dengan sekitarmu. Ini tentu menjadi modal pengembangan diri yang amat baik bukan? Kamu menjadi lebih berhati-hati bila berucap dan bertindak. Terkadang kita baru menyadari sebuah kebiasaan buruk justru setelah mendengarkan bahwa itu buruk dari orang lain.

Walaupun kamu akan disebut sebagai tong sampah curhat orang-orang, tak bisa dipungkiri bahwa kamu adalah seorang manusia biasa. Kamu pun memiliki masalah dan juga butuh tempat curhat bukan? Namun yang sering terjadi, sedihnya, di saat kamu butuh seseorang, justru tidak ada satu orang pun yang mau mendengarkan. Akan tetapi, bila mau sedikit melebarkan jarak pandang, di luar sana masih banyak orang dengan pergumulan yang lebih berat, dan nyatanya sanggup bertahan dan bersemangat menjalani hidup. 

Ketahuilah menjadi seorang pelacur menjauhkanmu dari egoisme, pikiran sempit, apalagi memiliki mental korban. Tak semua hal di dunia ini melulu tentang kamu, soal itu kamu pasti sudah tahu bukan? Kamu akan mampu bersikap tenang dan perlahan-perlahan mulai mengubah sudut pandang.

Sebagai seorang manusia kita tentu dianugerahi perasaan, akal, dan nalar. Ketika fokus mendengarkan curhatan orang lain, secara tidak langsung kamu telah memberi dirimu kesempatan untuk menjadi lebih baik. Lalu berjanjilah pada diri sendiri untuk tidak membuat kesalahan yang sama. Belajarlah untuk selalu bersyukur, karena dari curhatan orang lain, pandanganmu tentang kehidupanmu secara otomatis meluas, kamu terbiasa mengamati segala sesuatu dari berbagai sisi. Kamu menjadi lebih fleksibel, tak mengurung dan membatasi diri hanya dengan satu pemikiran. Semua hal itu, tanpa kamu sadari, akan mendewasakanmu, membuatmu lebih matang menyikapi dan menjalani hidup ini. Mari jalani hidup dengan penuh semangat.

***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan Maret. Silakan dibagikan jika menyukai Aisyah sebagai pemenang.

Aisyah Rahmainasya Wardana

Perempuan paling beruntung. Lahir dan dihidupi oleh kejujuran dan kesabaran orang terkasih

0 comments:

Post a Comment