Thursday, 13 April 2017

3D (Dilupakan, Diabaikan atau Dijauhkan?)

Beberapa waktu lalu, aku melihat suatu postingan di Facebook tanteku, di postingan itu berisi foto adik sepupuku lalu terdapat caption ‘siapa yang kangen baju kuning?’, di situ ada beberapa komentar dengan yang membahas rumah sakit. Aku bingung, siapa yang di rumah sakit? Kenapa aku gak dikasih tau? Dan ternyata yang di rumah sakit adalah tanteku yang lain, aku menyebutnya dengan mak’e. Mak’e itu dalam bahasa jawa bisa diartikan dengan ibu, aku juga gak tau kenapa bisa memanggil mak’e ke tanteku yang satu itu.

kompasiana.com
Setelah aku tau itu, sepulang kerja, aku bilang ke bapakku.
“Pak, mak’e ternyata udah melahirkan.”
“Siapa yang ngasih tau?” jawab bapakku dengan ekspresi kaget. Aku gak tau kenapa kaget.
“Liat postingan di facebook
“Kapan? Di rumah sakit mana?” jawab bapakku dengan wajah seperti udah tau.
“Kemaren kamis, di RS Ketileng” jawabku.
“Perempuan apa laki-laki?”
“Perempuan lagi pak”.
Setelah itu, aku masuk kamar dan berfikir. ‘Kan hari kamis sama jumat bapakku ketemu Mbah ku, kenapa dia gak tau, apa Mbahku gak cerita, kayaknya gak mungkin deh kalau Mbahku gak cerita, karena Mbah kan cerewet, dia bakal cerita banyak-banyak gitu, bahkan bakal diulang-ulang’.

Malamnya aku ke rumah Mak’e liat dedek kecil itu, dedek kecilnya cantik, hidung mancung, alisnya tipis, jadi pengen punya adek lagi haha. Duduk makan gorengan sambil dengerin cerita-cerita saudara-saudaraku dan ngeliatin dedek kecil yang tidur, ketemu tante om ku, cerita-cerita waktu aku masih kecil dan banyak sekali yang diceritain, dan disitu aku merasa kangen dengan ibu kandungku.

‘Ibuuu andai kau disini’ ucapku dalam hati. Jam setengah sembilan aku pulang. Dan aku cerita-cerita ke ibu tiriku, terus ibu tanya.
“Cewe apa cowo?”
“Cewe bu”.
Loh? Kata Mbah mu kok cowo”.
“Masa Mbah bilang gitu?”
“Iya, Mbah mu juga cerita mulu dari hari pas rewang sampe pas pestanya. Siapa pun diceritain, dideketin, cerita banyak, katanya kalo gak cerita, bakal sakit”.
“Ya kan Mbah emang suka cerita”
“Tapi tu gak ada berhenti-berhentinya ceritanya, ngomong terus, ceritanya juga hampir sama semua”.

‘Yaa namanya juga udah tua, dia pasti pengen banyak orang yang dengerin dia, kayak anak kecil gitu, anak kecil kan pasti banyak cerita’ ucapku dalam hati. Aku berfikir kalau bapakku udah tau, tapi kenapa gak bilang ke aku, aku langsung tanya ke bapakku.
“Bapak kok gak ngasih tau aku to?” lalu aku ngelanjutin dalam hati ‘trus kok tadi kenapa pura-pura gak tau’.
“Bapak lupa”.

Setelah itu aku langsung masuk kamar. Aku marah, aku sebel, aku jengkel, semenjak bapakku nikah lagi, aku itu seperti dijauhkan dari saudara-saudara ibu kandungku. Kenapa aku bilang begitu? Karena setiap informasi saudaraku ngasih tau info ke bapakku, aku gak pernah dikasih tau. Karena memang saudaraku akan ngasih tau nya ke bapakku semua, jadi aku merasa dijauhkan dari mereka.

Andai ibu kandungku tau, aku rasa dia bakal marah ke bapakku. Ibu, sungguh, aku kangen dengan ibu. Aku sedih bu, terkadang ibu tiri dan bapak menjelek-jelekkan Mbah, Mak’e dan lain-lain. Mereka sekarang malah lebih senang sama kakaknya mbah, bukan sama mbah. Anaknya kakaknya Mbah nikahan, mereka hadir di semua acaranya, sedangkan adik atau kakak ibu sakit, mereka gak ngejengukkin, aku sedih, aku pengen ngejengukkin kalau pada sakit atau kena musibah tapi aku gak pernah dikasih tau bapak masalah itu.

Aku harap bapakku tidak akan seperti ini lagi, aku sering merasa capek, banyak pikiran dan banyak sekali perasaan yang tidak bisa aku sebutkan. Karena itu akhir-akhir ini aku menjadi sering sensitif, terkadang nangis saat ada orang yang tidak sengaja menyinggungku, lebih banyak diem kecuali sama temen yang udah deket banget, lebih suka menyendiri, menyendiriku sekarang lebih parah dibanding dulu, lebih suka menyimpan perasaan sendiri, lebih suka membiarkan rasa sakit yang aku alami, pokoknya sekarang aku banyak berubah.
Aku tahu kalau itu merugikan diriku sendiri, namun semenjak aku menulis ini, aku bertekad akan kembali, kembali seperti aku dulu, InsyaAllah.
***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan April. Silakan dibagikan jika menyukai Rifa Yuliani sebagai pemenang.

Rifa Yuliani
18 tahun, Orang semarang Asli. sering dibilang anak kecil padahal udah kerja. Maaf kalau isi ceritanya curhatan doang.


0 comments:

Post a Comment