Saturday, 15 April 2017

Bermulanya Pembohong yang Menipu

Terkadang apa yang dirasakan oleh sebagian orang yang melakukan pembicaraan ada-ada saja gurauan yang dilontarkan. Seperti halnya rasa senang yang tercurah dalam hati setelah puas melakukan sesuatu. Saya pernah mengalami suatu kejadian yang saat terjadi saya malah bingung. Mengapa tidak, hampir sebagian teman-teman saya menganggap saya unik. Terus terang saja, memang saya menyadari kalau tingkah saya yang sedikit usil membuat kesal sebagian orang. Pasalnya setiap kali saya ditanyai oleh teman-teman, katanya jawaban saya cenderung menyinggung dan meleset jauh dari topiknya.
 
 
Kejadiannya diawali ketika saya bertemu teman saya Dana di kantin sekolah sepulang sekolah. Saat itu mendekati jam tiga sore, jadi sekolah sudah terlihat agak sepi. Kami berdua pergi ke kantin sekolah. Sambil jalan-jalan, kami bercakap-cakap yang awalnya tentang hasil ulangan minggu lalunya. Ternyata Dana bilang kepada saya, dia kesulitan saat megerjakannya. Saya berpikiran kalau Dana saja tidak bisa bagaimana dengan saya. Setelah berkata seperti itu, Dana berdiam sebentar dan tetap berjalan dengan pelan. Dana terlihat sangat gelisah akan nilai ulangannya besok. Dia menatap saya seperti sangat terpukul akan ulangan tersebut.
 
Dana pun kembali berjalan dan berpaling dari tatapannya. Akhirnya kami sampai di kantin setelah beberapa singkat waktu. Melihat tempat duduk yang strategis, bagi saya hal itu mudah untuk memberikan hiburan bagi Dana. Kemudian kami duduk di sana dan bercerita kembali tentang ulangan tadi.

“Ehh…. Kau tahu tak, aku tadi melihat ada seekor kucing yang jatuh dari jendela lalu ditolong oleh anak kelas itu?” kata Dana. 
 
“Memang aku peduli jika kamu yang melakukan, apa?” lanjut saya.
 
“Ku kira kamu paham maksudku, ternyata sama saja kamu dari dulu," pungkas Dana. “Aku tak tahu yang kamu maksud Dan,” balas saya. Sangat terkejut sekali Dana malah menghibur saya, padahal saya bermaksud hal itu kepada Dana.
Memang pada kejadian itu yang bingung saya, tetapi mengapa Dana malah berfikiran hal lain setelah tidak bisa mengerjakan ulangan. Kalau saya menjadi Dana, akan saya persiapkan matang-matang materi untuk ulangan besok. Saya sebenarnya tahu kalau si Dana ini keadaanya sedang terpuruk, tetapi dia bersuka-ria dengan caranya sendiri. Bahkan saya tidak menyadari bahwa kebohongan yang ia lakukan tersebut adalah taktiknya.  Saya mengetahuinya karena saya sudah mengalaminya.
 
Seminggu sesudah kejadian dan pada waktu bersamaan hasil ulangan diumumkan oleh guru saya. Ketika nama Dana disebut, banyak teman sekelas yang terkejut dengan nilainya. Saat namanya disebut saya sedang di kamar kecil. Sesampainya di kelas waktu yang pas nilai saya disebutkan dan saya biasa saja karena nilai saya di atas rata-rata, tetapi tidak di atasnya Dana. Dana memang keterlaluan, membohongi saya untuk kedua kalinya.
 
Dana menghampiri saya dan bertanya “kamu memang beruntung, selamat atas nilaimu.” Bagaimana tidak kesal, dia malah memberikan selamat kepada saya. Jawaban dari saya menyebut “memang aku beruntung. Tapi ingat, lain kali kalau ngomong jangan sembrono. Tiap hari aku dibingungkan dengan kalimat seperti itu.” Bukannya meminta maaf, dia malah menunjuk sayalah yang sembrono. Dana juga menyuarakan bahwa saya sama sekali tidak berusaha sehingga nilai saya tidak tinggi.
 
Mulai saat itu saya berhenti mendekati Dana. Setiap mata pelajaran usai dia membuntuti saya dan menyebar-sebarkan kabar buruk terhadap saya. Pernah suatu kali saya mendengar bahwa saya dikatakan Dana bahwa saya menganggap remeh sebagian orang karena selalu berjuang keras tanpa memerdulikan orang yang dibawahnya. Benar juga perkataan yang disebarkannya, tetapi saya tidak sampai menganggap semua teman di kelas saya remeh. Sebab setiap berdiskusi saya selalu bertanya kepada setiap anggota kelompok, apa saja yang bisa saya bantu serta apabila saya tidak bisa saya memohon bantuannya.
 
Setelah seminggu berlalu kembali, Dana menghampiri dan menanyakan sesuatu. Dia menyuruh saya ke tempat yang lebih sunyi. Ternyata lagi-lagi dia berbohong kepada saya setelah kabar buruk yang disampaikannya ia menarik kembali ucapannya kepada semua teman di kelas, bahwa hal itu tidak benar. Ia meminta maaf kepada mereka dan mengatakan bahwa saya adalah teman terbaiknya, serta ia membutuhkan saya untuk dijadikan tempat bercanda. Perbuatannya itu membuat saya lebih dulu meminta maaf kepadanya.
 
“Kawanku, kamu tidak usah seperti itu. Lagi pula kamu kan sahabatku, tidak perlu bercanda dengan cara seperti itu. Jika kamu ingin bercanda sederhana saja jangan berlebihan. Itu saja yang dapat kuminta. Aku menyadari bahwa akulah yang salah. Aku meminta maaf karena kesalahanku membuatmu melakukan hal itu kepadaku.” Dengan perasaan geli kuucapkan hal ini kepadanya, “kamu saja yang berlebihan. Padahal kamu tidak punya sedikitpun salah kepadaku. Yang aku inginkan sejak di kantin dulu sampai sekarang, yang telah kau laksanakan, hanyalah permintaan maafmu. Kamu tidak perlu memaafkanku karena aku tahu yang kulakukan ini tak akan membuatmu marah dan memutus persahabatan kita,” ucapan yang pedih dari Dana.
 
Pasti yang dikatakan Dana hanyalah kebohongan belaka. Mana mungkin dia tak berbohong, karena setiap hari dia hanya membuat onar di penjuru penglihatanku. Terlebih lagi saat ia berkata “kamulah yang pembohong. Karena setiap kali aku berbuat seperti ini, kamu selalu bisa menebaknya. Jadi tetap saja kamu yang berbohong.” Mungkin terakhir kalinya saya merasa bingung akan yang dikatakan oleh Dana. Setelah berpikir sejenak saya mengingat bahwa segala yang saya katakan kepadanya hanya memberatkan isi hatinya. Jadi mungkin saja Dana akan tetap berbuat usil kepada saya dan saya membingungkannya akibat antisipasi dari saya. Jadi kesimpulannya, tulisan ini hanyalah berisi sebuah kebohongan saja, tidak ada hal yang membingungkan yang telah saya jelaskan dari awal. Mohon maaf jika Anda membacanya kemudian bingung siapa pembohong tersebut.
 
***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan April. Silakan dibagikan jika menyukai Amir sebagai pemenang.
 
Amir Muhaimin Najib
 
Laki-laki umur 15 tahun. Lahir pada 28 Agustus 2001 di Kradenan Rt 05/17, Banyuraden, Gamping, Sleman. Status sebagai pelajar kelas 10 di SMA N 2 Yogyakarta.

0 comments:

Post a Comment