Sunday, 16 April 2017

Freak or Not?

Percaya atau tidak semua telah terjadi di sekeliling kita. Hidup ini memang anugerah yang harus dinikmati, jadi tidak usah terlalu serius dalam menjalaninya, ya.. maksudnya sebagai manusia biasa menurutku kita semua ada saatnya harus cooling down.


Namaku Riko (sekarang Koko), alasannya karena suku kata di belakang namaku “ko” jadi, teman-temanku banyak memanggilku dengan sebutan itu, tapi padahal setahuku panggilan koko itu ditujukan untuk anak laki-laki China. Tapi aku yakin semua itu tidak terjadi pada namaku saja. Bahkan negara sekalipun nasibnya sama sepertiku, contohnya China (sekarang Tiongkok), alasannya karena Keppres No. 12 Tahun 2014. Jadi, bisa kita simpulkan kalau semua yang terjadi di dunia ini bukan semata-mata hal yang aneh atau tidak masuk akal, akan tetapi semua yang terjadi memiliki alasan.
 
Belum percaya?
 
Baiklah akan kuberi contoh yang lain. Mengapa manusia berkedip? Secara sains, alasannya adalah tentu saja untuk menghalau kotoran yang ada di bola mata terutama pada bagian kornea (lapisan terluar pada mata bagian depan), selain itu juga berfungsi untuk meratakan air mata yang kaya akan O2 (tidak dibaca o o) yaitu oksigen. Kemudian alasan secara awamnya, silakan untuk tidak berkedip, jika terjadi sesuatu (perih atau iritasi) silakan segera membeli obat mata di apotik terdekat. Jadi, perilaku manusia seperti berkedip itu tidak termasuk kedalam hal yang aneh, karena memiliki alasan.
 
Namun ada beberapa perilaku manusia di dunia yang tidak memiliki alasan namun tidak dianggap aneh. Di Tahun 2016 yang sudah berakhir, sangat banyak hal yang sudah terjadi di tahun tersebut. Salah satu yang pernah menjadi viral adalah hal yang pernah aku lakukan.
 
Pada suatu hari Aku bersama Nizar sedang bermain di salah satu warnet dekat rumah kami. Tiba-tiba Nizar memanggilku untuk melihat sesuatu di komputernya.
 
“Ko.. ko.. sini deh sebentar! lihat ini seru kayanya.”
Akupun segera mengahampirinya dan memperhatikan tayangan di layar komputer itu.
 
“Wah, aneh-aneh saja, sampai polisipun ikut partisipasi segala.” Responku ketika melihat tanyangan yang dinamai Bus Challenge.
 
“Eh.. coba aja yuk! Mumpung warnet penuh, lebih banyak orang pasti lebih menyenangkan.” Ajak Nizar.

Awalnya aku sempat menolak ajakannya itu, tapi karena penasaran akupun ikut melakukan challenge itu. Pada saat Nizar mengajak semua orang di warnet itu, ternyata orang-orang sudah mengetahuinya, jadi mereka langsung mengatur posisi duduk mereka. Aku pikir ini “Aneh” ternyata hal seperti itu bisa seterkenal ini. Namun, setelah dilakukan ternyata seru juga, apalagi kepuasan lainnya jika setelah di unggah ke media sosial jumlah like dan frekuensi tayangannya banyak sekali. Aku yakin semua orang pernah punya rasa bangga kalau sesuatu yang diunggahnya dapat respon baik dari oranglain. Ya.. bolehlah punya rasa bangga, asalkan jangan sombong, hehehe...
 
Bukan hanya bus challenge ternyata banyak juga tantangan lain yang jadi terkenal ditahun tersebut di antaranya ada samyang challenge, untuk apa orang-orang mau makan mie pedas yang mungkin dapat memberikan efek buruk bagi usus dan lambung mereka. Kemudian ada mannequin challenge, apa bagusnya berpose seperti patung lama-lama padahal itukan membuat badan pegal. Selain itu ada juga tantangan yang berbahaya yaitu stop challenge, menurutku itu sama dengan menantang sebuah kematian, aneh bukan? Dan tidak ada alasan yang cocok jika tantangan itu mengantarkan pelakunya pada sebuah kematian, akibat perbuatan konyol yang sudah dilakukannya. Dan masih banyak lagi tantangan-tantangan aneh lainnya yang terkenal di dunia.
 
Tentang semua hal itu, aku jadi punya sebuah pertanyaan, mengapa semua orang mau melakukan hal-hal aneh seperti itu, padahal mereka tidak mendapat manfaat apa-apa dari semua hal itu?

Pada keesokan harinya di sekolah, akupun menanyakan hal tersebut pada guru BK (Bimbingan dan Konseling). Aku yakin guru yang dasarnya dari bidang psikologi pasti tahu mengapa hal tersebut terjadi melanda umat manusia didunia ini.
 
“Pak maaf mengganggu, hehehe.. saya ingin menanyakan sesuatu pak, tapi bukan masalah pribadi saya, melainkan ini masalah umat manusia dibumi ini?”
 
“Serius? Tapi bapak tidak tahu tentang banyak karakter manusia dibumi ini ko..” Respon dari guru BK, agak kaget mungkin mendengar pertanyaanku.
 
“Gak serius sih pak, umm,, begini pak. Bapak tahu Bus Challenge dan lain sebagainya kan?”
 
“Tentu tahu, itukan terkenal ko, di pemberitaan televisi juga sudah banyak tayang”. Jawab guru BK.
 
“Iya jadi begini pak, saya ingin tahu. Apa alasan mereka ingin melakukan hal yang aneh-aneh seperti itu?”
 
Guru BK itu mengerutkan keningnya, sambil tangan kanannya memegang dagu dan berkata “Hmmm..mmm”, ya.. aku paham kalau orang sedang berfikir salah satu perilakunya memang seperti itu, kalau tidak kepalanya menengadah keatas, padahal di atap tidak ada apa-apa.

Beberapa saat kemudian guruku akhirnya menjawab.
 
“Begini ko.. bapak sudah paham sekarang. Alasannya adalah jika sesuatu yang dianggap aneh atau konyol itu dilakukan bersama-sama itu justru akan jadi hal yang biasa aja, tapi sebaliknya, saat kamu melakukan suatu hal tapi cuman sendirian, justru itu yang akan dianggap aneh”.

Setelah mendengar pemaparan singkat dari beliau aku jadi paham semuanya, ternyata banyak hal yang tidak masuk logika terjadi secara realita. Tapi ada kalanya semua hal itu memang boleh dilakukan selama tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan April. Silakan dibagikan jika menyukai Sri Yuni sebagai pemenang.

Sri Yuni Nur Haryani

Nama penaku adalah Esway (SY). Sekarang aku mahasiswi semester 6 jurusan Pendidikan Ekonomi di UPI-Bandung. Menulis dan Olahraga (Bulu tangkis) adalah hobiku. Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Mungkin cukup sekian deskripsi singkat dariku. Terimakasih, salam literasi! Semangat literasi untuk membesarkan godok dengan malas.Wassalam.
 

0 comments:

Post a Comment