Thursday, 20 April 2017

Kepada Seluruh Paslon Pemenang Pilkada “Selamat Berdilema Ria”

Ucapan selamat kepada seluruh paslon (pasangan calon) kepala daerah adalah hal wajar sebagai buah bibir atas kemenangan dalam pertempuran politik dalam negara Indonesia yang sangat menjunjung tinggi demokrasi. Persiapan paslon mulai dari mempropagandakan isu-isu terkait pencalonan dirinya dalam pilkada supaya jadi bahan markombur (menggosip) ibu-ibu di pajak dan bapak-bapak di lapo tuak, kampanye yang banyak menguras tenaga, dana, massa, menahan gelisah sepanjang malam karena kurang puas pada saat debat, menjadi pengontrol detak jantung paling jitu pada saat tps sudah ramai di kunjungi masyarakat, mendekati lembaga survei yang bisa menenangkan hati atas perolehan suara meski masih fiksi ilmiah. Sungguh di samping menjadi calon kepala daerah pada saat pilkada kalian pastinya dapat banyak pembelajaran yang tak butuh mata kuliah  4 sks dengan memakan waktu 4 semester. Lohhh



Ucapan selamat yang saya berikan kali ini bukanlah ucapan selamat seperti biasa yang sudah banyak beliau-beliau dengarkan dari mulut-mulut sampah mereka, mereka yang punya kepentingan terhadap kedudukan seorang kepala daerah, menyelipkan kepentingan pribadi ataupun kelompoknya pada ucapan selamatnya dengan berbagai cara, baik itu jamuan makan malam, temu ramah, kopi sore, clubing dan macam lah ditambah ucapan selamat setiap presenter media berita yang cantiknya duhhh bukan maen. Bisa ngilerr kalau kebawa mimpi.

Ucapan selamat saya kali ini bukan juga sesuatu yang istimewa sehingga bisa jadi viral di dunia maya atau alasan supaya disebut menjadi masyarakat politik, saya hanya menuangkan pemikiran saya tentang bagaimana kondisi kedudukan seoarang kepala daerah digunakan, pastinya dengan referensi buku-buku bukan cakap mabuk. Selamat!!! Selamat datang di dunia dilema antara kepentingan politik praktis dengan kebutuhan masyarakat yang tak pernah lepas dari kemiskinan dan kelaparan. Sepanjang lima tahun kedepan kalian menjadi operator tinta pulpen yang menentukan antara memperpanjang lembaran dosa diatas penderitaan kemiskinan dan kelaparan masyarakat  atau menjadi tumbal karena membangkang terhadap kepentingan politis yang sangat jorok penuh dengan kotoran anjing-anjing berdasi. Ya... akan menjadi tumbal, bukan menjadi super heronya masyarakat. Karena ketika membangkang mu merugikan kepentingan penguasa, bersiaplah mendadak jadi bahan kabar berita setiap hari, mendadak dikejar wartawan, mendadak miskin, mendadak di penjara, mendadak meninggal mungkin. Mengapa demikian ? karena, gerak modal dalam sistem kapitalisme yang sedang berjaya saat ini tidak bisa dihambat oleh kedudukan seorang kepala daerah baik dengan segala otoritas yang terkandung di dalamnya. Apalagi diganggu oleh kepala daerah. Janganlah heran ketika tahun 1967 freeport sudah merajai papua dan menghisap darah masyarakat amungme, tahun 1983 pt.TPL menggerayangi tanah batak dan sekarang petani rembang yang berjuang sangat revolusioner sampai berjalan kaki ke istana, melakukan aksi menyemen kaki di depan istana memenangkan gugatan MA namun tetap dalam kondisi kalah pabrik semen sudah beroperasi. Zaman sekarang ini daerah mana di negara ini yang tidak butuh modal..? jangan kan daerah negara ini butuh modal. Angaran gaji pegawai, kendraan dinas, peralatan dan perlengkapan kantor, belum lagi anggaran lembaga –lembaga negara, tuhhkann.. programnya mana dong..? modal boss modalll.

Modal yang dimasksud ialah segala kebutuhan materil untuk menjalankan roda pemerintahan. Modal itu tidak di miliki oleh negara apalagi kepala daerah yang menggangtungkan diri dibawah negara. Modal itu sekarang milik pemodal bukan milik negara. Kepala daerah itu benar adanya ketika modal dimiliki oleh negara. Lihat negara-negara di daerah amerika latin seperti kuba yang memiliki sistem pangan paling kokoh dalam sejarahnya,  terdapat berbagai jenis tanaman dan penduduknya dapat menanam tanaman yang diperlukan di kebun rumahnya. Hasilnya tampak bahwa penduduk Havana mengubah lahan kosong dan halaman yang tidak terpakai menjadi tempat beternak dan lahan pertanian mini. Hasilnya, muncul 350,000 lapangan kerja baru dengan gaji yang cukup (dari jumlah tenaga kerja total sebesar 5 juta jiwa). Sebanyak 4 juta ton buah dan sayuran berhasil diproduksi setiap tahunnya di Havana (naik 10 kali lipat dalam sepuluh tahun) dan kota berpenduduk 2.2 juta jiwa ini telah menjadi kota pertanian yang mandiri. Sebagai negara sosialis, Kuba melakukan perencanaan secara terpusat. Namun, manajemen distribusi dan produksi pangan diserahkan pada tingkat lokal. Hasilnya, distribusi dan produksi pangan menjadi lebih terlokalisasi. Produksi dan panen makanan pokok pun terus meningkat. Yang terpenting, ketersediaan pangan pulih hingga tingkat memadai. Saat ini Kuba memiliki kedaulatan sistem pangan paling kokoh dalam sejarahnya. (UNEP Green Economy. 2011. “Kebangkitan Pertanian Organik Kuba”.)

Venezuela dalam Michael Lebowitz (2014) menunjukkan bagaimana Revolusi Bolivarian bukan sekedar memakai surplus minyak – yang tentunya terbatas – untuk mendanai proyek-proyek sosial, namun berkomitmen terhadap transformasi atas totalitas relasi-relasi produksi dalam kerangka Sosialisme baru, yang difasilitasi oleh negara yang berpihak kepada massa, namun dengan tujuan akhir mewujudkan kepemilikan sosial atas alat-alat produksi (the social ownership of means of production). Hal di atas merupakan implementasi negara sebagai pemegang kendali atas modal. jadi tak ada dilema kepada kepala daerah.

Ketika masa-masa pemilu sudah mulai dekat, disitulah saya kadang ingin memaki kehidupan ini karena tak tahan membayangkan calon-calon kepala daerah  menjadi wayang-wayang yang dioperatori oleh pemodal. Tidak lah heran dengan banyak nya pemilu yang sudah berlangsung namun statistik angka kemiskinan selalu melejit meningkat, dan yang menambah kesedihan adalah pemilu ini juga lah yang disebut sebagai pesta demokrasi rakyat dimana rakyat secara bebas merdeka atas pikiran menentukan pilihannya. Taeelahh.

Sekarang yang menjadi tugas dan keharusan adalah melahirkan kondisi-kondisi supaya modal bisa dimiliki oleh negara. Belajar banyak dari revolusi kuba serta kerangka sosialisme baru di venezuela dan lain lain literratur terkait penciptaan kondisi supaya modal sepenuhnya di tangan negara. Membuat para anjing berdasi hantam hantaman dengan anjing berdasi lainnya. Menghancurkan pemilikan modal komersil dan mengambil alih modal ditangan negara. ketika negara sudah punya kendali penuh atas modal maka saya akan secepatnya mencalonkan diri jadi kepala daerah,, hhaaha.

Bila beliau-beliau membaca tulisan ini silahkan saja mengundurkan diri, tarik diri dari kemenangan yang menyesatkan itu. Tak apa, jangan malu, bila mereka-mereka nyengir-nyengir melihat anda apalagi lawan main anda di pilkada, beri saran supaya membaca tulisan ini, mereka dengan sendirinya akan menjadi pengikut-pengikut anda. Saran saya kepada peserta yang tidak berkesempatan menang dan yang berani mengundurkan diri, manfaatkan lah pembelajaran yang sudah kalian dapatkan dalam proses pilkada tanpa mata kuliah tadi, silahkan buka praktek melatih jantung agar terhindar dari serangan jantung akibat pilkada, membuat buku kumpulan tentang cara cara melawan rasa gelisah, buka praktek pelatihan kontrol jantung. buat juga grup facebook, instagram, w.a supaya lebih luas medianya dan banyak pesertanya. Hal-hal itu akan lebih bermanfaat dan sejalan dengan cita-cita ananda sekalian untuk membantu masyarakat luas. Tohhh ketika kampanye beliau sekalian dengan semangatnya bilangin “DEMI MASYARAKAT (silahkan isi sendiri tempatnya) YANG LEBIH SEJAHTERA, JAYA, MANDIRI, blablabla... 

Dan kepada pasangan calon yang sudah terpilih dan tidak mengundurkan diri setelah membaca tulisan ini, selamat datang di dunia dilema antara kepentingan politik praktis dengan kebutuhan masyarakat yang tak pernah lepas dari kemiskinan dan kelaparan. Sepanjang lima tahun kedepan kalian menjadi operator tinta pulpen yang menentukan antara memperpanjang lembaran dosa diatas penderitaan kemiskinan dan kelaparan masyarakat  atau menjadi tumbal karena membangkang terhadap kepentingan politis yang sangat jorok penuh dengan kotoran anjing-anjing berdasi. Sekali lagi selamat kepada semua,, ia semua tanpa terkecuali.

***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan April. Silakan dibagikan jika menyukai Boy sebagai pemenang.

Boyture Sitanggang

Mahasiswa biasa di Universitas Negeri Medan. Aktif di kelompok studi barsdem. Divisi jaringan

0 comments:

Post a Comment