Thursday, 20 April 2017

Kutu Betina

Pembaca Godok, yakin mau membaca tulisanku ini? Tidak menyesal? Hanya untuk mengingatkan saja ya, sewaktu aku menulis cerita ini aku sampe 5 kali keluar masuk toilet. Aku yang membuat cerita aja begitu, gimana nanti kamu? Kamu masih baca ya? Aduh, jangan menyesal dan salahkan aku nanti kalau terjadi sesuatu ya. Jadi ini ceritanya dulu sewaktu masih anak-anak. Di kepalaku banyak sekali mahluk kecil penghisap darah yang sadis namun tidak berdosa. KUTU. Saking banyaknya, kutu-kutu itu sering bertabrakan satu sama lain dan mungkin karna bosan tinggal di satu tempat, mahluk itu kadang berjalan keluar dari area rambutku. Mereka merayap ke punggung, bahu, kuping, bahkan pernah terjatuh ke piring saat aku makan. Oh ya ampun, mereka mungkin ingin mencari suasana baru ya? Dan saking banyaknya kutu-kutu itu berhasil bergotong-royong membuat sebuah lubang sebesar ujung jari kelingking di kepalaku yang namanya “borok”. Kutu ini adalah warisan dari emakku yang sangat tidak kuinginkan. Aku sudah lelah dan bosan menyingkirkan mereka dari kepalaku seperti menyemprotkan peditox, menaroh bubuk kapur ajaib dan lain-lain, tapi mereka tak mau pergi seakan mereka sangat betah tinggal di kepalaku. Hingga pada akhirnya aku disebut dan selalu dipanggil oleh anak-anak lain si “kutu betina” tepatnya “kutu betina 1”. Sedangkan teman-tamanku yang juga berkutu mendapat julukan “kutu betina 2, kutu betina 3, kutu betina 4 dst. Karena memang anak-anak dikampungku semua kutuan.Serius. Sumpah. Ini emang benar bohongnya (eh, maaf salah ketik. Soalnya lagi malas,he..he..).


Ceritanya maka aku disebut kutu betina 1 begini, aku pernah menang lomba juara satu paling banyak kutu tingkat anak-anak SD di desaku dan mendapat hadiah uang senilai Rp. 10.000. Sebenarnya jumlah kutuku yang di dapat sama dengan jumlah kutu punya temanku si Anita, tapi karna kutu punyaku lebih gendut-gendut,dan lincah jadi aku dapat nilai plus, jadi deh pemenangnya. Dari saat itulah aku dan teman-temanku dinobatkan menjadi kutu betina 1,2,3 dst (bangga gak sih ?).

Semua teman SD ku yang wanita mendapat gelar baru itu kecuali si Arini. Anaknya pak rt,teman SD ku yang paling sombong, jutek dan sering membuat aku malu dengan panggilannya yang berlebihan. Dia itu napsu dan puas banget manggil aku kutu betina sampai-sampai di kelas pun aku dipanggil sebutan itu. Padahal, dulu ia juga banyak kutu tapi aku gak tau rahasia dia bisa membasmi kutunya. Hasilnya memang menakjubkan. Seekor pun gak ada tersisa. Sewaktu kutanya dan minta tolong untuk mengatakan apa nama obat kutu itu, dia malah bilang gini, “Ih, sorry aja ya! Gak level!” Ketusnya sambil menyibakkan rambut panjangnya kepadaku. Apaan sih gak level ? aku gak tau artinya tapi kayaknya artinya gak bagus deh. Dan dia jadi berhasil mencuri perhatian seorang cowok yang keren di kelasku,Tomy. Yang sebenarnya sih naksir am aku tapi karna dia tau aku kutuan dia  jadi , apa namanya tu ? i l p i l. Ya itu  kata mbakku. Katanya “menjijikkan”. Tapi dia juga bilang kalau aku gak punya kutu dia pasti lebih memilih aku ketimbang si Arini yang jutek itu. Aku tersungging, eh salah lagi,tersanjung maksudnya,maaf yea.

Gak lama lagi aku dan teman-temanku lulus sd. Dan seiring bertambahnya usia, aku semakain gak suka dengan kutuku, aku sudah mulai gak pede, malu dan salah tingkah jika ditatap dengan senyum sinis oleh teman-teman yang cowok. Apalagi ada si Tomy, ya ampun ! Ternyata teman-temanku juga merasakannya. Katanya mereka semua sudah punya gebetan cowok sendiri di kelas, mereka mengeluh padaku, “Gimana dong,Tina? Aku udah gak kuat lagi dengan kutu-kutu ini. Setiap berpapasan dengan Viky cowok yang kutaksir dia selalu kabur. Ayo dong Tin, cari lagi solusinya!” Kata  temanku si Anita, kutu betina 2 pada saat istirahat di kantin. “ Iya, Tin. Jangan menyerah cari solusinya. Kamu kan anak yang paling pintar di kelas, pasti ide mu banyak, pikirkan dong !” Kata si Yuni pula, kutu betina 3. “ Iya, Tin ayo cari akal, ayo! Bentar lagi kita sudah SMP, dan cowok yang kita taksir akan selamanya menghindari kita jika keadaan kita masih begini.” Kata kutu-kutu betina yang lain. Oh ya ampun ! Ternyata teman-temanku juga sudah gede semua, udah tau malu. Dan setelah merenung beberapa saat entah kenapa pikiranku hari itu lebih cemerlang dari biasanya. Aku ada ide. Rahasianya ada sama Si Arini, ya dia punya rahasianya dan aku tau cara mendapatkan rahasia itu. Aku membisikkan ide itu ke tema-temanku, dan mereka semua mengangguk-angguk dan tersenyum tanda senang dan setuju.

“Arini, sini sebentar. Aku ingin bicara penting denganmu. Ini menyangkut tentang cinta sejatimu si Tomy”. Pinta ku pada Arini saat guru-guru sedang rapat di kantor. Saat mendengar nama Tomy disebut,Arini langsung menoleh dan mendekat.

“Ehh, jangan mendekat !” Ketusnya melihat kami juga mendekatinya. “Stopp! disitu aja ngomongnya, kutu betina borok !” Katanya lagi. Sadis.

“Iya baiklah. Begini, kamu kan suka banget ni main tebak-tebakan, dan kami belum pernah bisa menjawab pertanyaanmu. Jadi sekarang aku tantang kamu main tebak-tebakan lagi,tapi sekarang kami yang bertanya, gimana ?” Tanyaku penuh harap. 

“Iya,baiklah. Apa tarohannya ?  dan apa pertanyaannya ? 

“Tarohannya adalah, jika kau bisa menjawab pertanyaanku, kami semua siap melayanimu dan memberi nama julukan kepadamu, “Miss Sekolah Dasar Cahaya”.Untungmu banyak bila menang tarohan ini.Kami semua akan menjadi pelayanmu selama jam sekolah,dan Tomy akan semakin menyukai dan mengagumimu dengan menyandang nama itu. Lagipula kamu sangat cocok menyandang nama itu,kamu cantik, langsing, rambutmu panjang dan tanpa kutu.” Pujiku  keras yang membuat Arini tersenyum-senyum bangga ( “tapi sedikit blo-on, masa kalau buat pertanyaan selalu gak masuk akal”) tambahku lagi dengan nada yang sangat pelan.

“Apa ? keras sedikit ngomongnya, aku gak dengar!”

“Maksudku, kalau kau menang kau akan jadi idola di sekolah ini, sempurnalah kecantikanmu, dan bukan hanya Tomy tapi semua cowok akan mengidolakanmu”.

“Boleh juga itu. Apa pertanyaannya ?” Tanyanya gak sabar.

“Ntar dulu, nafsu amat ! kalau kau gak bisa menjawabnya kami hanya minta satu, sebutkan nama obat yang kau pakai untuk membasmi kutu.Itu saja.”

“Ahh baiklah. Kalian benar sudah siap jadi pelayanku ? Ngerjakan tugas, gantiin piket, dan nuliskan materi. Itu kan tugas seorang pelayan ?” Tanyanya dengan senyum sinis dan optimis menang.

“Siapp !” Kami serempak menjawab.

“Dengarkan pertanyaannya : sebutkan mahluk hidup apa yang ada di sekitar mu, tapi kamu tidak tau dan tidak pernah melihat dia makan, minum, mandi, dan melahirkan namun ia tetap bersih, gemuk, sehat, dan berkembangbiak ?” Tanyaku dengan suara yang lebih keras lagi. Ia diam. Berpikir dan setelah itu wajahnya agak pucat, karna memang ia anak cengeng, anak mami gitu lho ! Keyakinanku benar,tampaknya ia memang tidak tau jawabannya. Kalau ada maminya mungkin ia sudah merengek minta tolong kayak anak kelas 1. Dan akhirnya ia pun menyerah.

“Aku tidak tau. Emang apa jawabannya ?” Jawabnya sambil bertanya.

“Menyerah ? Secepat itu ? Apa kamu yakin ? Apa kamu tidak ingin jadi miss sekolah ? Ledekku. Kali ini ia kembali tampak berpikir. Namun tak lama kemudian.

“Aku gak tau jawabannya,ayo cepat apa jawabnya jangan-jangan kalian pun gak tau lagi apa jawabannya” Katanya berusaha menyembunyikan kekecewaannya.

“Beritau dulu nama obat itu !”

“Tidak, beritahu dulu jawabannya !”

“Janji ? Kalau kami kasih tau jawabnya kamu akan bilang nama obatnya.”

“Iya, janji. Kalau aku ingkar kalian bisa melakukan apa saja padaku” jawabnya melas.

“Baiklah. Jawabnya “k u t u”. Sekarang ayo apa nama obat penghilang kutu mu sehingga kutu yang begitu banyak dulu di kepalamu kabur semua ?” Tanyaku sambil garuk-kepala. (Kayaknya pasukan peliaraanku lagi makan siang).

“Apa ? Kutu ? Kalian curang. Tadi katanya mahluk yang ada di sekitarku. Jelas-jelas kutu tidak ada di sekitarku, adanya itu di sekitarmu, dikepalamu yang borokan no. Berarti, b a t a l !” Kata Arini sambil memonyongkan moncongnya ke arah kepalaku dan tersenyum sinis. Ya ampun ! Ini anak kok pelitnya selangit. Cuma karna hal sekecil itu dia keberatan dan bilangi kami curang.(kata “sekitarmu” itu kan luas). Aku yakin Arini memang tidak ingin beritahu  nama obat itu dan ia hanya mencari alasan saja. Ini cuma minta nama obat, bukan minta obat. Emangnya kasih tau aja kenapa sih, apa ruginya ya? Heran juga. Dasar pelit. Kayaknya ni anak perlu kasih pelajaran sedikit deh.Batinku. Dan aku dapat ide lagi untuk itu.Tiba-tiba Tomy dan kawan-kawannya datang. Ia tanya apa yang terjadi dan aku pun menjelaskan.

“Sudahlah Arini, beritahu saja !” Kata Tomy. Tapi tetap saja ia tidak memberitahu.

“Baiklah,Arini. Begini saja, kamu yakin tidak ada seekor kutu pun di kepalamu ? Jika kau benar, memang tidak ada kutu seekorpun di kepalamu maka kami mengaku kalah, tapi jika ada kutu seekor saja di kepalamu berarti kamu yang kalah,gimana ?”

“Iya setuju, itu ide bagus” Kata teman-temanku yang tampaknya paham rencanaku.

“Semua orang di sekolah ini pun tau cuma aku yang tidak punya kutu. Tapi kalau itu kemauan kalian, maka baiklah,tapi ingat hanya setengah menit,aku mau ke kantin.” Ketus Arini. Aku sangat kesal pada Arini. Seandainya aku yang tau tentang obat pembasmi kutu itu aku akan memberitahu semua orang dengan senang hati. Dasar Arini payah. Tapi kena kau sekali ini. Batinku. Sambil berjalan ke arahnya. Dan aku pun menggaruk kepala lagi. Tampaknya piaraanku belum selesai makan siangnya.

“Teman-teman, silahkan hitung setengah menit dengan hitungan mundur dari 30,29 28 dst.Jangan salah,entar dibilang curang lagi” Teriakku kesal. Dan hitungan pun mulai. Aku mulai membuka  rambut Arini yang panjang dan lurus. Kapalaku gatal lagi. Tangan kananku terus membuka rambut Arini dan sebelah kanan menggaruk kepalaku yang gatal. Dan benar aja seperti harapanku, pluug. Salah satu pasukanku jatuh ke kepala Arini. Sehat.Lincah.Gendut dan hitam pekat mengkilap seperti sepatu yang baru disemir. Dan saat aku mau mengambil kutu itu dengan menarik helaian rambut Arini,aneh. Arini tidak merasakan sakit. Sepertinya ia tidak merasakan apa-apa bahkan tidak tau kalau aku menarik rambutnya. Aku heran dan penasaran.

“Aku ketemu ! Ada kutunya, hitam banget, gendut lagi, biar aku tarik. Tahan ya Arini, mungkin sedikit sakit, nanti kutunya kabur !” Teriakku. Semua orang terkejut terutama Arini dan Tomy.

“Apa, Arini punya kutu ?” Teriak Tomy kaget. Dan ketika aku hendak menarik rambut Arini dengan lebih kuat,tiba-tiba Arini berdiri dan, lari. Kami semua kaget, memandangi dan meneriakinya. Tapi ia tidak menyahut ataupun menoleh. Arini berlari ke arah kantin yang ada di luar sekolah. Tapi tiba-tiba, auu ! rambut Arini nyangkut di pintu gerbang sekolah. Tapi dia terus berlari dan, ooh ya ampun ! Rambut itu masih nyangkut di pintu gerbang tapi Arini sudah jauh disana. Ternyata rambut palsu !

“Haa ?!” Ujar semua orang yang ada disitu sambil membelalakkan mata.

“Arini ! Rambut palsumu copot !” Teriak ku sambil tertawa tidak bisa menahan geli.

“Ha,ha,ha,ha,kwk,kwk,kwk...” Serentak semua orang.Selesai.( Gimana pembaca godok, berapa kali kamu ke toilet selama baca tulisanku ini ? Ooh gak ada, syukurlah. Sekarang aku mau ke toilet lagi ya, soalnya aku lagi diare,kwk,kwk,kwk..) Terimakasih. 
        
***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan April. Silakan dibagikan jika menyukai Rahel sebagai pemenang.

Rahel Agustina

Asal Langkat Sumatera Utara, lahir 17 Agustus 1985.





0 comments:

Post a Comment