Tuesday, 25 April 2017

Lontong Lemprak di Sikembang Park


Di Kabupaten Pekalongan, Batang dan Kendal mudah dijumpai kuliner khas yaitu Lontong Lemprak. Lontong itu salah satu kudapan berbahan utama beras putih dibungkus daun pisang sedangkan lemprak diambil dari bahasa Jawa megandung arti Lesehan. Kuliner lezat ini, paling enak dinikmati di sore hari. Lontong Lemprak itu lontong Opor yang dinikmati dengan lesehan. Persis di depan mesjid Batang, Lontong Lemprak lengkap dengan Kaldu Ayam Kampung, tahu, telur dan sambal. Ayam kampungnya terasa lembut, tidak susah dikunyah. Harganya pun cukup terjangkau sekitar dua puluh ribuan. Kuah dari Ayam Kampung begitu kaya akan rempah. Yang membuat citra rasanyal ebih strong lagi terletak pada aroma di akar serehnya.


Lalu menuju di Kembang Park. Tempat wisata favorit warga Batang provinsi Jawa tengah ini memiliki luas area kurang lebih 3,5 hektar. Berada tepat di daerah hutan pinus. Pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan Laut ( MDPL ). Memang alur jalannya belok tetapi sudah beraspal berikut hawanya yang sejuk. Paket wisata ini mengusung kesederhanaan namun mampu menarik minat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk datang ke tempat yang selalu di jaga keasriannya ini. Ternyata pohon - pohon pinus yang mendominasi hutan ini merupakan profit cukup besar.

Kesan artistik akan muncul pertama kalau begitu menyaksikan desain properti melengkapi si kembang park. Wisatawan akan terpuaskan walau hanya cukup dengan melakukan gerakan ringan saja atau hanya demi mencurahkan kebahagiaanya saja.

Bagi penyuka olahraga pemicu adrenaline, pengelola tempat wisata Si Kembang Park menyediakan flaying fox lengkap dengan gardu pandangnya. Wisatawan dapat juga menggunakan jalur trekking yang begitu menguji nyali.

Pemandangan dari ketinggian si Kembang Park, tak hilang pesonanya. Untuk menuju ke ketingian dapat menempuh jalur bambu serta Canopy Bridge. Background pemandangannya Leter s cocok sekali digunakan untuk berfoto. Rimbunnya pohon pinus mengundang para calon pasangan pengantin untuk melakukan foto prewedding.

Para wisatawannya yang berkunjung ke sini tidak akan kecewa, selain biayanya yang sangat murah hanya 3000 rupiah, parkir kendaraan roda dua cukup  Rp 2000,00 sedangkan untuk parkir motor gratis. Di tambah fasilitas toilet yang kebersihannya selalu dijaga dengan baik pun sama gratisnya. Tuh Si kembang Park,kurang apa coba?

Perubahan demi perubahan yang terjadi di Si Kembang Park itu cepat. Dulu hutan Pinus ini hanya dijadikan tempat nongkrong dan hanya menjalani fungsi utamanya sebagai fasilitas penyadap getah Pinus. Dan pemuda yang biasa nongkrong di kawasan hutan pinus itu lalu berinovasi ke fungsi lauin sebagai tempat pariwisata dengan tetap memposisikan banyak pohon pinus sesuai tempatnya. Proses pengembangan menjadi lahan tempat wisata itu memakan waktu 3 tahun. Berkat kerja keras warga sekitar terutama Bombat ( Bocah Mbatura ) Si Kembang Park selalu saja dipadati pengunjung.Itu menambah  jumlah pendapatan terutama di hari Libur. Semoga saja visi bombat  Menjadikan Si Kembang Park sebagai tempat Wisata toleran terhadap alam sekitar, terbersih dan tereknomis mengundang dewan dari Muri untuk mencatatakan keistimewaanya.

Namun di sini yang lebih di tekankan lagi kepada misi sosial dengan beberapa bagian dari pendapatannya diberikan kepada warga Jompo atau piatu.

***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan April. Silakan dibagikan jika menyukai Sri sebagai pemenang.

Sri Intan Apiyanti

0 comments:

Post a Comment