Wednesday, 12 April 2017

Mau Ngapain Ya Habis Wisuda?

Ceritanya, aku sering berfikir kek gini waktu lagi nunggu acc skripsi dari dosen ataupun waktu mau tidur malam. Nggak tau kenapa terfikir terus, dan ini pasti juga jadi fikiran mahasiswa lainnya yang mau tamat dan diwisuda di tahun 2017 ini. Karena udah sering kali muncul fikiran takut nggak dapat kerja dan bingung mau buat usaha apa, aku jadi orang yang sibuk sendiri. Sibuk mikiri cemana cepat acc skripsi, sibuk ngafal materi buat sidang, cari-cari lowongan kerja dan entah kenapa jadi berasa tertekan sendiri. Tapi setelah beberapa minggu dijalani, yang ada aku terfikir untuk mengurangi semua aktivitas itu, karena yang ada buat beban fikiran. Kenapa?

jateng-tribunnews.com
Hampir 4 tahun aku di Medan, pasti bosan rasanya kalo mikirin hal menakutkan yang belum pasti. Justru disaat kek gini, seharusnya aku lebih menikmati moment-moment terakhir sama kawan kampus ataupun kawan kos, karena habis lulus dan nyiapkan embel-embel di kampus belum tentu bisa jumpa lagi sama orang itu. Gitu juga sama kawan-kawan kos yang udah beberapa tahun hidup susah senang sama-sama, nikmati tanggal tua sama-sama karena nggak punya duit dan nggak bisa piknik kemana pun, makan sahur seadanya, nyari bakso jam 1 malam saking pengennya dan yang nggak bisa ku lupain waktu nemeni kawan sakit DBD dan bermalam di klinik, tau-tau baju ku udah bersimbah darah si kawan gara-gara infusnya lepas waktu tengah malam karena ceritanya aku tidur di sebelah dia, adapun bangku di kamar itu cuma bisa buat tidur kawan yang satunya karena memang bangkunya kecil dan badan kawan aku gemuk.

Sebenarnya, aku nggak begitu banyak kawan selama kuliah di Medan, karena aku sadar diri macem mana style anak Ekonomi fakultasku. Tak ada duit, tak ada kawan, gitulah istilahnya. Bekawan pun aku malas, karena kalo nggak ngomongin soal cowok, ya soal baju, fashion atau beli tas online yang jenis dan bentuknya sama cuma beda warna aja. Bukan aku kali berteman dengan cara kek gitu apalagi kalo isi obrolannya cowok, baju apalah segala macem. Lebih baik akrab sama kawan kos yang jelas-jelas tau cemana kehidupan ku sehari-hari, di sisi lain pun aku memang bukan orang yang suka kumpul-kumpul nggak jelas kalo cuma ngabisin uang sama ngabisin waktu.

Tapi, selain mikiri soal masa depan, pertemanan pun jadi fikiranku, kebayang kalo mau tidur udah begitu banyak jalan, masalah dan orang-orang yang kulewati. Sampeklah disuatu titik aku berfikir “memang nggak ada kawan yang abadi. Sama kayak pacar dan mantan, lewat, berganti dan berlalu gitu aja”. Tapi nggak tau kenapa walaupun nggak semuanya punya moment indah selama kuliah dan masih ada cerita sakit yang nggak bisa dilupain, aku tetap senang dan merasa beruntung bisa kuliah, dunia kuliah beda kali sama  SD, SMP, SMK terutama.

Bukan soal dapat kawan baru, pacar ataupun cara belajar yang beda. Tapi lebih kepada orang-orang yang kita temui, kagiatan apa aja yang kita ikuti, pengalaman apa aja yang kita dapat, karena aku juga sempat mencicipi dunia kerja di tempat magang atau istilahnya PPL, pengalaman kerja, ikut UKM (Unit kegiatan Mahasiswa) Karate dan Menulis,  berwirausaha atau jualan di kampus.

Padahal dulunya nggak ada kefikiran buat lanjut kuliah, makanya aku masuk SMK. Tapi setelah SMK berfikir mau kerja, yang ada malah berasa kurang pengalaman dan pengen mengembangkan diri, menambah pengalaman dan membuka wawasan selagi masih muda. Itu yang buat aku makin bersyukur. Kalo nggak karena satu fikiran yaitu “ingin lanjut kuliah dan berkelana selagi masih muda”, aku nggak akan bisa merasakan semua cerita mulai dari awal paragraf tulisan ini dan pengalaman lainnya yang nggak mungkin muat untuk ku tuangkan ditulisan ini.

Dan entah kenapa disaat menjelang wisuda dan bakalan tamat pun, masih punya fikiran untuk semakin mengembangkan diri, meluaskan wawasan, menambah ilmu walaupun mungkin belum bisa dibangku kuliah lagi, keinginan-keinginan untuk mengenal dan menjelajah tempat-tempat baru dan semoga aja semua itu terwujud. Amin.

Mungkin karena masih jiwa-jiwa muda kali yaa. Dan fikiran untuk menikah juga masih jauh kali. Nikmati masa muda aja dulu. Jadi intinya, nggak salah kalo kita berkhayal dan merencanakan apapun setelah wisuda, kurangi juga kekhawatiran yang belum pasti. Tetap fokus bagi yang mau cari kerja, kembangkan usaha atau sambilan ikut nulis kek gini, toh bermanfaat juga buat kita. Nggak ada orang yang sukses dalam 1 minggu, 1 bulan atau berapa bulan. Pasti butuh waktu, kesabaran dan yang terutama doa, semua orang dimulai dari nol. Thank You.
***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan April. Silakan dibagikan jika menyukai Tiara Dalimunthe sebagai pemenang.

Tiara Dalimunthe
Menyukai menulis, musik, seni, olahraga dan traveling. Berdomisili di Kota Medan. Tidak mempunyai sosial media karena menjaga privasi dan lebih suka membagikan momen bersama teman-teman terdekat dan orang-orang yang penting dalam hidup saya.




0 comments:

Post a Comment