Monday, 10 April 2017

Melawan Si Bebal Yang Gila.

Secangkir kopi Hitam dan sepedas kretek yang terlalu banyak dengan cengkehnya, saya bersantai sambil menyeruput pahit nya lalu duduk manis di ruang tamu dengan langit-langit yang mengebul. Sesekali saya menengok keluar rumah dari jendela saya mengintip, waahhhh ternyata cuaca panas sekali hari ini mungkin panas neraka sedang kelebihan kuota hehe

pendoasion.wordpress.com
Begitu pun di media sosial suasana di media sosial terlalu tegang oleh orang-orang dungu yang bicaranya melantur seperti papan catur yang sedang dimainkan oleh para elite. Ada juga yang tiba-tiba puber akidah dan bicara layaknya orang suci yang sembarangan menggunakan kata Tuhan seolah layaknya dia itu sejawat dengan Tuhan haha orang suci? Sejak kapan orang suci memproduksi kata-kata hasutan dan mengelola margasatwa dalam penguasaan bahasa yang ia lontarkan bak panah api yang siap membakar siapa pun yang tidak setuju olehnya. 

Lalu Kebencian dengan kebencian yang lainnya terus di hubungkan layaknya mau diadakan reuni akbar. Weleh-welehhh Tuhan itu Maha Esa bung Romaaaaa hahahaha. Yang tidak kalah menarik lagi adalah gumunan orang-orang yang tidak pernah membaca buku tentang sejarah tapi bicara seolah-olah dia itu seorang sejarahwan yahhh dengan data yang pas-pasan tentunya dan tidak luput juga terbantu dengan yang namanya Google ha-ha-ha

Saya tidak habis pikir bagaimana saya bisa setuju dengan sampeyan lah wong sampeyan ini ngawur dari pada saya ikut edan nantinya mending saya istighfar sembari menggelengkan kepala. Media sosial menjadi lahan para pembenci buta dan pencinta buta yang membabi buta entah Facebook atau Instagram semua terdiagnosis pengidap rabies anjing gila yang kerjaannya menggonggong dan menggigit kalau saja saya tidak dibentengi dengan literasi yang sehat mungkin saya bisa jadi salah satu dari mereka yaitu anjing gila yang jauh dengan kewarasan lalu ditertawakan oleh orang gila sebab saya tidak gila seperti mereka yang gila, gila kursi gila nama gila uang dan gila karena ingin masuk surga. 

Yaahh bagi mereka yang tidak tahu apa apa tentang politik itu terasa sah-sah saja terlebih lagi ada seorang yang dianggap penyambung suara Tuhan huhfff lengkap sudah penderitaan mereka yang tidak mau belajar memahami arti dari kemanusiaan yang beradab dan menjadi biadab. Pikiran-pikiran nya terus berereksi memandang lurus dengan satu mata seperti kuda dengan kaca matanya ha-ha-ha memang susah kalau bebal. 

Itulah mengapa kita yang muda ini harus punya idealisme dan harus sudah memiliki gagasan-gagasan tentang cita-cita yang indah kepada bangsa dan negara tercinta ini agar tidak mudah terbawa arus luar yang bisa meracuni pikiran kita dari hal-hal yang ekstrimis karena salah satu tugas wajib manusia kepada manusia adalah menjadi manusia bukan binatang ingat bukan binatang. Kalau kamu tidak mampu menjadi manusia lebih baik kamu minggat ke hutan bersama kelompok mu yang bebal. Sebab Indonesia hanya butuh generasi pemersatu bangsa. 
***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan April. Silakan dibagikan jika menyukai Ari Dwi Haryadi sebagai pemenang.

Ari Dwi Haryadi
Suka menyendiri alias suka makan sendiri, gak pernah bagi-bagi. Tipe Mahasiswa yang doyan masuk kelas kesiangan alias telat. 

0 comments:

Post a Comment