Wednesday, 19 April 2017

Melukis Senyum

Eits, jangan keburu mengeryitkan dahi ketika membaca judulnya. Maksud melukis senyum di sini bukan menggambar senyuman ataupun memasang gambar bibir yang sedang mengembang hingga kelihatan kerapihan giginya atau menggambarkan bibir yang tertawa lepas ya. Maksudnya adalah menampilkan senyum di wajah kita dengan ikhlas agar terpancar aura positif dan memberikan kebahagiaan untuk diri sendiri dan orang-orang sekitar. Ya itung-itung sedekah juga, terutama bagi yang belum bisa sedekah harta atau yang sejenisnya. Bukankah senyum adalah sedekah termurah dan termudah yang bisa kita lakukan, ringan tapi berpahala besar. Bukan itu saja, dengan senyum kita bisa mendatangkan kebahagian kepada orang lain, terkadang dengan senyum, beban berat di pikiran seseorang bisa jadi lebih ringan. Senyum juga bisa memberikan jawaban dari suatu pertanyaan  dan memunculkan  ide-ide kreatif yang kadang tak pernah kita pikirkan sebelumnya. Tetapi yang perlu diingat, lakukan semuanya dengan wajar, tidak kurang atau berlebihan. Melukis senyum juga harus wajar, kalau kurang senyum nanti gampang  stres dan sakit. Kalau berlebihan juga nggak baik lho, nanti dikira kita ini orang stres yang senyum-senyum sendiri, nggak ada apa-apa senyum, nggak ketemu siapa-siapa senyum. Kalau seperti ini bukannya mendekat, orang-orang malah takut dan menjauh, hehe.


Senyum berbeda dengan tawa, kalau menurut kamus besar bahasa Indonesia atau biasa dikenal dengan sebutan KBBI. Sssttt… meskipun membawa nama KBBI jangan serius-serius gitu bacanya! Tetap senyum ya… Kita kan orang Indonesia, jadi harus kenal dan terbiasa memakai KBBI. Baik, kembali ke topik awal, senyum dalam KBBI dijelaskan sebagai ungkapan rasa senang, gembira, suka dan sebagainya dengan mengembangkan bibir sedikit tanpa mengeluarkan suara. Sedangkan tawa adalah ungkapan rasa gembira, geli dan sebagainya dengan mengeluarkan suara (pelan, sedang, keras) melalui alat ucap. Mengapa harus diberi keterangan “mengeluarkan suara baik pelan, sedang atau keras melalui alat ucap, mungkin agar nanti para pembaca nggak gagal paham dan mikir keras karena yang bisa mengeluarkan suara tidak hanya alat ucap kan? hehe.

Jadi, siapapun kamu dan apapun profesimu pasti setiap harinya akan bertemu, bertegur sapa dan berkomunikasi dengan orang lain. Nah, kalau kamu ingin bertemu dengan orang-orang yang menyenangkan, mari kita mulai dari diri kita sendiri menjadi orang yang menyenangkan pula. Coba deh, misal kamu yang sekarang masih berstatus pacaran atau jomblo. Ups! salah, maksudnya yang berstatus pelajar atau yang sudah bekerja di kantoran, jika setiap pagi sering melihat guru dan atasan dengan wajah muram atau bahkan wajah garang, apa yang akan kamu pikirkan? Pasti dech bawaanya sang guru dan atasan marah melulu. Jadi takut dan bahkan tidak konsentrasi karena kepikiran dan sangka-sangka. Sebenarnya, enggak harus jauh-jauh gambarin pelajar dan pegawai kantoran, kita aja yang masih pengangguran dan lagi diam di rumah pas keluar terus bertemu tetangga kalau lihat wajahnya agak kurang ramah dan nggak senyum pasti kita takut mau nyapa, takut ada yang salah atau malah nambah masalah. Berbeda kalau kita lihat tetangga yang ketika bertemu saling melempar senyum, eits bukan seperti lempar-lempar batu dan sejenisnya, tapi saling menunjukkan wajah ramah dan senyum di wajah kita, pasti kita akan merasa nyaman dan tenang. Meskipun hal ini terlihat sederhana tapi tanpa kita sadari kita bisa memberikan sedikit ketenangan pikiran dan hati kita. Dia tidak memberikan kesempatan pada kita untuk sangka-sangka. Itu juga berlaku bagi kita, kalau kita bertemu dan bertegur sapa dengan senyum dan ramah, maka orang lain juga tidak disibukkan dengan rasa bersalah atau sangka-sangka terhadap kita. jadi plong dech hati dan pikiran. Kalau setiap hari kita bertemu dengan satu orang saja sudah bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan, bayangkan kalau setiap harinya kita bertemu dengan 100 orang atau lebih, berapa orang yang  hati dan pikirannya tenang karena kita?  

Gimana? Apakah masih ragu untuk melukis senyum kepada sesama?

Tidak hanya itu, menurut banyak penelitian, senyum juga membawa banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan untuk kaum hawa, antara lain: mencegah penuan dini alias bikin awet muda karena kulit nggak mudah keriput, seseorang juga akan terlihat lebih menarik,  menurunkan stres karena pikiran menjadi lebih rileks, menurunkan tekanan darah karena nggak mudah marah, bisa membantu seseorang untuk berpikir positif, bisa merubah suasana hati dan pikiran seseorang, meningkatkan kekebalan tubuh dan sebagainya. Tuch kan banyak sekali manfaatnya. Orang yang tersenyum kepada orang lain juga bisa merangsang seseorang untuk ikut tersenyum alias menularkan senyum kepada orang lain agar selalu tercipta suasana yang tenang dan damai.

Jadi, sudahkah Anda melukis senyum hari ini?  

***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan April. Silakan dibagikan jika menyukai Laila sebagai pemenang.

Laila Sulfiatuz Zahroh

Saya terlahir dengan nama Laila Sulfiatuz Zahroh pada 1 juli 1989. Beralamat di Jalan Sunan Kalijogo, Sukolilo-Jabung Kabupaten Malang Jawa Timur.

0 comments:

Post a Comment