Wednesday, 12 April 2017

Menjadi Beda dan Bermakna

Menjadikan diri sebagai pusat atensi baru tidak begitu saja dapat datang dengan sendirinya. Bila kamu yakin bahwa kamu cantik, pintar, atau kaya, itu saja tidak cukup. Ada beberapa hal dan strategi yang harus kamu perhatikan untuk membuat sebuah pusat atensi berpindah kepada kamu, usaha kamu, organisasi, dan komunitas kamu.

tinybuddha.com
1. Kreatif
Banyak pakar menyatakan bahwa kreatifitas adalah sumber dari ide-ide untuk mewujudkan kehidupam yang lebih baik dan efektif. Tidak sedikit para enterpreneur menegaskan bahwa ruh kerja mereka adalah kreatifitas. Ketika kreatifitas kamu pergi maka harus cepat-cepat menemukan jenis kreatifitas baru, apakah hal tsb berupa inovasi dari hal yg sudah ada atau pengadaan atas hal yang belum ada sebelumnya.

Yang menjadi keresahan kita disini adalah apakah kreatifitas kita ini cukup kreatif, inovatif, dan memiliki value yang pas di mata masyarakat? Ini yang perlu kita pikirkan. Kreatifitas yang harus kita asah adalah kreatifitas yang memiliki nilai yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Kita ambil contoh. Ojek adalah sarana transportasi alternatif yg cukup lama menemani kehidupan kaum urban sehari-hari, tahu kaum urban kan? Ojek dibutuhkan untuk dapat mengefektifkan waktu untuk menghindari macet. Namun tahukah kita bahwa imej buruk sudah terlanjur melekat pada para pengemudi ojek? Adalah Nadiem Kariem yang merubah imej gojek yg tidak teratur tersebut dengan kreatifitasnya mengkombinasikan hal yang lama yakni ojek dengan inovasi baru yakni layanan ojek online.

Tahukah kamu? bahwa kreatifitas Nadiem ini telah merubah cara pandang masyarakat terkait transportasi ini? Dan masyarakat kelompok berpendidikan tinggi, baik sarjana maupun magister pun mengalami pergeseran paradigma dengan ikut melamar sebagai pengemudi ojek on-line tsb.

Inilah letak kreatifitas yg harus kita temukan. Kreatifitas yang bisa mengubah, memengaruhi orang dan kelompok untuk dapat berbuat atau bahkan merubah secara total paradigma lama untuk menerima paradigma yang baru

2. Imajinatif
Kreatifitas tidaklah muncul dengan sendirinya, ia hadir bersama realitas-realitas yg terjadi dihadapan kita. Sebagai contoh, kita menemui sebuah permasalahan tentang tata kelola sampah yang menjenuhkan di ibukota. Tentu secara reflek kita menginginkan sebuah perubahan. Saya yakin di dalam pikiran kita muncul ide-ide terobosan untuk mengurangi permasalahan sampah di ibukota. Hanya saja satu kelemahan kita. Kita berhenti pada tataran ide, ide kita seolah buntu dan hilang begitu saja karena kita tidak menulisnya. Mulailah dengan menulis ide-ide kecil. Pepatah mengatakan ide memiliki sayap. Tangkaplah ia sebelum terbang.

Kemudian setelah menulis, kita memerlukan sebuah langkah-langkag bagaimana untuk mewujudkan ide tersebut. Tentunya dalam menyusun langkah dan strategi pelaksanaan kita senantiasa menemui beberapa kendala. Kendala inilah yg musti kita atasi. Menggunakan pola pikir "set box" dan prosedural biasanya hasilnya sudah bisa diprediksi kegagalan atau keberhasilannya. Cobalah untuk membongkar sistem lama yang sudah berlaku. Buatlah imajinasi yang belum pernah dipikirkan orang lain. Nilai plus inilah yang dapat membuat kratifitas kamu berkembang pesat.

3. Kontroversi
Pernahkah kamu melihat bagaimana seorang Syahrini mengguncang Indonesia dengan trend yang ia buat? Begitu pula dengan Vicky Prasetyo yang heboh dengan tata bahasa yang ia kembangkan secara unik? Ya, kontroversilah yg membuat atensi beralih kepada kamu.

Kontroversi bisa bermakna bermacam-macam. Pertama, kamu berbeda dari kebiasaan yang selama ini orang lakukan, yang bermakna kamu bisa dianggap gila oleh sebagian orang. Dan mungkin dianggap kafir, murtad, atau liberal bagi kamu yg berkecimpung di hal-hal yg bersifat dogmatis seperti agama dan doktrin kenegaraan. Kedua, kamu memang salah pada dasarnya. Melenceng jauh dari prinsip dasar yang diakui secara sosial maupun formal oleh lingkungan kamu.

Kontroversi yg kamu hasilkan janganlah hanya sebatas kontroversi yg secara singkat dapat menarik atensi orang lain. Tapi, pastikan bahwa kamu tidak melanggar salah satu konsensus dari nilai-nilai yg berlaku dilingkungan kamu. Ingat, dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung.

4. Be nice and valuable
Yang paling utama dari kesemua itu adalah, apa yang kita hasilkan pikirkan, imajinasikan, kontroversikan, harus memiliki nilai positif untuk kemajuan. Lihatlah berbagai kegilaan dan kontroversi yang dilakukan oleh seorang Merry Riana dalam merengkuh mimpinya di Singapura. Atau, bisa kamu lihat ide-ide gila dari CEO buka lap#k yg menawarkan konsep bisnis online disaat masyarakat Indonesia tidak akrab dengan teknologi informasi.

Atau lebih jauh, betapa jeniusnya seorang Soekarno dalam menyusun sebuah pandangan negara pancasila yang sangat relevan untuk Indonesia hingga kini. Pancasila memersatukan berbagai bangsa yg berbeda ras, suku, dan agama.

Mereka semua memiliki lompatan pemikiran yang sangat jauh ke depan. Pemikiran yang melampaui zamannya. Sudah saatnya kita membuat atensi-atensi orang-orang sekitar yang lelah akan hiruk pikuk politik, dengan hal-hal yang memajukan, mencerahkan, dan memberdayakan. Salah satu ciri dari masyarakat madani yang bahasa kerennya disebut civil society adalah, mereka memiliki kesadaran yang sama untuk membangun dan memanajemen sistem sosial yang mengatur kehidupan mereka.

Jadi, mari mulailah dari hal yang terkecil, dari diri sendiri, dan dari sekarang untuk melakukan beberapa perubahan.
Salam.☺
***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan April. Silakan dibagikan jika menyukai Muhammad Husin Al Fatah sebagai pemenang.

Muhammad Husin Al Fatah
Seorang pembelajar melalui mengajar. Memiliki seorang kekasih hati Amelia Rizki dan memiliki putra Mafatihel Fikran. Belajar dengan peminatan linguistic, buday, sastra dan sejarah. Saat ini sedang berkarya di sebuah Perguruan Tinggi di Surakarta, Jawa Tengah. 


0 comments:

Post a Comment