Monday, 24 April 2017

Menjadi Guru Bukan Sekedar Mimpi

Mimpi bukan saja teruntuk mereka yang memiliki modal lebih dalam hidupnya. Bukan juga mereka yang memiliki kemampuan untuk melangkah. Tapi juga berhak bagi mereka yang berkeinginan walau tak memiliki banyak harta juga kemampuan untuk mengejar mimpi. Lalu dasar apa yang mengharuskan seseorang melupakan mimpinya. Laki-laki perempuan, miskin kaya, berhak bermimpi seperti halnya Dinda yang bermimpi untuk menjadi seorang guru. Gadis muda ini mengharapkan sebagai guru ahar ia menghasilkan anak bangsa yang mampu mengejar mimpi mereka. Tanpa ada kesulitan apapun walau semestinya tidak ada mimpi jika dibaliknya tidak ada rintangan. Dinda pun demikian sulitnya mengejar mimpi, bukan saja sulit dalam hal material tapi juga sulit mendapat dukungan dari sang ayah. Ayah dinda ingin agar ia menjadi seorang penjahit baju yang nantinya bisa ia kerjakan meskipun sudah berumah tangga. Tak hanya itu kesulitannya, Dinda juga diuji ketika dia harus membiayai kuliahnya sendiri. Karna orang tua tidak memberikan restu dalam mimpinya itu, sang ayah tetap pada pendiriannya. Jika saja Dinda ingin menjadi seorang penjahit maka seluruh kebutuhannya akan dipenuhi.


“ayah tidak akan memberi kamu sepeserpun jika kamu bersikeras menjadi seorang guru, menjadi guru itu harus pandai dan perlu banyak biaya. Kamu itu tidak pernah mendengarkan orang tua” 

Dinda tertunduk demi mendengar perintah sang Ayah walaupun selama ini apa yang diambil menurutnya baik dan tidak menyalahi aturan. Dinda tetap diam demi menghormati ucapan ayahnya tapi jika menyangkut dengan mimpi ia tetap pada prinsip awal yang ingin menjadi seorang guru. Terbukti selama 3 tahun ini Dinda mampu membiayai kuliahnya sendiri walaupun harus berulang kali dijatuhi omongan yang tidak enak dari ayah dan keluarganya. Dinda bekerja paruh waktu demi mengejar mimpinya, segala pekerjaan telah Dinda rasakan. Selagi itu halal dan tidak mengganggu waktu kuliahnya. 

Menjadi seorang guru memang bukan sekedar mimpi baginya guru adalah sebuah penghubung antara seseorang dengan mimpinya. Guru juga seseorang yang mampu menjadi orang tua kedua setelah orang tua di rumah. Dengan adanya guru banyak anak yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. Banyak sekali kenikmatan pahala yang akan ia dapat jika nantinya bisa menjadi guru. Siapa yang memberi hal baik maka ia akan mendapatkan hal baik pula, terbukti hingga saat ini guru memiliki nilai moral yang tinggi. Tidak ada guru yang tercipta sia-sia atau memang banyak orang tidak menghargai seorang guru. 

Satu hal yang membuat Dinda kokoh pada mimpinya, ketika Dinda mengikuti sebuah pengajian yang didalamnya itu seorang Kiai membicarakan tentang keutamaan seorang guru didunia hingga di akhirat. Kemudian mampu membuat hati Dinda tertarik dan menjadikannya prinsip hidup hingga saat ini. Sang kiai itu berkata;

“siapa yang menanam kebaikan sekarang (didunia) akan ia dapat kelak (diakhirat) walaupun itu satu huruf ajarkanlah, maka tidak akan rugi jika seseorang itu memberi ilmu yang ia dapat. Jusru akan terus bertambah, bertambah ilmu, bertambah juga pahala serta kesejahteraan dalam hidupnya. Beruntung jika kalian disini sudah menjadi guru jika belum bisa menjadi guru maka usahakan memberi seperi yang saya ucapkan tadi.”

Ucapan yang selalu Dinda ingat dikala ia merasa buntu dalam menjalani semua mimpinya. Ucapan kiai kala itu mampu menggetarkan hati Dinda. Hingga secara otomatis Dinda pun memiliki kekuatan spiritual tersendiri dalam meraih tujuannya. 

Setelah genap 3,5 th Dinda mengenyam bangku kuliah jurusan pendidikan maka Dinda dinyatakan lulus dengan nilai terbaik. Kategori lulusan terbaik juga skripsi terbaik telah Dinda dapatkan, dengan sujud syukur Dinda ucapkan mulutnya tak henti bertasbih padaNya. Hingga pada kelulusan Dinda yang terakhir orang tua dinda tak kunjung membuka perdamaian pada anak perempuannya. Di ujung kebahagiaan Dinda sangatlah kurang karna tidak adanya kehadiran mereka. Hingga pada acara wisuda Dinda datang sendiri tanpa ditemani siapapun orang terkasih ataupun keluarganya. Namun sebuah kejutan jika disaat Dinda berdiri didepan pintu gedung Dinda melihat sekumpulan orang yang seperti tak asing baginya. Dinda melihat ayah, ibu, kakak, serta adiknya berlarian menuju tempat dinda tadi merenung. Sungguh sebuah kejutan yang tadinya keluarga Dinda cuek terhadap acara kelulusannya kini semua kebahagiaan lengkap sudah. Sang ayah yang tadinya bergelut pada pendiriannya kini memeluk Dinda dengan penuh kasih sayang.

“maafkan ayah yah nak seharusnya ayah menemani masa tersulit kamu dalam menggapai mimpi, tadinya ayah dan ibu membuat rencana agar kamu tidak perlu tahu jika ayah akan datang. Tapi demi membalas semua kerja keras kamu ayah beserta keluarga datang dan membawa sebuah hadiah untuk kamu. Kamu memang tidak jauh seperti ayah jika ingin sesuatu dikejar hingga dapat. Selamat yah nak ayah bangga sama kamu putri ayah paling cantik sedunia”

“terimakasih yah ayah juga ayah terbaik bagi Dinda, 3,5 th bukan menjadi masalah bagi Dinda jika ada jarak diantara kita asal saat ini jarak itu telah hancur dan keluarga kita utuh kembali”

Akhirnya mereka saling berpelukan lalu membawa Dinda masuk kedalam gedung yang mewah Seluruh wisudawan wisudawati siap menerima penghargaan dari Rektor maupun Senat. Lengkap sudah kebahagiaan Dinda dalam mencapai sebuah gelar untuk selanjutnya  Dinda akan berjuang kembali dalam meraih mimpinya sebagai guru.

Sekian

***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan April. Silakan dibagikan jika menyukai Karimah sebagai pemenang.

Karimah

Asal Surabaya. Mahasiswa aktif di Universitas Sunan Giri Surabaya Jurusan Pendidikan Agama Islam.  Suka menulis mulai dari kelas 9 Smp. Pengembangan sejak kelas 12 Smk. Cita-cita tertinggi keliling dunia dan menulis peradaban di dunia. Cerita di atas tak jauh beda dengan mimpi kebanyakan orang hanya saja ilustrasinya lebih ke profesi guru. So karna guru bagi aku tuh permata sekali gak hanya guru sih semua profesi harus bisa dijalani dengan profesional.
Motto hidup : 
Jangan katakan susah jika belum mencoba....--

0 comments:

Post a Comment