Friday, 21 April 2017

Mother in Law “Ibu Mertua”

Jangan menganggap orang lain salah jika mereka berbeda dari kita, karena menurut mereka itulah sisi terbaik yang mereka lakukan.


Rina memutuskan menikah pada usia 22 tahun ketika itu ia masih seorang mahasiswi semester 6 di salah satu iniversitas swasta. Rina dinikahi Reza 26 tahun yang bekerja sebagai pegawai pemerintah. Mereka berdua bertemu melalui media sosial. Ketika mereka sudah saling mengenal selama 3 bulan, Reza mengajak Rina untuk menemui orang tua Reza dan memperkenalkannya. Sesampainya mereka di rumah Reza, Rina disambut hangat oleh kedua orang tua Reza dan adik Reza.

Ibunya Reza memanggil Rina dan mengajaknya ke belakang. Ibunya Reza menanyakan dan membicarakan hubungan anaknya dan Rina. Beliau menanyakan bagaimana bertemu Reza lalu apakah serius menjalin hubungan ini. Sampai ibunya Reza mengatakan pada Rina “jika memang hubungan kalian tidak serius dan hanya main-main saja lebih baik tinggalkan Reza saat ini juga.” Lalu beliau menceritakan bahawa Reza dulu pernah hampir menikah setelah bertunangan selama 5 tahun. Tetapi mendadak dibatalkan oleh perempuan tanpa alas an yang jelas. Sejak saat itu ibunya Reza tidak mempercayai perempuan yang berhubungan dengan Reza, karena beliau takut Reza akan mengalami kegagalan lagi. Rina pun menjawab jika dirinya memang serius dengan Reza, walaupun sebenarnya Rina bimbang. Karena ini pertama kalinya ia menjalin hubungan dengan seseorang yang serius. 

1 tahun setelah itu Rina dan Reza menikah, hubungan Rina dengan ibu mertuanya pun tidak terlalu buruk. Rina merasa hanya perlu pendekatan saja agar bisa lebih dekat dan dipercaya oleh ibu mertuanya. 3 bulan setelah menikah Rina hamil, kehamilan ini membuat ibu mertuanya sayang kepada Rina. Dan Rina pun berfikir ini adalah awal dari semuanya menuju yang lebih baik. Hingga suatu ketika adik Reza bernama Rio yang masih kuliah semester 2 mengenalkan kekasihnya bernama Risa ke kedua orang tuanya. Awalnya semua baik-baik saja. Rina pun menjalin hubungan baik dengan Risa dan mereka juga sering keluar berdua.

Semakin hari semakin terasa berbeda perlakuan khusus yang diberikan ibu mertua Rina kepada Risa. Awalnya Rina merasa hanya pikiran buruknya saja atau mungkin hanya perasaannya saja. Suatu ketika Rina yang hamil 7 bulan berkunjung ke rumah mertuanya untuk sekedar berlibur. Ketika itu Risa juga berada di sana. Risa merasa senang karena ada teman untuk mengobrol karena memang usia mereka tidak terpaut jauh. Ibu mertua Rina memanggil Risa kekamarnya ketika semua anggota keluarga berkumpul di halaman depan. Rina tidak tau apa yang mereka berdua bicarakan di dalam kamar ibu mertuanya, hanya suara tertawa terbahak-bahak yang Rina dengar. Rina merasa sedikit kesal karena ibu mertuanya tidak pernah seperti itu atau memperlakukan Rina seperti itu. Tetapi Rina kembali menipis pikiran buruknya tersebut. Setelah 1 jam Risa keluar dari kamar ibu mertua Rina dengan membawa beberapa baju baru yang terlihat masih ada hangtag nya. Rina yang sempat berfikiran buruk segera menepis itu dan berfikir tidak mungkin muat jika baju itu diberikan kepada Rina mengingat perutnya yang semakin membesar.

Saatnya tiba untuk Rina melahirkan, Rina pun dijadwalkan untuk operasi, karena tidak memungkinkan melahirkan secara normal, karena bisa membahayakan janin dan dirinya. Keesokan harinya Rina yang sedang bersiap-siap dibantu oleh suaminya yang khawatir dan gugup menantikan operasinya siang nanti. Ibu dan ayah mertua Rina sudah datang dan memberikan semangat untuk Rina agara tidak takut dan tegang saat operasi. Semua anggota keluarga sudah menunggu Rina yang saat itu berada di ruang operasi. Wajah tegang terlihat diraut muka Reza. Setelah 2 jam lebih akhirnya bayi laki-laki sehat dan tampan suster berikan ke Reza untuk diadzani. Ini adalah cucu pertama dari kelurga Rina maupun Reza. Semuanya sangat senang melihat bayi laki-laki tersebut.

3 bulan setelah Rina melahirkan pertama kalinya Rina dan Reza mengajak bayinya pulang ke orang tua Reza. Mereka berdua sangat bahagia melihat cucu mereka. Rina juga merasa senang karena ibu mertuanya mulai memperhatikannya lagi. Rina berharap akan seperti ini seterusnya. Ternyata itu tidak berlangsung lama. ketika bayi Rina sudah berusia 1 tahun kejadian-kejadian yang membuat Rina bersedih semakin menjadi.

Hingga suatu ketika Rina tidak kuasa menahan air mata nya dan terlihat oleh Reza, dan membuat Reza bertanya kenapa istrinya tersebut menangis. Rina yang tak kuat menahannya mulai menceritakan kejadian yang ia alami ketika berada di rumah ibu mertuanya, terlebih ketika Risa mulai menjadi api. Rina bertanya kepada suaminya “apakah pernah kamu wahai suamiku selama ini melihat aku sebagai istrimu di panggil ke kamar ibumu dan diajak untuk hanya sekedar mengobrol di dalam kamarnya ?”

“Tidak, apakah itu yang jadi masalahmu ?” Tanya Reza

“Benar tidak pernah sama sekali. Tapi tidak dengan Risa, dia yang bukan atau belum resmi menjadi keluarga sudah sering dipanggil oleh ibumu untuk mengobrol hingga tertawa dan bahkan ibumu memberikannya beberapa potong baju untuknya."

“Apa kamu cemburu apa yang dilakukan ibuku terhadap Risa? Mugkin bukan seperti yang kamu fikirkan.”

“Aku selama ini tidak pernah membicarakan ini karena aku tau betapa dekatnya kamu dengan ibumu hingga kamu mungkin tidak akan pernah mempercayai apa yang kukatakan. Awalnya aku mengira ini hanya sebuah perasaan cemburuku saja, tapi semakin kesini ini sudah terlewat batasku untuk menahan untuk tidak menangis."

“Apa ada yang kau sembunyikan dariku “ Tanya Reza kembali.

“ Banyak" singkat Rina.

“Coba katakan, aku akan mendengarmu”

“Apa kamu akan mempercayai semua yang kukatakan jika aku ceritakan? aku tidak yakin sebab itu menyangkut ibumu. Aku tidak ingin menjadi penghalang bagimu dan ibumu.” Jelas Rina

“Aku berjanji akan mempercayaimu.”

Rina mulai menceritakan dari awal ia bertemu sebelum menjadi menantu hingga menjadi menantu di keluarga Reza. Rina bercerita ketika dia berada di rumah ibu mertuanya dan disuruh memasak oleh ibu mertuanya, ketika itu Risa bersama ibu mertuanya menonton tv . Ketika mulai makan pun ibu mertuanya menyuapi Risa dengan tangannya, bahkan Rina yang memasak tidak diperbolehkan makan lebih dulu karena harus mencuci piring. Padahal saat itu Rina sedang mengandung bulan. Suatu hari lagi Rina, Risa dan ibu mertuanya belanja di sebuah mall. Rina ingin membeli baju hamil karena memang dia belum memiliki baju hamil satu pun mengingat usia kandungannya sudah mulai membesar. Rina mencoba membeli 1pcs baju hamil dengan harga 250rb tapi ibu mertuanya mengatakan baju itu terlalu mahal. Padahal saat itu Risa telah dibelikan 4pcs baju dengan harga yang lebih mahal. Dan ketika pulang dari mall Rina diturunkan di pinggir jalan dan disuruh pulang jalan kaki dengan alasan Rina sedang hamil dan perlu jalan kaki. Padahal saat itu jalan menuju rumah masih 5km dan tidak ada angkutan. Dan kejadian lain Rina yang tidak pernah diajak kerumah saudaranya yang ada di luar kota kali ini mereka mengajak semua untuk mengunjungi, bahkan Risa pun ikut. Malam harinya mereka menginap di hotel. Berhubung Risa belum menikah dengan Rio jadi dibagi kamar perempuan dan kamar laki-laki. Tetapi Rina tidak diperbolehkan oleh ibu mertuanya untuk tidur di atas tempat tidur karena akan sempit jika bertiga tidur di tempat yang sama, jadi Rina di suruh tidur di lantai.

Semua kejadian itu tidak pernah dianggap oleh Rina hingga suatu ketika Rina mendengar bahwa Risa telah dibelikan sebuah mobil oleh ibu mertuanya, Rina merasa cukup terpukul Rina yang menjadi menantu saja diperlakukan tidak baik, alih-alih dibelikan sebuah mobil, sebuah baju pun tidak pernah. Rina sama sekali tidak mengharapkan imbalan atau pemberian dari ibu mertuanya, tetapi ia tidak terima jika keluarganya ikut merasakan ketidakadilan ibu mertuanya. Bahkan orang tua Rina pernah diusir oleh ibu mertuanya ketika ingin berkunjung, dengan dalil sedang sibuk dan banyak saudara Rio dari luar kota yang akan datang. Ternyata ibu mertua Rina menjemput orang tua Risa untuk diajak berlibur. Betapa sakitnya Rina mengetahui hal yang dilakukan ibu mertuanya tersebut kepada keluarganya.

Reza menangis mendengar penjelasan Rina, dan Reza ingin menemui ibunya dan meminta penjelasannya. Tetapi Rina mencegahnya, dan mengatakan “ jangan lakukan atau merubah sikapmu terhadap ibumu, karena beliau yang telah melahirkanmu. Tetaplah menjadi anak ibumu seperti biasanya, karena aku tidak ingin menjadi penghalang atau menyebabkan kamu jauh dari ibumu. Biarkan aku menyimpan ini semua, karena aku yakin suatu saat ibumu akan bias menyayangiku sebagai menantunya. Kamu harus berjaji tidak akan mempersalahkan ibumu. “ Pinta Rina.

4 bulan berlalu setelah Risa dibelikan mobil oleh ibu mertua Rina. Tiba-tiba rio menangis menjadi karena tepat 2hari sebelum Rio bertunangan dengan Risa. Rio melihat Risa bersama laki-laki lain yang jauh lebih kaya dan membawa kabur periasan dan mobil Rio. Bahkan Rio juga tidak bisa menghubungi keluarga Risa karena mereka sudah pindah rumah. Ibu mertua Rina terpukul dan jatuh sakit dengan kejadian ini. Dan Rina dengan ikhlas merawat ibu mertuanya yang edang berbaring lemah di rumah sakit. Bagaimanapun kehidupan Rina jauh lebih baik dari Risa.

Percaya jika hari esok akan menjadi lebih baik, jika hanya dengan putus asa dan berhenti mencoba, maka esok kita tidak akan pernah bisa melihat keajaiban(mukjizat red) itu datang.

***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan April. Silakan dibagikan jika menyukai Nur sebagai pemenang.

Nur Fauziah

Biasa dipanggil Zia. Saya berusia 25 tahun ibu rumah tangga dan berjualan (OLSHOP). Menulis adalah hobi saya, terutama puisi dan cerpen. Mungkin karena saya lulusan sastra Indonesia, yang menjadikan saya suka menulis. Kehidupan saya juga biasa-biasa saja tidak ada yang terlalu istimewa. Saya mengikuti arisan godok ini memang saya ingin melihat apa tulisan saya memang pantas untuk pembaca, atau hanya tulisan sampah belaka. Karena setiap kegagalan (kesulitan) selalu ada harapan dibaliknya.

0 comments:

Post a Comment