Wednesday, 5 April 2017

Seblak dan Kenangan Masa Putih Abu - Abu

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini. Kalau belum, yuk kita kenalan dengan menu yang fenomenal ini. Seblak merupakan  kuliner khas Jawa Barat, tepatnya dari Bandung.  Seblak umumnya terbuat dari kerupuk yang direbus terlebih dahulu. Namun, tidak sampai matang kemudian dimasak dengan menggunakan campuran racikan bumbu-bumbu dapur seperti; bawang putih, kencur, penyedap rasa dan cabai rawit untuk menambah sensasi pedas dengan tambahan telur, sawi putih, bakso, otak-otak dan gorengan yang menambah kelezatan dari menu ini.

sobatinfo.com
Nah, sekarang kamu sudah tahu kan seblak itu seperti apa. Berbicara tentang seblak bagi saya sama halnya membuka lembaran-lembaran kenangan semasa duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) lima tahun silam. Sewaktu SMA, saya dan kelima teman saya sering menikmati sensasi kepedasan yang ditimbulkan oleh seblak. Biasanya kami ramai-ramai mengunjungi warung dekat sekolah yang menyediakan menu ini sepulang sekolah. Seblak saat itu memang menjadi makanan favorit kami ber-enam, walaupun dari ke-enam orang sahabat itu hanya saya yang tidak suka dengan pedas dan lucunya saya sering diledek oleh kawan-kawan saya ketika saya makan seblak dan akhirnya menangis karena kepedasan.

Seblak memang sudah menjadi makanan “wajib” saat kami ber-enam kumpul bersama, entah saat sedang menunggu kumpul eskul ataupun menunggu waktu pulang ke rumah dengan bersantai terlebih dahulu menikmati seblak yang rasanya enak dan pedas. Seblak sangat cocok kami nikmati sepulang dari sekolah apalagi kalau sehabis mengikuti mata pelajaran matematika, fisika dan kimia. Semua pelajaran itu memang sangat menguras energi dan membuat kepala pusing. Ya, solusi yang tepat untuk menghilangkan pusing itu bukan sedikit-dikit minum obat, tapi dengan menyantap seblak dengan level kepedasan yang super. Padahal saya tidak suka pedas loh.

Seblak bagi saya bukan hanya sekedar kuliner khas Jawa Barat yang harus dipopulerkan, disosialisasikan kepada penerus bangsa agar tidak tergerus zaman dan menghilang dari peradaban, cielah bahasanya tingkat tinggi banget nih, sob. Bagi saya dari seblak yang sederhana ini menyimpan banyak kenangan yang tidak bisa saya lupakan, karena itu kalau saya rindu bin kangen dengan sahabat saya pasti saya langsung makan seblak, bukannya telepon atau temuin ke rumahnya aja ya.  Jarak dan waktu yang memisahkan saya dengan para sahabat tercinta memang membuat saya merana karena harus menanggung rindu teramat dalam. Namun, dengan memakan seblak lah, cara paling ampuh yang bisa mengusir rasa rindu yang mendalam pada sahabat-sahabat saya. 

Semasa SMA yang saya ingat juga adalah ketika itu saya memang tak punya uang sama sekali, jadi waktu itu saya tak bisa ikut sahabat saya untuk membeli seblak, tapi emang dasarnya sahabat saya itu baik-baik jadi saya dibeliin deh sama mereka. So sweet banget kan, sob

Seblak dan kenangan masa putih abu-abu memang tak bisa saya lupakan begitu saja. Kenangan-kenangan itu merupakan potongan-potongan puzzle yang harus disusun sedemikian rupa agar menjadi puzzle yang utuh. Kenangan tentang seblak merupakan bagian penting dari keutuhan puzzle itu. Tanpa adanya kenangan tentang seblak, maka puzzle itu tidak akan utuh dan akan ada sebuah moment yang hilang dari memori. Kenangan itu akan raib ditelan zaman yang berubah, masa yang berubah dan lingkungan yang berubah. Kenangan itu tidak akan berarti kalau kita tidak menyimpannya dalam memori dan sebuah catatan yang panjang. Salah satu cara untuk mengingat sebuah kenangan yang sangat penting dan berharga adalah dengan kita mengaitkan dengan sesuatu yang remeh temeh seperti warna baju yang dikenakan, warung tempat makan, sepatu yang digunakan bahkan makanan yang sering dimakan bersama-sama.

Seblak, lagi-lagi membuat saya percaya akan arti sebuah persahabatan. Persahabatan bukanlah sesuatu yang harus dibangun secara mahal. Namun, persahabatan bisa terjalin karena hal-hal yang sederhana. Bagian terpenting dari persahabatan adalah sebuah kepercayaan satu sama lain. Sekali lagi, walaupun jarak dan waktu membentang luas, kubiarkan kata-kata berkelana menembus hati yang jauh dari pandangan mata. Sahabat tidak akan bisa tergantikan untuk selamanya.

Kenangan masa putih abu-abu memang sangat berkesan dan selalu diingat sepanjang masa. Sekecil apapun kenangan itu pasti berkesan di hati pemirsanya eh maksudnya di hati para alumni di sekolah manapun. Salah satunya adalah kebiasaan makan bersama apalagi ada menu favorit, pasti kebayang deh keseruan dan kebersamaannya. Pokoknya masa putih abu-abu paling keren deh, paling berkesan tak bisa dilupakan oleh hati dan pikiran. Sekian artikel dari saya, semoga bisa bermanfaat dan mengingatkan kamu, kamu dan kamu pada mantan terindah eh maksudnya sahabat terindah. Satu pesan saya awas baper entar kecebur loh. He he he

***

Tulisan ini ikut Arisan Godok Bulan April. Silahkan dibagikan jika menyukai Eka Puspitasari sebagai pemenang.

Eka Puspitasari

Kelahiran Bogor, 15 November 1996. Hobi saya adalah menulis puisi, bercerita ditambah makan Seblak. 

0 comments:

Post a Comment