Tuesday, 18 April 2017

Secret Admirer

Kau membuat mimpi baru. Senyum yang bersinar seperti bintang. Ingin sekali meraihmu. Kau jauh di sana. Kau begitu elok. Dipuja banyak orang. Terlalu tampan tukku miliki. Kesempurnaan yang begitu lengkap. Kau tak ayal seperti pelangi. Memberi warna tersendiri dalam hidup. Bukan hanya suka. Namun juga luka. Padahal tak ada ikatan antara kita. Kita? Bahkan tak seharusnya terpikir. Rasa ini ada begitu saja. Mengalir apa adanya. Dan tak pernah usai. Aku simpan semua untukku sendiri. Tak ingin orang lain mengerti. Karna hanya aku yang memiliki. Rasa rindu yang kian mendalam. Tuhan, buat semua ini menghilang(!)


Tahukah engkau?Aku tak suka dengan pertama pertemuan kita. Kau meminta teman mu main kasar ketika melawan diriku.
Ingatkah engkau?
Ketika kau duduk selonjor di tangga kelasku. Aku dan sahabatku melewati mu.
"Kak, maaf mau lewat" ucap ku saat itu. Kau beranjak. Berdiri di sampingku
"Dari tadi lewat-lewat terus dek" jawab mu. Hah! Entahlah, mendengar suara mu sedekat itu. Membuatku menggila.

Ku yakin kau tau!
Ya, temanku ada yang meminta nomor telponmu. Dan aku pastikan kau mengerti. Bahwa aku yang menginginkan nomormu. Dan saat kau memberi nomormu. Aku pun ada disana. Bahkan hingga saat ini tulisan tangan nomormu itu masih kusimpan rapi di dompetku. Satu-satunya karyamu yang kumiliki.

Engkau alasan!

Mungkin melepasmu dari pandanganku memang sulit. Hanya itu satu-satunya tempatku dapat melihatmu. Senyum, tingkah dan segala yang kau lakukan. Salah satu hal yang membuat cepat datang dan tak ingin pulang.

Kaulah semangat!

Untuk kesekian kalinya. Kau satu-satu alasan untuk masuk pramuka. Event apapun ku ingin ikut. Berharap dengan cara itu bisa melihat mu. Meski sesudah perpisahan terjadi. Hanya pramuka satu saksi bisu kebahagiaan ku. Saat seluruh dunia tak suka kau ada disitu. Kau merusak rencana semua orang di sana. Setiap ada diri mu, mereka tak suka. Pernah suatu ketika, aku menangis hanya karna menghakimi mu. Menyebutkan kesalahan mu. Menghancurkan persami itu. Jhahaha. Entahlah, kenapa harus menangis? Bodohnya diriku. Padahal kau yang dicaci. Namun, aku yang tesakiti.

Asal kau tau!

Saat remuknya jatung ku. Ketika luka yang begitu perih hinggap dihati ku. Saat air mata ku yang berbicara. Kau datang. Hanya sekian detik melintas dihadapan ku. Membuat duka ku sirna. Mungkin kau tak melihat ku karena keramaian. Namun, Tuhan menciptakan hal yang indah. Kau terekam dalam video rekaman ku saat itu. Dan aku masih bisa tetap mengenang mu.

Mengertilah engkau!

Sejauh apapun kau saat ini. Bahkan hingga aku tak bisa menemui mu lagi. Aku selalu meluangkan waktu untuk mencari mu. Entah, stalk facebook mu. Menbaca status-status mu yang sudah puluhan kali ku baca. Melihat gambar BBM mu. Atau sekedar membuka puluhan photo instagram mu. 

Engkau saat ini!

Engkau tetaplah sama. Dimana pun engkau. Aku bersama mu. Engkau masih disini. Di relungku paling dalam. Masih dengan rasa cinta yang sama.

Kau sampai kapan?

Entahlah, harus berapa lama lagi. Kau sudah lama didalam sana. Mengunci hati dan pikiran ku. Terlalu sulit melupakan mu. Satu tahun telah berlalu. Namun, kau masih disana. Direlung dan mimpi ku. 

Kau telah masuk dalam diriku. Ku tak sanggup melepas mu. Cukup kau hilang dari menglihatan ku. Kau takkan hilang dari hati ku. Bahkan, khayalan ku tak berhenti memikirkan mu. Ketahuilah, rasa ini jujur. Entah, sampaikan rasa ini kan terpendam. Namun, aku tak bisa berbuat banyak. Hanya mampu menggores pena. Berharap kau membaca dan menyadarinya.

Keajaiban

Seakan kaki tak mampu berpijak.
Dengan rasa yang tak kunjung pudar.
Tak ada lagi yang bisa ku lihat.
Hanya ada semu bayangan.
Aku masih sama seperti dulu.
Dengan rasa yang sama.
Tetap disini menunggu.
Termenung akan kehadiran.
Aku yakin kan pada bulan.
Bahwa bintang kan kembali terang.
Ku harap pada hujan dapat kembali.
Memberi sebuah indah pelangi.
Aku terus berontak dari logika.
Karna percaya akan cinta.
Mencoba bersahabat dengan asa.
Yang hampir tak kuasa.
Memendam cinta didalam dada.
Menggebu didasar jiwa.
Maaf jika ku terlalu mengganggu
Hanya untuk menunggu
Suatu hal yang tak pasti
Ku dapat dari hati kecil
Yang kau miliki sekarang ini
Izinkan aku mencintai
Dirimu segenap hati
Hingga kan hilang nanti
Ku tau kan segera sirna
Segala rasa yang tak pantas
Ku pertahankan dalam do'a
Biar waktu yang menjawab
Tuhan yang memberi rasa ini
Dia juga yang menghilangkannya
Biarkan ku hanyut dalam khayalan
Dan menunggu keajaiban Tuhan. 😊😇
#SecretAdmirer 😫😪

***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan April. Silakan dibagikan jika menyukai Diah Wahyuni sebagai pemenang.

Diah wahyuni

Umur 12 tahun. Asal dari Blora, Jawa Tengah. Saat ini masih kelas XI. Saya sekolah di SMK N 1 JATI dengan mengambil jurusan Administrasi Perkantoran. Saya suka nulis. Tapi nulis sastra. Kalau nulis materi pelajaran males.

0 comments:

Post a Comment