Tuesday, 18 April 2017

Seharusnya Wanita itu Mesti Gimana?

Perkenalkan nama gue Raudha Nurjannah bisa dipanggil Raudha, Niki, Kajol ataupun sayang. Gue adalah seorang wanita yang sebenar-benarnya wanita versi gue bukan cowo, banci, atau apapun itu. Gue cewe normal yang suka sama cowo mapan, kaya ganteng dan baik. lol.

Btw, ngomongin tentang cewe dulu gue sempat ragu sama diri sendiri apakah gue ini pantas dikatakan cewe atau gk karena banyaknya opini-opini yang gue dengar di sekitar kalau cewe yang sebenarnya itu mesti gini gitu. Banyak aturannya, beda tempat, beda juga persepsinya. Misal kalau di kampung mayoritas meyakini cewe itu harus harus bisa masak, peka akan kebersihan rumah, rapi, gak sering jalan lebih suka di rumah, kuat agamanya bla bla bla. Itu yang di kampung yah. Kalau di kota beda juga standarnya, yang dianggap cewe itu cuma yang pintar, cantik putih, punya masa depan dan juga yang baru-baru ini diberlakukan yaitu jago selfy, Fotonya keren-keren di IG. :p

Lalu kemudian gue yang sebagaian besar tidak memiliki semua itu mulai bertanya-tanya apakah masih layak gue dianggap wanita? Soalnya jelas gue jauh dari kata cantik, gak tau masak, jorok sukanya cuma main doank, sukanya happy happy aja.

Jujur persepsi tersebut pernah buat gue tersiksa, seperti misalnya ketika lagi di kampung nemenin mama tercinta ke pesta atau acara keluarga pasti gak jarang buat gue dongkol sebab terlalu banyak mulut-mulut yang nyindir-nyindir. Soalnya gue kebanyakan menyendiri di pojokan, asik sendiri dari pada ke dapur bantu-bantu orang-orang masak atau apapun itu. Gak sedikit juga tante-tante yang ngomong langsung ke gue katanya kalau gak tau masak yah belajar. Jangan malas-malasan, gak baik apalagi gue cewe. Dalam hati kalau emang dasarnya gak suka mau belajar gimanapun tetap gak bisa bu. Belum lagi yang makin buat jengkel itu kalau udah dikait-kaitin dengan jodoh atau masa depan. Ampunnnn!

Pengalaman lain juga ketika sedang berada di dunia kampus, gue berada di lingkaran akademisi, Tuntutan sebagai cewe itu bukan lagi yang mahir urusan dapur. Tapi cerdas, bersih, feminim, cantik, ramah dan segala yang lainnya. Gue yang tidak memiliki itu yah jelas merasa terkucilkan, teman gue gak banyak, cowo-cowo impianpu gak ada yang mendekat. Gue frustasi dengan pandangan orang tersebut. Gue ngerasa gak dianggap sebagai wanita oleh lingkungan gue. Gue dinomorsekiankan sebagai wanita.
 
Gue akhirnya memutuskan untuk menjadi seperti yang mereka standarkan untuk seorang wanita. Gue belajar masak, sifat ketomboy-tomboyan yang gue miliki perlahan saya  jinakkan. Saya mulai memakai pakaian wanita yang seharusnya, kebiasaan ketawapun saya minimalisir. Sebelumnya yang cuma mandi 2 kali sehari sekarang gue tambah tiga kali. Gue berusaha menjadi wanita pembersih dan rajin. Gue mulai belajar menggunakan make-up. GUE ingin berubah meskipun SUSAH!

Setelah mejalani proses perubahan tersebut lalu apa yang  gue rasakan kemudian, gue gak nyaman. Gue tersiksa, dalam diri gue berasa ada orang lain. Meskipun di mata orang sekitar gue udah lebih baik dari sebelumnya tapi tetap aja gue gak pecaya diri.

Akhirnya perlahan makin ke sini gue mulai mikir sampai kapan gue kayak gini disiksa oleh persepsi orang-orang. Oleh kemauan orang-orang, oleh mitos-mitos yang gak jelas. Apa yang mesti gue lakuin? HELPPPP !

Guepun kembali ke diri gue yang dulu, tapi tidak sepenuhnya seperti yang dulu. Ada pemikiran dan keyakinan baru yang gue pegang yaitu menjadi wanita yang cantik, menarik dan jago diurusan dapur itu emang baik dan perlu. Tapi yang lebih penting adalah menjadi diri sendiri, menghargai diri sendiri. Menjadi diri sendiri tidak juga berarti kita harus mempertahankan dan mengawetkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang kita miliki, kita harus berubah dengan pelan-pelan. Membuang kebiasaan-kebiasaan yang merugikan. Misalnya jarang mandi itukan juga gak baik buat kesehatan. Gak mesti cantik kok yang terpenting  kita punya kebiasaan-kebiasaan yang baik aja. Lagian bagaimanaun juga kebiasaan buruk akan merugikan kita pada suatu saat nanti. Percayalah.

Jadi inti dan kesimpulannya cewe itu mesti gimana? Yah gitu sebagai cewe sudah seharusnya kita memiliki pebedaan dengan laki-laki dengan cara menanamkan jiwa-jiwa kewanitaan dalam diri sendiri. Misalnya pembersih, gak ngeroko kayak cowo, setia sama pasangan, bukan cabe-cabean dan yang terpenting kalau ngedit foto jangan overfilter #Eh :D

***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan April. Silakan dibagikan jika menyukai Raudha sebagai pemenang.
 
Raudha Nurjannah 
11 Agustus 1994, merupakan seorang mahasiswa di salah satu PTN di Makassar. Hobby nulis sejak 2012 tapi aktif nulis baru dua tahun lalu sejak putus dari mantan.

0 comments:

Post a Comment