Monday, 10 April 2017

Trik Agar Maling Tidak Ketahuan Vs Trik Agar Tidak Kemalingan

Maret saya mengirim tulisan ke GODOK.ID tentang hiruk-pikuk komplek tempat saya tinggal, alhamdulillah tulisan itu menginspirasi orang lain, semacam mendapat referensi gitulah, sehingga tanggal 14 Maret tulisan saya di posting, tanggal 15 Maret rumah saya dimasuki maling. Ada yang menarik dari kejadian ini, seolah-olah tidak ada kejadian kalau dilihat, namun pas istri saya sampai di pintu, rupanya kuncinya sudah rusak, isi rumah berantakan, pintu kamar dikupak dan laci rahasia yang menjadi targetnya. Kami membayangkan, si tuan maling sangat tergesa-gesa, sehingga tidak banyak yang dapat olehnya ada yang dibawa ada yang tercecer tertinggal.

vemale.com
Lalu apa sebenarnya penyebab maling di komplek-komplek merasa nyaman dan merupakan sasaran empuk olehnya. Terang saja, dia memanfaatkan keadaan komplek yang lengang pada saat jam kerja dan ketakutan orang, baik tetangga dan pak RT untuk menegur orang yang terkesan mencurigakan. Misalnya, si maling sudah menarget satu rumah, dia sudah intai kapan kita pergi dan pulang, lalu pas kita tidak ada di rumah, dia datang ke rumah kita, tentu tujuannya untuk maling, kalau ada orang yang menegur, si maling akan jawab dan balik menegur, kalau dia bongkar secara paksa gembok, tiba-tiba orang bertanya, dia jawab, iya, kuncinya hilang, Bapak anu yang nyuruh, Ibu anu yang nyuruh, sambil menyebut nama kita. 

Atau ia katakan, bahwa dia adalah saudara, sanak famili kita dari kampung. Bahkan pernah ada kejadian, si maling sedang beraksi pada rumah yang ditinggal orangnya saat lebaran, tiba-tiba tetangganya datang, gerombolan maling pura-pura duduk sambil merokok, salah satu dari maling langsung menyapa mobil yang lewat, "baru pulang pak?" si tetangga menjawab, "iya, pindah ya pak?" "iya pak...."begitu beraninya. 

Satu hal lagi, biasanya kita suka menyimpan barang berharga pada tempat yang mudah diterka dan ditebak, banyak berita koran dan TV yang kita saksikan tentang peristiwa kemalingan, pasti yang menjadi targetnya itu, ruangan terkunci, lemari terkunci dan didalamnya ada laci rahasia, sudahlah, jangan simpan di situ lagi, simpan saja ditempat yang biasa-biasa saja, tetapi pastikan bahwa ingatan anda selalu sehat, kalau sering lupa, bisa jadi juga hilang sia-sia. Lalu dimana tempat menyimpannya yang aman? Anda jangan mendesak saya untuk menyebutkan dimana mau disimpan, tidak mungkin saya sebutkan dalam tulisan ini. Nich saya kasih saja trik agar tidak kemalingan dirumah ya : 

Pertama, pastikan anda punya barang berharga, misalnya, emas, surat berharga seperti, surat tanah, surat nikah, surat keputusan, STNK, BPKB, surat mantan, foto mantan dan lainnya. Kedua, Simpan barang berharga anda pada tempat yang tidak terkesan rahasia, tidak terlihat oleh si maling dan orang yang lalu lalang masuk rumah kita. Ketiga, Hidupkan TV atau elektronik lainnya yang mengeluarkan suara pada saat anda meninggalkan rumah dalam jangka waktu tidak terlalu lama, misalnya 1 s/d 5 jam, jangan sampai satu hari, nanti semua barang berharga anda bisa hilang di maling si jago merah. Keempat, buat stiker bertuliskan “rumah ini ada cctvnya”. Kelima, Semua trik yang sama sebutkan tidak perlu anda lakukan, jika anda tidak punya barang yang berharga, sia-sia tau. 

Keyakinan saya, kita semua pernah melakukan maling atau “nyuri”, iya kan, setidaknya nyuri hati seseorang, atau benda kecil seperti mancis dikalangan perokok berat. Kalau saya, ngaku aja nich, hitung-hitung pengakuan dosa, hehe.... Pengalaman maling yang berkesan bagi saya saat kecil dulu, yaitu maling buah duku. Kami waktu itu ada berlima, target sudah jelas, duku yang sedang berbuah lebat dan sudah menguning, besar pohonnya pas serangkulan, kira-kira 3 meter tangan sudah bisa meraih dahan yang pertama. 

Hari dan waktu aksi sudah ditentukan, yaitu suatu malam habis sholat Isya, lokasi target cukup jauh berada pada kebun di pinggir sungai dan jauh dari pemukiman warga, aktivitas hanya ada siang, kalau malam sudah tidak ada lagi, kecuali binatang dan hewan malam. Untuk menuju lokasi kami terpaksa menelusuri pematang sawah, kami berlima semuanya sama besar, pas sampai pada lokasi yang dituju, kami bagi tugas, 2 teman saya bertugas menaiki pohon duku dan memetik buah duku yang sudah masak, karung langsung dibawa keatas, tidak ditinggal dibawah, karena tidak ada penerangan. Saya dan 2 orang teman lainnya menunggu dibawah. Merasa sudah cukup lama, dan karung sudah terasa berat, kami memutuskan untuk menyelesaikan perburuan, sembari teman saya masih diatas, saya menyaksikan banyak kunang-kunang bertebangan, malam saat itu terasa sangat gelap, perasaaan cemas mulai menghantui kami, yang awalnya kami tidak merasa takut sedikit pun. Iseng-iseng saya tanya teman di sebelah, “ini malam apa ya? Lalu kami terdiam, dalam hati kami berkata, "ondeh pantang kamis malam jumat kiroe. Kiranya teman saya yang di atas pohon duku mendengar bercakapan kami, sontak dia “basilosohan” turun dan kami terbirit-birit lari meninggalkan lokasi. 

Merasa keadaan hati dan perasaan sudah aman, kami tertawa bersama-sama, barulah kami menuju Posko Tongkrongan ala anak kampuangbandua/loneng”. Sepanjang jalan kami menikmati hasil buruan, bercerita, tertawa dan sesekali menyengir  karena tergigit duku yang masih muda. Malam itu kami bekerja sangat solid dan terbilang sukses. Namun apa hendak dikata, sesuatu yang tidak terduga menjadi barang bukti menjerat kami untuk disidang di kantor kepala desa, kulit duku yang kami makan sepanjang jalan mengarahkan si empunya duku mencari pelaku pencuri dukunya, itu sangat nyata kecerobohannya. Sesekali jangan pernah teman melakukannya. Terakhir, saya tidak menyimpulkan trik agar maling tidak ketahuan, silahkan teman simpulkan saja dari cerita ini, saya merasa telah banyak trik dalam tulisan ini.
***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan April. Silakan dibagikan jika menyukai Ilham sebagai pemenang.

Ilham Jenyeah

Dosen pemurah memberi Ilmu dan Nilai A pada Mahasiswa



0 comments:

Post a Comment