Tuesday, 4 April 2017

Yang Kutunggu

Gimana nggak unik? Nyebelin, ngegalauin, nggemesin, asik sih, ya begitulah. Apa coba? Bukan. Apa? Bukan juga. Ini adalah pe-ra-sa-an! Ya, perasaan cinta. Hah? Cinta? Cinta mulu. Gimana nggak, setiap tarikan napas mah butuh cinta. Kok bisa Ya iyalah. Kalo nggak cinta sama hidiupmu, coba deh diem, bayangin semua musibah yang menimpamu dengan tahan napas selama tiga menit. Bangun-bangun pasti udah berada di tempat yang berbeda. Naudzubilahiminzalik!

realita.co

Namaku, mmm.. sebut aja Cantik. Hal yang paling membuatku galau, tersakiti akut tingkat dewa adalah mencintai seseorang yang namanya tiiiiitt. Singkat kata singkat cerita, setelah diputusin, langit bak dipenuhi warna kelabu, tapi nggak ada warna hijau, kuning, merah muda, dan biru. Meletus balon hijau, dor! Hatiku sangat kacau. Pacarku tinggal mmmm nol. Kumewek huhuhuhu.

Kata temen-temen suruh mengikhlaskan saja. Cari yang baru. Toh di dunia ini masih banyak lelaki lain selain dia. Idih mainstream banget jawabannya! Dipikir hati yang terluka itu cepet nyembuhinnya. Dipikir tiba-tiba kejatuhan pangeran ganteng dari mobil Ferrari yang tiba-tiba senyum di depan kita sambil bawa bunga. Dipikir ikhlas itu mudah? Nooo! Tidak semudah laki-laki, eh bukan, tidak semua laki-laki. Lalala.

Nangis, nangis dan nangis. Itulah yang ku lakukan setiap hari, walaupun nangisnya gak keluar air mata. Tapi air mancur. Entahlah, segera ku cari kegiatan yang mungkin bisa melupakan sejenak hal, sebut aja halaman lima. Sepertinya suaraku bagus deh. Yap, aku mengikuti perlombaan menyanyi. Tingkat apapun itu. Tingkat RT, RW, Kecamatan, apalah semua ku ikuti. Sangka tak disangka tak adapun satu juara ku duduki. Huaaaaa, tambah nangis! Ember mana ember?

Empat tahun berselang tiba-tiba muncul sesosok pemuda yang mendekatiku. Hitam, tinggi, kurus, tapi bukan tiang listrik. Namanya Mansur, polos banget, lugu. Setiap kali aku buat status BBM, dia selalu komen. “Pengen mendaki”. “Mendaki apa? Mendaki cinta ta? Sini-sini”. Huft! Awalnya sih tak ada rasa sama sekali. Nothing! Tapi, lambat laun ngelihat perlakuan baiknya padaku, aku mulai luluh. Segenaap hatiku luluh lantah, mengiringi dukaku, lalala. Kesedihan sedikit demi sedikit mulai pudar. “Mansur, bisa jemput aku di stasiun?” “Bisa Tik. “Setidaknya hemat angkot empat ribu. Hehehe.”. “Sur bisa anterin ini gak, bisa temenin ke pasar gak, bisa beliin makanan gak, ini itu ini itu, lalala.”. kalau ditotal-total ya, mungkin ada kali lima ratus ribu. Hehehe, lambat laun aku merasa kok jadi morotin si Mansur ya? Hehehe. Tak apalah. Sekalian melihat kesungguhannya mencintaiku wkwkwk

Setelah apa yang diberikannya padaku, aku juga memberikan apa yang bisa aku berikan. Ketika ia sedang sakit dan diopname di rumah sakit, aku mendoakannya. Ketika dia kalah bertanding silat, aku menghiburnya, ketika ia gak semangat, tak semangati. Kurang apa coba? Hehehe. Ehh, kok jadi tumbuh benih-benih cinta. Eitss, tapi masih saja ku teringat si mantan yang namanya tiiittt

Pernah sekali waktu aku menangis di dalam bis karena mengingatnya. Wajahnya yang tak begitu tampan, dengan gaya sok cool-nya membayang-bayang hinggap di pikiran ini. Bulir demi bulir minute maid pulpy orange, eh bukan, bulir demi bulir air mataku menetes tes tes tes tes satu dua satu dua di-co-ba. Apalah dayaku, memang benar dia sudah tak mencintaiku lagi. Dan akhirnya ku sendiri lagi. Lalala.

Lupakan mantan, besok adalah hari ulang tahunku. Ku harap akan ada banyak kejutan dan kado-kado yang bergelimpangan. Aku berharap mendapat sebuah kado spesial dari Man to the sur. Ya! 

Assalamualaikum. Mansur tidak pernah mengucapkan selamat ulang tahun sejak kelas (lupa). Tapi teman saya berpesan secara tersirat didoakan yang baik dan terbaik saja. Mungkin ini terasa tidak istimewa buat Cantik karena saya orangnya gak romantis.” Apaaa? Gak romantis? Pol, sangat gak romantis! Sur, Sur. Tapi tak apalah, ku berikan sedikit apreasi untuknya, karena sekarang dia mulai masuk ke tempat spesial di hatiku. “Tik, aku mau ke rumahmu.” Apa? Dia mau ke rumahku? Apa mungkin mau mengajak keluar? Horaiii, akhirnya mimpiku terwujud!

Tak lama kemudian, kendaraan beroda dua tanpa mesin di parkir di depan rumah. Sepertinya aku tak asing dengan sepeda tersebut. Apa? Aku terkaget. Bukannya itu sepedaku? “Tik, ini ku kembalikan sepedamu, yang aku pinjam kemarin. Ternyata bersepeda itu seru, karena bisa menggerakkan otot-otot kaki yang tadinya sangat malas daripada mereka yang lebih memilih kendaraan bermesin. Makasih ya, aku pulang dulu.” Perlahan bayangannya mulai menjauh dan hilang. Aku masih tercengang melihat kejadian barusan. Kado, mana kado? Hei Boy! Dalam hatiku ingin sekali menjotosnya! 

Tok tok tok. Dua orang gadis seusiaku, tak lain tak bukan adalah sahabatku Arin dan Diandra. Hanya berbekal tas ransel di pundaknya, tak nampak tanda-tanda sebuah kado. Hmmm, lupakan kado Tik! 

Setelah mengobrol kesana-kemari, mereka berdua pamit pulang, namun sebelum itu mereka menutup mataku. Ketika ku buka mata, dua buah kotak berlapis kertas kado warna merah muda berada di depanku. Akhirnyaaaa,  setelah penantian panjang. Mereka meletuskan balon dan mengucapkan selamat padaku. Setelah itu mereka pulang.

Aku hanya diam terpaku. Ternyata harapan itu tidak selamanya terwujud. Akan ada kejutan tak terduga yang datang menggantikannya. Baiklah, mulai sekarang aku harus selalu bersyukur. 

Setahun lebih berlalu, hubunganku dengan Mansur semakin membaik. Tak ada lagi bayangan mantan yang menyelinap. Indahnya perasaan ini. Selanjutnya, takdir berkata lain. Aku baru saja mendapat pencerahan dari seminar yang ku ikuti kemarin. Kuputuskan untuk tidak bertemu hanya berdua saja dengannya, kecuali di tempat yang indah bernama, hehehe, asik - asik. Tiap sentuhan akan mendapat balasan terbaik ketika telah disatukan dalam bingkai. 

***

Tulisan ini ikut Arisan Godok Bulan April. Silahkan dibagikan jika menyukai Risa Yanuarti Sholihah  sebagai pemenang.

Risa Yanuarti Sholihah

Mahasiswa Semester Akhir yang insyaAllah mau lulus.
"Cinta tidak hanya berkisah antara Aku dan Kamu. Jika yang terjadi adalah Kita, alangkah indahnya ketika dipertemukan dalam ikatan suci yang resmi."

0 comments:

Post a Comment