Saturday, 8 April 2017

Yang Renyah di Siang Hari untuk Kamu yang Cinta Melulu

Selamat sore warga Indonesia! Jangan lupa bahagia loh ya hehehePertama saya ucapkan terima kasih  kepada 'godok' crew yang sangat terbuka dalam menjadi wadah kreativitas anak bangsa, karena dia tidak memberikan tema tertentu dan yang paling menarik adalah 'dilarang serius'. Tapi jika konteks ini dipakai dalam kisah asrama, ehh asmara maksudnya, tentunya kurang pas.  

loop.co.id
Coba bayangkan jika,
"Mas, ini gimana lanjutan hubungan kita?"

"Jangan terlalu serius dek, nanti kamu cepet tua loh."

"Plaakkk." Ya mungkin dia akan dapat bonus tamparan atau apalah sejenisnya. Cowoknya sih, udah tau yang cewek serius eeh malah diajak becanda, dibilangin tua lagi. Tapi katanya kan cewek suka yang humoris? Jawabannya mungkin iya, tapi sebagian, dan jika dia tidak sedang PMS. Cobain aja kalau nggak percaya. Hehehe.

Oke ngomongin soal humoris. Belajar dari pengalaman, bergaul sama mereka-mereka itu lebih asyik, lebih cair, lebih enjoy. Salah satu efeknya adalah, kadang-kadang kita lupa dengan masalah-masalah kita, termasuk masalah hutang. Tapi lebih asyik lagi jika yang lupa adalah orang yang kita hutangi, tapi seperti nya itu tidak mungkin deh. Walaupun ada paling perbandingannya cuma 1000:1.

Selain cowok humoris, cewek juga suka pada cowok yang tekun.

"Belajar aja sungguh-sungguh, apalagi bimbing keluarga nanti." Ya mungkin seperti itu lah sebagian dari alasan mereka. Dikira orang tekun akan selamanya tekun? Belum tentu, Neng. Justru hal yang sangat ditakutkan dari orang-orang yang demikian adalah ketika dia perlahan mulai jenuh dengan ketekunannya dan sedikit berinisiatif untuk mencoba aliran sebrang, dalam artian jiwa ketekunannya perlahan mulai mengendor. Ini kan bisa gawat dan memupuskan harapan kaum hawa yang mendekatinya. 

Tapi ada juga orang yang tidak tekun akan bosan dengan dunianya dan mencoba tekun, bukan demikian, ya meskipun ada, tapi banyak yang tetap menikmati ketidaktekunannya kok. Jadi itu semua kata kuncinya adalah "belum tentu".

Banyak teman saya yang dulunya nakal, tapi tiba-tiba dia sadar dan bertaubat. Tapi juga banyak yang sampai sekarang pun mereka tetap nakal. Nakal yang tidak sewajarnya. Oke jangan serius-serius lah bacanya, kan disini dilarang serius. Hahaha.

Masih tetap di dunia asmara, saya kurang 'srek' kepada orang yang kerap memamerkan hubungannya di dunia maya. Saya juga kurang ngerti sih apa tujuan mereka, tapi yang jelas kan terkesan gimana gitu, apalagi yang umurnya tergolong masih kecil, ini kan juga dapat menambah penderitaan pada penganut paham jombloisme. Kan kasian mereka-mereka itu. 

Soalnya begini, pernah ada yang upload foto agak 'panas' berdua gitu, terus dikomen banyak orang, dan rata-rata saya lihat yang komen adalah mereka-mereka yang masih jomblo, kemudian saya ikut nimbrung komen dengan agak sedikit bumbu 'pedas', ehh dia nya marah terus ganti nyerang saya.

"Mas, bisa sopan dikit nggak komen nya, dilihat banyak orang ini." Sergap dia.

"Loh kamu kan tau kalau dilihat banyak orang, terus kenapa kamu masih posting yang nggak pantes, ya wajar saja lah mereka komen, kalau nggak mau dikomen ya nggak usah di upload dong, gitu aja kok repot." Pungkas saya. Eh, dia langsung nggak balas dan komenan saya udah ga ada lagi. Sampai sekarang pun saya bingung, sebenarnya yang salah siapa ya?.

Dari tadi yang saya omongkan itu cuma survey dari beberapa saja, masalah keakuratan data belum bisa diyakini 100%.

Menurut saya semua orang pernah mengalami yang namanya jatuh cinta, entah pada manusia, hewan, tumbuhan, atau pun karyanya sendiri. Tentu dengan kadar kecintaan yang berbeda. Saudara saya juga dulu pernah merasakan perasaan demikian pada salah seorang adik kelas saya. Awalnya sih cuma iseng godain, dan dia menggoda itu tidak ada niatan apa-apa sama sekali, awalnya. Seiring berjalannya waktu, entah apa yang merasuki nurani nya, sehingga cewek tersebut bisa mendapat tempat yang layak dalam kerajaan hati nya. Bahkan dia sampai mencari tahu segala hal tentang incarannya itu, mulai dari makanan kesukaan, aktivitas sehari-hari, hobinya, hal yang dibenci, bahkan sampai sedikit tahu tentang kisah remaja orang tuanya dulu. Sebenarnya dulu dia sudah berkeyakinan bahwa 'target' juga merasakan perasaan yang sama dengan dia. Tapi diantara mereka tak ada yang berani mengutarakan. Sampai suatu saat gadis impiannya tersebut jatuh ke pelukan orang lain. Ow ow ow sungguh mengharukan, pemirsa. 

Saya tahu, karena saya satu-satunya pelabuhan curhat dari kisahnya. Dan ketika itu pula dia terpuruk, bagai langit malam yang ditinggal bulan dan bintang. Sudah ya ceritanya. Hehehe.

Dari situ saya dapat menyimpulkan akan kekuatan cinta yang begitu dahsyatnya. Pertama, cinta bisa membuat lupa diri. Ngapain juga dia rela mengorek habis informasi dari tetangganya yang itu bisa dikatakan 'kurang kerjaan'. Kedua, menambahkan level semangat. Sebelum kenal dengan cinta, berangkat sekolah itu seperti menyangga beban gunung semeru, berat banget, apalagi pas pelajaran kutukan. Tapi setelah mengenal cinta, sakit pun tak dia rasakan, ini kan gila. Masih banyak lagi imbas dari roh 'cinta' itu sendiri. Ada yang baik juga ada yang buruk.

Begitu pun ketika 'gagal' dalam cinta. Dampak yang ditimbulkan juga bukan main-main. Ada yang kebangetan gila, tapi ada juga yang bertambah maju atau bangkit dari keterpurukan. Tentunya kalian semua pernah melihat atau setidaknya tahu lah tentang film 'Tenggelamnya Kapal Van der Wijk' yang disadur dari sebuah novel itu. Diceritanya kan dijelaskan bahwa kebangkitan Zainuddin berawal dari kekecewaan karena pengkhianatan seorang Hayati, kekasihnya. Sehingga dia bisa bangkit dan mencapai masa keemasannya itu. Kemudian dia mengganti nama menjadi Tuan Shabir. Itu kan juga salah satu senyawa dari cinta.

Ya mungkin hanya sekian saja kegelisahan dari saya yang kurang berharga atau tidak berharga  sama sekali ini. Barang kali ada kesalahan dan tentunya banyak, mohon dimaafkan. 
***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan April. Silakan dibagikan jika menyukai Ubaidillah Ahmad sebagai pemenang.

Ubaidillah Ahmad

Bisa juga di panggil "Mas". Asal Jombang, Jawa Timur. Dilahirkan oleh Ibu sekitar tujuh belas tahun silam dengan kondisi menangis dan bayi. Besar di lingkungan pedesaan yang kadang memakai budaya modern juga. Untuk 'status' simpulkan saja dari tulisan saya. 


0 comments:

Post a Comment