Thursday, 18 May 2017

Aku dan Pilihanku

Aku akan memulai ceritaku ini, yang berawal dari pemilihan jurusan untuk memasuki perguruan tinggi. Kedua orang tuaku memiliki keinginan yang berbeda tentang jurusan apa yang sebaiknya kuambil. Ibuku menginginkan aku untuk mengambil jurusan Pendidikan Matematika dengan alasan akan ada banyak lowongan dengan untuk menjadi guru Matematika nantinya. Alasan lainnya karena nilai matematikaku selalu tinggi baik di ujian nasional maupun di raport yang kuterima di setiap akhir semesternya.


Sedang ayahku menginginkan aku untuk mengambil jurusan Ilmu Hukum dengan alasan, yaah supaya keren dan juga bisa menjadi notaris-notaris gitu katanya. Dengan keinginan kedua orang tuaku yang sudah membuatku bingung setengah mati, karena keinginan mereka berbeda dengan keinginanku. Kalian tahu kenapa? Karena aku tidak menyukai jurusan yang berkaitan dengan Matematika, itu alasan pertama. Sedangkan untuk hukum, yah aku memang menyukai hal yang berkaitan dengan hukum namun aku tidak begitu meminatinya. Pertama, aku adalah orang yang sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan sosial dan aku juga menyukai hal-hal yang unik dari diri manusia mungkin hukum berkaitan juga dengan hal ini. 

Namun dalam berbagai aspek aku sangat tertarik dengan jurusan Psikologi. Yah seperti yang diketahui banyak orang bahwa di jurusan Psikologi itu bisa mengetahui isi pemikiran orang lain. Dal hal itu sukses membuat aku sangat tertarik, terlebih lagi di daerah tempatku tinggal bahkan tidak banyak yang mengetahui tentang jurusan Psikologi itu seperti apa. Hal-hal yang tidak banyak diminati dan tidak biasa itulah yang membuatku menjadi sangat tertarik.

Setelah melalui banyak pertimbangan aku memutuskan untuk mencoba mengambil jurusan yang kuinginkan dan kedua orang tuaku inginkan. Karena sangat sulit untuk dengan egois mengikuti keinginanku meskipun yang akan menjalani kehidupan perkuliahan nantinya adalah aku. 

Tidak cukup dengan hal tersebut aku dan kedua orang tuaku kembali berbeda  pendapat tentang di mana aku akan mengambil Universitas yang akan aku masuki nantinya. Aku bersikeras untuk mengambil jurusan Psikologi di Universitas Gadjah Mada sedang kedua orang tuaku menginginkan aku untuk mengambil di Universitas yang masih berada di daerahku yaitu Riau.

Aku mengambil jalan tengah untuk mengambil di Universitas daerahku dan juga di Yogyakarta. Aku mengambil jalur SNMPTN dan PBUD. Untuk jalur SNMPTN aku mengambil Universitas Islam di daerahku yang memiliki jurusan Psikologi, Pendidikan Matematika dan juga UGM dengan jurusan Psikologi. Sedangkan untuk jalur PBUD aku mengambil Universitas Negeri di daerahku dan mengambil pilihan jurusan Ilmu Hukum dan juga Pendidikan Matematika.

Aku seperti menguji peruntunganku dengan peruntungan pilihan kedua orang tuaku. Aku hanya bisa berharap diberikan yang terbaik. Ditempatkan di tempat yang baik untuk pergaulanku dan juga kehidupan sosialku. Di tempat di mana orang tuaku percaya dan tidak perlu mengkhawatirkanku. Dalam hal ini aku membuat perjanjian dengan kedua orang tua ku ”Evi daftar di jurusan Pendidikan Matematika, Ilmu hukum sesuai dengan keinginan bapak sama mamak. Dan juga memilih jurusan Psikologi sesuai keinginanku. Jadi, kita lihat lulusnya dimana. Kalau lulusnya di Jurusan yang bapak sama mamak mau, Evi manut. Tapi kalau Evi Lulus di jurusan Psikologi, tolong ijinin Evi kuliah di jurusan itu” aku berujar kepada kedua orang tua ku dan orang tua ku pun setuju dengan usulanku. 

Orang tua ku menginginkan ku di daerah Riau karena selain tidak perlu menyebrangi pulau juga di sana aku memiliki kakak laki-laki yang sudah memiliki rumah yang bisa kutinggali nantinya jika aku berkuliah di sana. Aku tidak perlu kost ataupun mengkontrak rumah. Sedangkan kenapa aku memilih Yogyakarta karena di sana ada nenekku dan juga saudara-saudara dari ibuku yang juga tidak lain adalah paman dan bibiku. Jadi, kedua orang tua ku tidak perlu mengkhawatirkanku. Di sana juga aku ingin menjaga nenek ku yang tinggal sendirian. Yah meskipun rumah paman dan bibiku di sebelah rumah nenek. Aku sangat merindukan nenek karena sudah sejak lama aku tidak berkunjung ke sana, mungkin sudah sekitar hampir sepuluh tahun. 

Dan juga aku sangat menyukai darerah dengan banyak pepohonan, suasana yang membuatku tenang. Daerah yang dengan tata krama dan menghargai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin sikapku yang sangat menghargai kesopanan dan disiplin ini muncul sejak aku rutin mengikuti kegiatan PRAMUKA di jenjang MTs. Sehingga membentuk kepribadianku. Aku juga kerap bergabung sebagai PASKIBRA di Kecamatan tempatku tinggal. 

Dan akhirnya saat yang ditunggupun tiba. Aku diberitahu bahwa aku Lulus di Universitas Islam Negeri di Riau dan taraaa... aku lulus di jurusan Psikologi. Meskipun ada sedikit kekecewaan bahwa aku tidak lulus di Yogyakarta, tapi itu sudah sangat membuatku bahagia. Dengan hasil itupun kedua orang tua ku tetap mendukung jika memang itu sudah menjadi pilihanku. Namun tiga hari kemudian ternyata aku juga ternyata lulus PBUD di jurusan Ilmu Hukum di Universitas Negeri di daerahku. Namun kedua orang tua ku menyerahkan keputusan kepadaku untuk memilih Psikologi atau Ilmu Hukum. Tentu saja aku memilih Psikologi, selain itu memang merupakan keinginanku juga karena aku sudah mengurus segala persyaratan untuk kelulusanku di Jurusan Psikologi. 

Untuk kelulusanku di daerahku sendiri, aku hanya bisa berpikiran positif tentang tidak lulusnya aku di Yogyakarta dan diterima di Universitas Islam Negeri di daerahku, mungkin aku merupakan orang yang sangat-sangat dipengaruhi lingkungan sosial di sekitarku. Jadi mungkin ini adalah yang terbaik berada di Universitas Islam. Di mana aku akan di kelilingi oleh orang-orang yang pastinya menutup aurat dan juga pastinya dalam hal tata krama pasti sangat menjunjung nilai-nilai islam. Jadi aku bisa belajar banyak dari lingkunganku.

Aku berpikir, pasti sangat menyenangkan jika banyak orang yang akan mengingatkan kita tentang untuk melakukan hal-hal kebaikan dan juga untuk tidak mengesampingkan ajaran agama. Karena bisa di bilang, usiaku pada saat memasuki perguruan tinggi adalah 18 tahun. Di usia 18 tahun itu aku merasakan terdapat banyak rasa keingintahuanku dan juga keinginan untuk melakukan hal-hal baru. Dan pasti akan sangat baik jika aku berada diantara orang-orang yang akan mengingatkanku tentang nilai kebaikan dan keburukan yang harusnya kuhindari. Karena lingkunganku juga akan menjadi kontrol sosial yang baik tentunya.

Dan kini setelah aku sudah menjalani perkuliahan dengan rutin di jurusan Psikologi aku banyak belajar bagaimana cara untuk memahami keunikan masing-masing manusia, tentang kepribadian manusia yang berbeda. Betapa luar biasanya mengenali hal-hal yang berkaitan dengan Psikologi. Mungkin bahkan hingga saat ini masih banyak ilmu luar biasa dari Psikologi sendiri yang belum kuketahui. Padahal dari sekian banyak jurnal penelitian dan juga buku-buku kini sudah menjadi makanan sehari-hari.

Aku melihat banyak ketertarikan dari Psikologi sendiri, begitu juga dari teman-temanku yang berbeda jurusan denganku. Bahkan sensasi unik tersendiri pernah ku alami dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bermula pada saat aku dan teman-temanku sedang berkumpul dan bermain gitar sembari kami mengobrol kesana-kemari, dan pada saat itu aku menanyakan sesuatu terhadap temanku. Namun sebelum temanku itu menjawab, datang temanku yang lain berkata “Hayo jawab jujur, Evi kuliah jurusan Psikologi loh” setelah mendengar hal tersebut temanku yang tadinya ku tanyai malah menjawab sambil menunduk dan selalu menghindari kontak mata denganku ketika berbicara, padahal sebelumnya ia baik-baik saja ketika berbicara denganku.

Ah iya aku hampir lupa, kalau sebenarnya aku pernah goyah ketika mengambil jurusan Psikologi karena ucapan seseorang yang lumayan berpengaruh “Kalian jangan ada yang mengambil jurusan Psikologi, mau jadi apa kalian nanti dengan jurusan itu” seseorang itu berkata dengan percaya diri. Tahukah kalian sangat menyakitkan ketika pilihan yang kita ambil di remehkan oleh orang lain. Tidak mudah untuk meyakinkan kembali diriku tentang pilihanku, tapi aku berusaha meyakinkan diri bahwa pasti akan ada jalan nantinya ketika aku mau berusaha. Padahal Psikologi sendiri bisa memasuki ranah industri, sosial, pendidikan, agama maupun klinis. Jadi, ketakutan yang dulu pernah menghantui aku kini sudah menemukan titik terang. Bahkan kini aku sangat bersemangat untuk menunjukan pada orang yang pernah meremehkan pilihanku dan juga orang diluar sana yang meragukan Psikologi.

Hanya saja menurutku ketika kita memilih maka percayalah pada pilihan kita dan juga jangan lupa untuk melihat potensi yang kita miliki. Karena pilihan yang di tunjang dengan potensi dan bakat akan sangat membantu kita dalam menghadapi kehidupan kita dan menyongsong keberhasilan. Penting bagi kita mengenali diri kita, dari mulai kelebihan dan kekurangan serta apa yang kita ingini dan minati.

***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan Mei. Silakan dibagikan jika menyukai Evi sebagai pemenang.

Evi Kurniawati

Namaku Evi Kurniawati sekarang aku sedang menjalani rutinitasku sebagai mahasiswa di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Aku berada di jurusan Psikologi. Aku merupakan anak kedua dari dua bersaudara, yang berarti aku adalah anak bungsu. Aku besar di sebuah pulau kecil, Pulau Burung namanya.

0 comments:

Post a Comment