Monday, 15 May 2017

Antara Ustad dan Pahlawan Devisa

Indri (21). Seorang cewek muslimah dengan gaya kekinian. Lulusan pesantren terkenal di tempatnya membuat dia digembleng untuk terus bersikaf feminim dan santun. Gaya kekininian ala cewek moderen selalu menjadi teren nomor satu dalam kehidupannya. Orangnya cantik, baik dan semua orang selalau menyebutnya cewek sholihah. Kebiasaan masyarakat selalu bertolak belakang dengan apa yang dilakukannya. Entah itu mulai dari pengajaian yang sering dilakukan masyarakat dengan cara kumpul warga dengan mengundang para ustad. Namun berebeda dengan Indri. Dia hanya belajar agama dari ceramah TV dan dari internet. Orang tuanya indri juga tidak pernah melarang anak-anaknya asalakan apa yang dilakukannya itu sesuai dengan apa yang diajarkan oleh agama.



Indri, sedari masih sekolah selalu menginginkan pendamping hidupanya seorang ustad. Sampai suatu hari, kepala kampung tempat Indri tinggal mengundang seroang ustad muda yang akan mengisi pengajian rutin dikampungnya. Kabar itupun sampai terdengar ketelinga Indri. Sehingga pada acara pengajian itupun Indri adalah orang pertama yang hadir dalam pengajian tersebut. Indri datang paling pertama. Namuan Indri bingung kenapa kok masih sepi..??. ternyata Indri datang kepagian.

Seorang pemuda dengan pakaian selayaknya ustad terlihat mendekati Indri yang kebingungan. Pemuda itu bernama Farhan (23). Indri tidak menyadari kalau Farhan akan mengisi Pengajaian tersebut. Indri dengan sikap di buat-buat seloah bingung dengan acara yang akan di adakan tersebut. Indri bertanya seolah-oalah dirinya nyasar dan terdampar di tempat itu. Namun panitia penyelenggara acara memebritahu kalau Farhan adalah ustad yang akan mengisi acara tersebut. Indri merasa kegirangan. Wajahnya tidak bisa menyembunyikan rona bahagai dalam hatinya. Impian nya untuk berjodoh dengan ustad sebentar lagi akan terwujut. Hanya tinggal menyusun rencana agar impian itu bisa terealisasi.

Pada saat acara berlangsung indri duduk paling depan dengan wajah yang merona. Senyum-senyum melihat Farhan yang menyampaikan pidatonya. Fikiran moderen Indri berselancar dalam otaknya. Dia berharap Farhan akan sering mengisi pengajaian di kampungnya. Sehingga di memutuskan untuk berbicara dengan pak kepala kampung. Namun Frahan hanya mengisi pengajaian untuk hari ini saja, jika Indri mau menemuinya pak kepala kampung memberikan jadwal  tetap Farhan yang berada di kampung sebelah.

Sesuai jadwal yang sudah di berikan pak kepala kampung. Indri rutin datang menghadiri pengajian Farhan. Kini Indri semakin sering keluar. Pada sutau hari disaat indri ingin pergi kekampung sebeleh untuk ikut pengajaian Farhan, di tengah perjalanan Indri bertemu dengan seorang pemuda, Rizal (23). Rizal adalah pemuda yang baru pulang menjadi TKI di malaysia. Namun Rizal bingung karena terlalu lama berada di Malaysia jadi lupa sama jalan pulang kerumahnya. Hanya yang Rizal Ingat itu adalah Nama Masjid tempat dia sering mengaji dulu. Akhirnya Rizal bertanya pada Indri, maaf, boleh tanya, kamu tahu dimana namanya Masjid Nurul Iman?.  Kebetulan Indri mau kesana untuk menghadiri acara pengajaian Farhan. Indri dan Rizal sama-sama berjalan menuju masjid yang di sebutkan tadi.

Semakin hari perasaan Indri semakin penuh cinta kepada Farhan. Terlebih lagi Farhan seakan memberikan celah Indri untuk terus medapatkan cintanya. Impian Indri sudah didepan mata. Peretmuan dengan Farhan semain sering. Terkadang Farhan tanpa sungkan datang bertamu kerumah Indri. Suatu hari Indri kembali bertemu dengan Rizal, namun dalam kondisi yang berbeda. Rizal datang kekampung Indri untuk menemui pamannya. Pak Rusdi (51). Beluai adalah sudara kandung dari almarhum Bapaknya Rizal. Obrolanpun terjadi disana. Mulai dari siapakah Rizal dan cerita kemana saja dia selama ini. Termasuk bagaimana di bisa sampai menjadi TKI ke Malaysia.

Perjodohan Rizal dengan Indri santer terdengar di kampung masing-masing. Namun Indri hanya menganggap itu hal biasa. Karena Indri sudah berharap banyak kepada Farhan. Ustad yang sering memberikan ceramah di kampung sebelah. Rizal kembali melakukan aksinya utntuk terus datang kerumah Indri dengan harapan agar gosip Masyarakat benar adanya. Tapi indri tetap tidak bisa menerima Rizal. Karena Impian untuk bersanding dengan Ustad sudah di depan mata yaitu denga  Farhan. Rizal hanya terdiam dengan jawaban Indri. Dan Rizal memutusakan untuk tidak berharpa lagi kepada Indri.

Farhan mendatangi rumah Indri, mendengar kabar kalau Indri ada Laki-laki lain dalam kehidupannya. Untuk memperjelas kabar tersebut Farhan datang sendiri tanpa ada orang yang bersamanya. Karena kebiasaan Farhan selalu datang dengan dua tau tiga orang. Karena Farhan takut fitnah. Kini dia bersikap. Farhan langsung bertemu dengan kedua orang Indri dan meminta kepadanya agar indri mau menjadi istrinya. Orang tua Indri kebingungan kenapa Farhan secepat itu mau menjadikan indri pendamping hidupnya. Kamu sudah yakin nak, kata bapaknya Indri. Farhan beralasan kalu dia sudah siap untuk menjadi pendampingnya Indri. Dan Farhan takut kalau Indri nanti diambil orang. Karena farhan sendiri sudah memeiliki perasaan pada Indri. Begitulah tutur Farhan kepada kedua orang tua Indri.

Dari dalam kamar Indri yang mendengar ucapan farhan itu, girang bukan main. Kesenagan yang dia rasakan tidak bisa dia bendung. Indri loncat-loncat sendiri seperti orang gila di dalam kamarnya. Kabar kebahagiaan itu sampai pada Rizal yang selalau berharap untuk memiliki Indri. Rizal mencoba mengirimkan pesan kepada Indri dengan kata-kata yang menyentuh dan dengan rasa yang Ikhlas untuk melepaskannya. Pesan itu membuat Indri merasa bersalah dan mengajak Rizal bertemu di Masjid yang Rizal tanyakan kemarin. Indri hanya mau meminta maaf dan berterima kasih atas apa yang sudah Rizal rasakan selama ini padanya. Namun Rizal merasa Yakin dengan apa yang dirasakannya.

Keesokan harinya. Persiapan lamaran sudah dipersiapkan di kediaman Indri. Indri brdanadan dengan begitu cantiknya. Karena sebentar lagi pangeran Unstad Farhan akan datang memeprsuntingnya. Semuanya terlihat bahagia. Orang-orang yang menghadiri acra tersebut bergembira. Rombongan Farhan datang beserta kedua orang tuanya. Kini langkah menuju Impian Indri sudah tidak bisa dihilangkan. Mnejadi istri seorang Ustad. Namun cerita berkata lain. Dari balik kerumunan datanglah seorang perempuan berjilbab dengan perut besar menggagalkan lamaran tersebut. Indri menjadi hancur. Impian menjadi Istri ustad kini masih menjadi dilema. Perasaan malu indri seakan tergambar di wajanya. Indri tidak bisa menerima dirinya menjadi istri kedua untuk Farhan. 

Indri berlari meninggalkan acara lamaran. Dia mengistrihatkan hati di Masjid tempat dia sering mengikuti pengajian Farhan. Kenangan saat-saat itu terus berkelana dalam fikirannya. Sudut-sudut tempat dimana dia dulu mengagumi Farhan terus menjalar difikaran. Masih adakah kesempatan buatku. Rizal memberikan ucapan menyentuh memebuat lamunan Indri buayar. Rizal medekati Indri dan menatapnya lekat-lekat sambil berkata. Aku bukan Ustad yang ada dalam impianmu, tapi paling tidak aku bisa kok menjadi Imam shalatmu di setiap sujudmu. Indri tersentuh dan menerima Rizal menjadi pendamping hidupnya.

***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan Mei. Silakan dibagikan jika menyukai Muhamad sebagai pemenang.

Muhamad Turmuzi

 

0 comments:

Post a Comment