Tuesday, 23 May 2017

Aplikasi Jodoh? Nasib-nasiban

Pernah merasa dalam hidup ini kamu tinggal sendiri? Merasa kesepian? Merasa jodoh enggan datang? Silahkan hub. 0813xxx. Butuh sapaan manja di pagi hari? Notif LI*E sering muncul tiap menitnya? Videocall atau Voicecall berlama-lama? Silahkan hub. 0821xxx. 
ciricara.com
Sorry, aku lagi baca beberapa e-commerce disekitar blog yang sedang kujelajah ketika tengah stress asyik mengerjakan secuil tugas kuliah yang tiada tepi dan ujungnya. Aku memang kesepian, memang butuh bahu-bahu bidang untuk menopang kepalaku yang mungil ini, butuh sepasang telinga untuk mendengar setiap keluh kesahku, butuh jari jemari seseorang agar handphone yang sudah bertumpuk debu ini dapat bersih dengan sendirinya. Tapi, bukan berarti aku harus menghubungi nomor- nomor dari e-commerce dari blog antah berantah yang tidak tahu asal muasal dan kejelasannya. Lantas apa yang dapat kulakukan untuk mengisi kekosongan ini? Sihiiy.

Katanya di Indonesia sendiri hampir setiap rumah tangga minimal memiliki satu TV di rumahnya masing-masing. Nah, pasti pada suka buka beritakan? Iya aku tau kok, kamu sukanya buka gosip. Pernah lihat gosip tentang pasangan yang baru kenal 7 hari via aplikasi perjodohan langsung diajak nikah? Kalau belum baiklah akan kaka ceritain.

Alkisah, pada hari itu, eh ini mau ngegosip apa dongeng sih—? Tau ngga kalau ada pasangan baru chat via aplikasi perjodohan yang di mana di hari ketiga kenalan si cewek diberikan jam tangan berlian, di hari ke 7 diberikan mobil sport mewah, dan di hari ke 7 si cewek dilamar. Mereka melangsungkan pernikahan di hari ke SEPULUH. Persis seperti cerita dongeng yang endingnya selalu sama sang itik buruk rupa menikahi pangeran kaya raya. Si cewek cuma butuh sepuluh hari buat nemuin belahan jiwanya, sedangkan aku udah mau kepala dua belum juga nemu (ehh malah curhat, maap maap). 

Namanya manusia, rasa penasaran itu muncul dan seketika jari jemariku menari disekitaran keyboard laptopku meminta bantuan kepada Om Gugel untuk tau aplikasi apa yang digunakan si cewek. Mana tau, aku bernasib yang sama. Dengan bantuan PleyStorr aku menginstall TNDR di ponselku. Langkah demi langkah kuikuti dan akhirnya tiba pada proses memilah –milah lelaki bermodalkan foto yang terdisplay dilayar hp. Yang sudah pernah main apps ini pasti ngerti dah sama namanya “match”. Nah aku tuh ya banyak match dengan lelaki tampan nan mapan. Hanya ada dua jenis lelaki yang kutemui di apps ini. Tipe pertama, chat-chat-chat ehh ujung-ujungnya cuma dijadiin pelampiasan kebosanan dia dengan ceweknya. 

Tipe kedua, chat-chat-chat eh ujung-ujungnya malah minta foto mesum. Tapi pernah sekali aku nemuin lelaki yang ngga masuk dalam tipe diatas. Dan ini adalah lelaki paling menyebalkan, memalukan sepanjang aku menggunakan apps ini. Aku, aku, akuuu dipertemukan dengan teman SMA-ku. Dan lantas saja satu notif muncul darinya. Seperti inilah percakapan singkat kami yang kulanjutkan dengan menguninstall TNDR dari ponselku. Kamu pun akan berbuat demikian jika kejadian ini terjadi padamu juga.
“Hai”
“Hi”
“Anak mana?”
“Mdn”
“Ohh, kuliah?”
“Iya☺”
“Ta, lu lagi kesepian bgt ya? Makanya lu sampe mainin apps ini. Dasar Om Nalang!!”
“Om Nalang?
“jOMblo hiNA nan maLANG”
“Hoi”
“Hoi, kenapa lu? Malu bales chat gue? Wkwkwk
Gue ss trus kirim ke grup yaa wkwkwkw”
Sekian, kusudah malu warbyasah akan semua ini. Cukup kekosongan ini diisi dengan SisSmi.
***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan Mei. Silakan dibagikan jika menyukai Masta sebagai pemenang.

Masta Siahaan


0 comments:

Post a Comment