Tuesday, 23 May 2017

Berbaliklah dan Balaslah

1 2 3 4 5, kau muncul di pandanganku, membuat hatiku berdegup kencang. 6 7 8 9 10 kau berjalan ke arahku namun tidak menghampiriku. Tapi kau berhasil membuat hatiku berdegup kencang lagi. Aku melihatmu tersenyum lebar pagi ini. Kau melambaikan tangan dan perlahan mendekatiku. Kau melewatiku dan meletakkan tanganmu di bahunya. Kepalaku pusing. Pipi merahku tak kunjung memudar. Apakah lelaki menyukai perempuan yang memakai rok dan berambut panjang? Haruskah aku bertanya? Apakah waktu disekitarku berhenti? Bertahanlah, kurasa ini bukanlah mimpi. Apakah jantungku berhenti berdetak? Pria sempurna yang kukencani dalam mimipiku tak tampak sepertimu. Tapi aku terus memikirkanmu. Hanya mengetahuinya lewat matamu, aku yakin aku menyukaimu. 

pinterest
Matanya yang seperti laut, aku akan berenang di dalamnya. Semua orang tahu senyum matanya yang cantik. Aku menginginkannya. Jika hatimu adalah es, aku akan melelehkannya. Jika aku menyentuhmu sedikit saja, apakah kau akan segera mencair? Aneh sekali, aku tak pernah membayangkannya. Sama seperti memakan banyak gula. Kau perlahan mendekatiku. Dan mengetuk pintu hatiku yang lelah. Dimulai dari saat itu. Aku terus memikirkanmu sebelum aku mengetahuinya. Pipiku memerah dan tersenyum. 

Cinta ini telah dimulai. Kau manis seperti permen coklat. Aku ingin menunjukkan seberapa hebatnya hatiku. Tetaplah bersamaku, jangan tinggalkan aku. Kini aku tahu, aku hanya memilikimu. Lihatlah mataku, dengan penuh hati. Tak peduli apa yang orang bilang, aku hanya memilikimu. Aku punya kamu, jangan bertanya mengapa. Cinta sejati tak memiliki alasan. Panggil aku "Jelly" panggilah aku setiap hari. Kode rahasia kita berada dalam mode cinta. Sayang, sayang, bagaimana menurutmu. Mengapa begitu rumit, kau juga menginginkanku. Kau mengelak tapi aku tahu, aku benar-benar tahu. Ooh aku gemetar ketika kita berdekatan. Ooh ketika kita bersentuhan, hatiku... Pit, pat, pit itu pasti cinta. Jangan membuatku menunggu lebih lama lagi, jawabanku hanya satu. Hanya kamu, selalu kamu. Cinta pertama ini membuatku merasakan terbang. Peganglah tanganku erat, jangan pernah lepaskan. Kau dan aku menghadapi dunia, aku tak takut. 

Kau melihat apa? Aku memberimu pertanda tapi kenapa kau tidak peka? Aku coba tuk memberitahumu. Mengirimkan kode dan sinyal padamu. Tapi sama sekali tak berhasil. Aku memberimu pandangan sebagai syarat. Tapi kau tak mengerti. Kau benar-benar membuatku gila. Aku mengumpulkan kekuatan lagi dan mengirimkan pertanda padamu, mengirimkan sinyal padamu. Padangan, isyarat, ekspresi apapun tak ada gunanya, tak ada satupun yang berhasil. Sepertinya kau tak memiliki naluri. Harus bagaimana lagi aku mengekspresikan perasaanku? 

Bisa-bisanya kau tak tahu bagaimana perasaanku? Berapa lama lagi kau akan memperlakukanku seperti teman? Bukan itu yang aku mau. Mengapa tidak ada reaksi? Kapanpun kita bertemu, akan kutuangkan seluruh hatiku. Aku menunggu kau mengetahui semuanya. Kenapa kau tak tahu? Ketika aku melihatmu dan tersenyum, kau harus tahu. Aku menatapmu dan tersenyum beberapa kali hari ini. Ketika aku terus berbicara padamu kau harus merasakannya. 

Kau tak bisa temukan seseorang sepertiku. Karena tahukah kamu betapa aku menyukaimu? Tak bisa kau hitung perasaanku hanya dengan angka. Mungkin nanti, jika akhir dari angka telah ditemukan. Tapi hatiku akan sedikit lebih besar dari angka itu. Tak bisa kutuliskan seluruh perasaanku dalam surat meskipun aku tambahkan seluruh kata yang aku tahu. Hatiku akan lebih cantik dari surat itu. Aku tahu kau membosankan tapi aku tak tahan lagi. Apakah kau menyukaiku? Aku tidak tahu. Aku merasa telah memberimu banyak kesempatan. Kau belum memegang tanganku sehingga tanganku merasa malu. Apa aku harus menjelaskannya untuk membuatmu mengerti? Apa yang harus aku lakukan? 

Aku merasa sangat malu untuk membicarakannya. Benar, mengakulah sekarang. Kau takkan menolakku. Jangan khawatir tentang itu. Tolong peluklah aku erat-erat. Tunjukkan hatimu. Aku telah memberimu izin. Sehingga nantinya aku takkan terkejut. Kau tengah berhati-hati. Aku tahu. Itulah kenapa kau bertingkah seperti itu. Itulah kenapa aku semakin menyukaimu. Lihatlah mataku, aku menginginkanmu. Jadi, datanglah kepadaku. Datang dan peluklah aku. Aku galau semalaman karenamu. Aku tak tahu lagi apa yang arus diungkapkan. Oh, kepalaku sakit. Ini seperti akan membunuhku. Aku tetap tak bisa menemukan solusi. Datanglah padaku secepatnya. Aku menunggumu, aku sangat menunggumu.
***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan Mei. Silakan dibagikan jika menyukai Kun sebagai pemenang.

Kun Marhaeni Ambarwati 
Gadis yang lahir di Banyumas, 10 April 2000 ini baru saja menyelesaikan seklahnya di tingkat sekolah menengah atas. Sudah mulai menulis sejak berada di bangku SMP saat usianya baru 11 tahun. Penyuka novel Sherlock Holmes ini suka berenang, menggambar dan mendengarkan musik. Warna favoritnya adalah hitam dan biru. Dia juga merupakan anggota termuda dalam group dancenya yang sekaligus menjadi leader.



0 comments:

Post a Comment