Tuesday, 23 May 2017

Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan sudah semakin dekat, tinggal hitungan hari lagi kita akan mulai berpuasa, bukan hanya menahan lapar dan haus tapi juga menahan nafsu. Banyak orang mengirimkan kata-kata indah untuk meminta maaf, walaupun hanya untuk membuang-buang waktu atau sekedar membagikan postingan. Kata-kata kasar jarang diucapkan, sering beristighfar dan shalat. Ini juga berdampak di dunia entertaiment, musisi buat lagu religi, serial televisi bertema islami, artis menggunakan pakaian yang lebih sopan dan tertutup, bahkan stiker dan meme di sosial media menjadi lebih religius. 

anfieldvillage.wordpress.com
Banyak perubahan-perubahan kecil berdampak besar yang mengarah pada kebaikan. Inilah hikmah di bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, tapi itu mungkin hanya berlaku untuk  1 bulan, yah, paling lama sekitar 2 bulanan, setelah itu semua akan kembali seperti semula, dan kita harus menunggu hingga tahun depan untuk menyaksiakan keajaiban tersebut lagi.

Banyak cara orang untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan. Yang anak-anak bermain petasan, lari-lari kegirangan, entah karena Bulan Ramadhan atau karena libur sekolah. Ibu-ibu berkumpul membuat kudapan, disertai sedikit bumbu gosip atau mungkin banyak. Anak sekolahan berencana untuk buka bersama sekaligus reunian, padahal baru lulus kemarin. Anak kuliahan adakan bazar amal, sahur on the road, berbuka dengan anak yatim dan acara amal lainnya, tapi kacau antar mahasiswa masih masuk dalam rencana di bulan Ramadhan. 

Pemerintah memasang brosur untuk menyampaikan pesan damai walaupun bendera partai tetap ada di bagian pojok. Selain itu, ada juga ritual penyambutan yang berbau mistis, berbeda-beda di setiap daerah, contohnya adalah ziarah kubur dengan membawa sesajian dalam bentuk apapun, bakar dupa dan berdoa dengan bahasa yang sulit dimengerti. Itu semua dilakukan sesuai kepercayaan orang-orang terdahulu yang hidup tanpa tahu aksara, tanpa tahu baca tulis. Tapi masih di ikuti oleh orang di zaman sekarang yang lebih berpendidikan. Kalaupun tidak berpendidikan setidaknya mengerti tentang akal sehat.

Walaupun puasa berarti tidak makan, tapi makanan adalah hal yang paling pertama disiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan. Daun pisang dijemur di depan rumah untuk membuat makanan tradisional. Pengunjung pasar semakin meningkat, sama halnya dengan harga bahan makanan yang meningkat. Di setiap rumah penuh dengan kudapan yang bervarisi, apalah daya anak kos-kosan yang cuma punya mi instan. 

Inilah salah satu alasan anak rantau rela antri bahkan harus bermalam di pelabuhan hanya untuk sebuah tiket, berdesak-desakan, saling dorong mendorong, ditemani dengan berbagai macam bau parfum yang suda lebur dalam keringat. Perjuangan ini bukan hanya semata-mata untuk makanan atau hanya sekedar kebiasaan di setiap tahunnya, tapi ini dilakukan untuk suasana rumah yang dirindukan, sentuhan hangat dari keluarga dan kasih sayang dari orang tua. 

Bulan ramadhan bulan yang suci, semua setan diikat dan dibelenggu. Pertanyaannya, kenapa masih ada kejahatan yang terjadi pada bulan Ramadhan? Ada tiga kemungkinan. Pertama, budaya kejahatan telah mendarah daging hingga tidak perlu ada bujukan manusia akan melakukannya dengan suka rela. Kedua, setannya berhasil kabur dan kembali menggoda manusia. Dan yang ketiga adalah, manusia mempunyai hawa nafsu. Manusia punya nafsu yang di arahkan oleh dirinya sendiri.  Nafsu yang paling sulit untuk ditahan di bulan Ramadhan, bukan nafsu makan atau minum tapi nafsu “ngomongin orang” atau anak kekinian biasa nyebutnya “gosip”. 

Menceritakan aib orang lain adalah dosa meskipun ceritanya benar, apalagi kalau salah. Itu namanya fitnah. Karna bulan Ramadhan suda dekat sebaiknya bergosiplah anda sesering mungkin, rangkum ceritanya lebih singkat, padat dan jelas (kalau bisa ceritanya “happy ending”) supaya pada saat bulan Ramadhan tiba semua ceritanya habis. Jadi bertahalah hingga satu bulan ke depan.

Tulisan ini adalah keresahan serta kegembiraan saya dalam menyambut datangnya bulan ramadhan yang mungkin juga dirasakah oleh segelintir orang khususnya orang-orang di daerah saya. Semoga ramadhan kali ini bisa penuh dengan berkah, yang baik semakin lebih baik dan yang kurang baik bisa mendapat titik cerah untuk menjadi baik. Ingat, ramadhan tidak hanya datang sebentar lagi, tapi juga akan segera berlalu, jadi nikmatilah bulan penuh berkah tahun ini dengan hati yang gembira tanpa ada keluh kesah.
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa!
***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan Mei. Silakan dibagikan jika menyukai Tifan sebagai pemenang.

Tifan Al Zahrani Merlis
Umur 18 tahun, saya seorang mahasiswi di Universitas Halu Oleo jurusan Sastra Inggris, sekarang ini baru tahun pertama saya menjalani perkuliahan. Saya berasal dari kota kecil di ujung Sulawesi yaitu Raha, Sulawesi Tenggara. Sekarang menempuh perkuliahan di Ibu Kota. Semua orang bilangnya kalau saya itu tomboi, mulai dari penampilan sampai cara bicara tapi semenjak kuliah saya mulai berubah sedikit demi sedikit. Saya penakut, tidak berani tampil di depan umum itulah kenapa saya suka menulis.



0 comments:

Post a Comment