Friday, 19 May 2017

Cinta Dunia Maya

Siang itu perkuliahan begitu singkat. Dosen mata kuliah Multikultur sedang dinas luar sehingga para mahasiswa diberikan tugas berupa portofolio. Aku yang sedang kelelahan karena lumayan padatnya kuliah langsung pulang kosan. Temanku, Cici mengajakku untuk kumpul-kumpul namun aku menolaknya karena aku mengantuk dan merasa lelah.


Sesampainya di kosanku aku langsung melepas jilbab dan tas gendongku sesembari merebahkan tubuhku ke tempat terenak di dunia yaitu tempat tidur. Sesekali aku mengambil tisu untuk mengusap keringatku. Maklum jarak kosan ke kampus cukup jauh dan ku tempuh sehari-harinya dengan jalan kaki. Ku lihat telepon genggamku menunjukkan pukul 12.30. Untuk mengobati rasa lelahku aku membuka aplikasi facebook yang ada di telepon genggamku. Pandanganku tertuju pada sebuah pemberitahuan sebanyak 30 dan satu pesan inbok.

Pemberitahuan sebanyak 30 itu ternyata berasal dari seseorang yang me-like statusku. Lalu aku penasaran dengan seseorang yang telah me-like statusku dengan melihat foto profilnya. Tampak seorang pria berhidung mancung duduk dengan memakai jam tangan serta memakai kaos berwarna hitam. Nama akun facebooknya unik karena menggunakan nama tokoh sejarah priangan yaitu Raden Kian Santang. Akupun langsung membaca inbok dari akun facebook Raden Kian Santang. 


Raden Kian Santang : Haiii…
Melihat foto profilnya, aku sedikit ingat sesuatu. Oh…ya kini aku ingat. Dua bulan yang lalu aku pernah comment di statusnya. Gara-gara comment, temanku Yesi menjadi marah-marah. Hmm… lalu aku pun penasaran dan membalasnya.
Dilla Rhajzabilla : Ini pacarnya Yesi kan?
Raden Kian Santang : Yesi?! Udah mantan. Ini    emang siapanya Yesi?

Setelah mendapatkan balasan dari dia aku jadi berpikir, kok malah nanya. Dan sepertinya dia tidak tahu jika aku adalah temannya Yesi.

Dilla Rhajzabilla : Masa udahan ama Yesi? Ini  temannya…
Raden Kian Santang : Oh,temannya.Salam kenal ya.
Dilla Rhajzabilla : Ia. A ama Yesi kenapa bisa udahan?
Raden Kian Santang : Ga cocok aja. Boleh ya  kenalan. Minta no hpnya…

Seketika aku terdiam membaca inbok dari seseorang yang merupakan mantan pacar temanku sendiri. Lalu aku tidak langsung membalas pesannya. Aku kembali bangun dari tempat tidurku untuk bergegas mengganti pakaianku dan menuju kamar mandi untuk melaksanakan shalat dzuhur. Seusai salat aku teringat akan kejadian dulu dimana temanku Yesi sangat marah kepadaku gara-gara mengomentari status pacarnya. Aku langsung mengambil telepon gengamku yang tergeletak di meja. Aku berusaha mencari no hp Yesi untuk menanyakan mengenai seseorang yang menginbok lewat facebook ku. Namun ternyata no hp Yesi tidak aktif dan aku mencoba menghubungi lewat inbok belum dibaca oleh Yesi. 

***
Malam harinya, pintu kamar kosanku diketuk seorang perempuan. Seseorang yang mengetuk pintu kamarku masih temanku yang bernama Cici. Aku yang ketiduran lalu terbangun. Aku kembali melihat jam di telepon genggamku. Jam telah menunjukkan pukul 19.00 WIB. “Astagfirullah…kemalaman”. Segera aku mengambil handuk dan menuju kamar mandi. Tidak lama kemudian aku langsung menuaikan salat magrib dan isya. Selesai salat, Cici temanku mengajak makan di tempatnya kebetulan Cici memiliki rice cooker sehingga dia suka mengajakku makan bersama di kosannya yang dekat dengan kamarku. 

Di tengah pembicaraan aku dan Cici tentang kegiatan kumpul teman-teman, aku kemudian bercerita tentang pesan dari seorang pria di dunia maya. Aku lalu meminta pendapat pada Cici untuk meminta pendapatnya mengenai keraguan dan ketakutan berkenalan dengan seseorang di dunia maya. Keraguan mengenal lawan jenis lewat dunia maya apalagi saat itu banyak kasus-kasus kriminal yang bermula dari media sosial facebook. Ditambah orang yang mengajak berkenalan ternyata mantan pacar temanku. Dan ketakutanku, bila berkenalan apakah tidak akan mengganggu pertemananku dengan Yesi. 

Cici yang mendengar ceritaku memberiku saran untuk tidak terlalu ambil pusing soal ketakutan soal pertemanan. Cici juga memberiku nasihat agar aku tidak menutup diri terhadap lawan jenis. Memang aku adalah seorang yang tertutup dengan masalah lawan jenis. Hal ini dikarenakan dulu sewaktu SMA aku pernah didekati lawan jenis namun belum sampai jadian, pria yang mendekatiku malah mendekati temanku sendiri. Nasihat yang diberikan Cici kini ku ingat selalu.

“Di,umur  kita tuh udah mau 20an. Ini adalah masa-masa nya kita Di. Masa untuk mengenal pacaran atau pertemanan dengan lawan jenis. Kalau menurut aku mah tidak apa-apa kamu kenalan sama yang dari facebook walau dia mantan dari teman kamu. Kan udah putus juga. Ingat ya Di, kamu tidak selamanya harus tertutup sama laki-laki kan. Kamu gak mau kan selamanya kamu hidup dengan kedua orangtuamu. Suatu hari kita akan hidup terpisah dengan kedua orangtua dan hidup bersama pendamping kita”

“Iya deh Ci, aku akan coba ngikutin saran kamu. Terima Kasih ya Ci…”kata aku sambil tersenyum melihat Cici. Kami berduapun melanjutkan obrolan seputar dunia perkuliahan sambil memakan cemilan keripik dan snack.

***
Singkat cerita, mendengar masukan dari temanku, Cici akhirnya aku membalas pesan dari seseorang akun facebook Raden Kian Santang. Setelah aku memberi no handphoneku tidak lama dia meneleponku dan menanyakan nama maupun asalku. Nama asli nya adalah Ryan. Dia berasal dari desa Leuwigoong yang kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari desaku. Hanya berbeda desa namun masih satu kecamatan.

Sekitar seminggu kita berkenalan, tiba-tiba Ryan mengajakku untuk berpacaran. Awalnya aku juga ragu karena secepat itu kah apalagi berkenalan lewat facebook. Aku lalu mempertimbangkan baik burukknya. Lalu aku memutuskan iya. Saat itu memang agak aneh bagiku berpacaran dengan seseorang yang belum ketemu. Dalam benakku, aku tidak terlalu berharap lebih dari perkenalan ini. Aku ingat kejadian itu terjadi di Bulan Oktober 2013.

Beberapa bulan hanya mendengarkan suara lewat telepon dan facebook, tiba akhirnya aku dan Ryan untuk bertemu. Pada Bulan Maret 2014 kita janjian untuk bertemu. Awalnya dia menginginkan bertemu di rumahku namun aku memiliki alternative lain yaitu di lapang sepak bola dekat pos agar mudah untuk mencarinya. Dan Ryanpun menyetujuinya.

Entah kenapa perasaan aku campur aduk antara kurang percaya diri dengan wajahku yang serba pas-pasan dan bingung harus bagaimana. Karena ini kali pertama aku akan bertemu dengan seseorang yang ku kenal dari facebook. Jujur, aku bukanlah perempuan yang memiliki paras rupawan. Kadang diingatanku terbesit pertanyaan, “Apakah iya ini pria suka sama aku dengan tampang begini adanya. Tapi kalaupun udah ketemu dia tidak suka aku ya tidak apa-apa..”. Aku tidak berharap lebih dari pertemuan pertama ini karena niatku hanya ingin mengetahui seseorang yang ku kenal dari dunia maya. 

Aku bersiap melangkahkan kaki ku menuju pos kamling yang tidak jauh dari rumahku. Dari kejauhan sudah tampak seorang pria sedang bersandar di tiang pos kamling sambil melihat kearah handphonenya. Gerak kaki ku yang makin lama makin mendekat, mampu menganggu pandangannya. Dia pun akhirnya melihat ke arah ku sambil tersenyum. Aku pun melihatnya dari dekat, seorang pria bertubuh tinggi memakai celana pendek dengan atasan kaos berwarna hitam. 

Sesampainya aku di pos kamling, aku dan Ryan berkenalan. Ryan mengulurkan tangannya dan disambut tanganku sambil menyebutkan nama. Dua menit lamanya kami mengobrol dan akhirnya Ryan meminta untuk mengobrol di rumahku. Karena suasana ketika itu cukup ramai oleh orang yang berjalan melewati pos kamling.

“Rumah Neng dimana? Nanti A ke rumah ya. Gak enak di sini mah dilihat orang…”

OH MY GOD?!!! Aku cukup kaget dengar dia mau ke rumah. Deg-degan karena ini pertama kali bagiku. Dan langsung pikiranku menjadi takut soalnya tidak ada siapa-siapa di rumahku tapi aku juga bingung bagaimana menolaknya.

“E…itu di ujung. Nanti Tanya-tanya aja ama orang ya hehe… Maaf A aku juga mau pergi dulu ada urusan dulu bentar.”

“Iya…kalau begitu aku pergi dulu ya bentar nanti kita ketemu lagi.” Kata Ryan sambil memutar arah motornya dan berlalu dari pandanganku.

Sementara Ryan sedang pergi ke Luragung, aku beres-beres di rumah. Maklum, saat itu rumah ku sedang berantakan karena aku bangun kesiangan dan belum sempat membereskan sampah depan rumah. Setelah selesai aku lalu duduk di kursi, dan terdengar suara ketukan pintu. Pas aku buka ternyata Ryan. Di tangannya aku lihat Ryan membawa plastik berwarna hitam dan baunya cukup sedap. Ryan membelikan ayam goreng untuk aku dan keluargaku.

Aku lalu mempersilahkan masuk dan duduk. Ryan lalu duduk sambil menanyakan dimana kedua orangtuaku.  Aku menjawabnya kedua orangtua ku sedang bekerja. Ryan membelikan ayam goreng untuk ayah ibu dan aku. Akupun lalu mengucapkan terima kasih. Ryan tersenyum padaku dan dia menyuruhku untuk duduk tidak jauh dengannya. Pertama kali ke rumah, aku langsung menjaga jarak dengan Ryan. Karena kedua orangtuaku tidak ada, Ryan lalu memutuskan untuk pulang. Ryan memiliki maksud ingin bertemu dengan kedua orangtuaku. Usai Ryan pulang, perasaanku lega karena telah bertemu dengan seseorang yang aku kenal dari facebook.

***
Sore harinya, handphone ku bergetar. Ku buka pesan yang dikirimkan Ryan untukku.

Ryan : Bagaimana kesannya tadi kita udah ketemu?
Dila : Biasa aja.
Ryan : Kamu ada perasaan tidak ke aku?
Dila : Enggak ada.
Ryan : Wah…kok begitu?
Dila : Tidak tahu. Maaf ya a aku kayaknya tidak suka sama    kamu.
Ryan : Kamu tahu gak. Akupun merasa sama. Tapi aku sudah berusaha mencintai kamu. Aku ingin menemui kedua orangtuamu untuk meminta ijin mencintai kamu. Tapi kamu malah begini. 
Dila  : Udah ya. Kita udahan aja.
Ryan : Oke.

Sejak dari itu Ryan memblokir akun facebookku dan tidak menghubungiku.

***
Selama hampir dua minggu lamanya aku dan Ryan tidak lagi berkomunikasi. Aku kadang berpikir apa itu keputusan terbaik atau tidak. Karena aku masih ragu jika harus berpacaran dengan seseorang yang kenal di dunia maya. Di tengah lamunanku, tiba-tiba saja handphone ku berdering. Ku lihat no yang tidak asing di ingatanku. No baru itu kembali meneleponku. Saat aku menjawab panggilan, aku mendengar suara yang pernah aku dengar sebelumnya. Dan ya ternyata itu dari Ryan.

“Di, apa yang tidak kamu suka dari aku. Aku udah berusaha lupain kamu tapi aku ingat kamu terus.”

“Tidak tahu ya. Kamu bukan orang yang aku cari. Dan aku ragu bila berpacaran dengan seseorang yang baru ku kenal dari facebook.”

“Ragu kenapa. Kita masih satu kecamatan. Dan aku seurius sama kamu. Buktinya pertama ke rumah aku ingin bertemu kedua orangtuamu. Jika kamu masih ragu, aku akan kenalkan kamu ke keluarga aku untuk membuktikan aku ingin seurius dengan kamu.”

“Aku masih kuliah a mau fokus kuliah dulu.”

“Aku mau nunggu kamu lulus kuliah.”

“Kenapa harus aku a? Kan di luar sana banyak yang cantik?”

“Sejak aku kenal kamu, aku merasa mati rasa melihat perempuan. Baru kali ini ada perempuan seperti kamu yang menolakku. Sebelumnya jarang ada perempuan yang menolakku. Entah kenapa setelah kamu memutuskan komunikasi, aku kehilangan kamu dan ingin mengenalmu lebih jauh. Kamu mau kan kembali pacaran dengan aku? Aku mau nunggu kamu lulus kuliah.”

Dari situ akupun mengiyakannya. Aku menerima Ryan kembali ke kehidupanku. Semenjak itu Ryan sangat menyenangkan. Aku mulai mengenal Ryan. Aku menjadi tahu riwayat masa lalu Ryan yang memiliki banyak mantan pacar. Aku percaya setelah membaca semua riwayat aktivitas di akun facebooknya. Sayangnya, hubungan Ryan dengan mantan pacarnya tidak bertahan lama. Bagiku, hal tersebut tidak menjadi masalah karena aku percaya Ryan bisa menjadi lebih baik lagi. 

Ryan dimataku adalah seorang pria yang mampu mengerti keadaanku. Dia mampu membuatku tertawa dan melucu walau hanya melalui sambungan telepon. Ketika bertemupun Ryan selalu tersenyum dan mengajakku bercanda gurau. Kadang-kadang Ryan memberikan aku masukan soal penampilanku yang culun. Pernah suatu waktu Ryan membelikan aku kosmetik dan kerudung untuk menunjang penampilanku. Ryan juga sering mengingatkan aku untuk menjaga kesehatanku.

Tidak lama kemudian, Ryan juga menemui kedua orangtuaku. Dia mengenalkan diri kepada kedua orangtuaku dan dan meminta ijin untuk menyayangiku. Lebaran tahun 2014, aku kembali diajak Ryan untuk dikenalkan kepada keluarganya. Ryan mengenalkan aku sebagai kekasihnya kepada seluruh keluarganya. Aku sangat bahagia karena aku merasakan hal yang sebelumnya belum pernah aku rasakan. Aku seperti memiliki keluarga kedua dan aku diterima baik oleh keluarga Ryan. Aku mulai kagum dan mempercayai ucapan Ryan dulu.

Selama tiga tahun lamanya aku menjalani hubungan dengan Ryan. Selama itu pula aku belajar memahami Ryan. Karena Ryan juga memahami karakterku. Hubungan selama tiga tahun tidak selamanya berjalan mulus. Salah paham, saling egois dan intensitas bertemu kurang membuat aku dan Ryan sering mengalami putus nyambung. Namun, Ryan selalu bertahan, selalu mengalah dan mengajakku balikan lagi. 

Di bulan April 2017 lalu, Ryan memberi kabar mengejutkan untukku. Ryan hendak meminangku untuk menjadi istrinya di hadapan keluargaku. Ada perasaan campur aduk. Antara masih tidak menyangka dan senang karena dia membuktikan keseuriusannya denganku. Perasaan senang tidak mampu aku sembunyikan saat cincin emas putih dia sematkan di jari manisku. Ryan juga beberapa kali tersenyum memandangku. Dan alhamdulilah hingga saat ini kami masih berkomitmen berusaha mengikrarkan dalam ikatan suci pernikahan.

Walau jalan cerita hidupku tidak seindah FTV yang ketemu langsung jatuh cinta, aku berharap perjalanan cintaku dengan Ryan tetap indah walau berbagai masalah kerap menemani perjalanan hubungan kami berdua. Memasuki usia 4 tahun pacaran, kami merasa yakin ditakdirkan untuk selalu bersama. Aku merasa karakter kita hampir mirip dan aku bersyukur telah dipertemukan dengan pria bernama Ryan. Semoga kisah ini menghibur dan menginspirasi semua untuk selalu bersyukur atas nikmat hidup yang dianugerahkan Tuhan pada kita.

***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan Mei. Silakan dibagikan jika menyukai Dian Dwi sebagai pemenang.

Dian Dwi Yanuarsih 

Anak sulung dari tiga bersaudara yang memiliki hobby menulis lamaran kerja dan cerpen, membaca lowongan kerja dan cerita-cerita pendek serta penyuka game. Lahir dan tinggal di sebuah desa nan Indah di Kuningan, Jawa Barat. Memiliki mimpi menjadi wanita yang kuat, tegar dan mandiri di masa depan. Mengenai tulisan ini adalah murni perjalanan hidup saya berkenalan dengan seorang pria melalui dunia maya yang kini menjadi calon imamku. Semoga bermanfaat dan memberikan inspirasi kepada para pembaca.

0 comments:

Post a Comment