Friday, 19 May 2017

Idol Bukan Segalanya

Idol? Punya dong, setiap orang pasti pernah atau sedang mengidolakan seseorang. Dan kita yang mengidolakan mereka seringkali disebut fans. Tapi tidak untukku, karena bagiku aku bukan seorang fans, melainkan seorang cewek yang masih berumur 15 tahun dan sedang mengagumi seorang Idol, bahkan sangat mengaguminya, namun tak seringkali orang - orang menyebutku sebagai Fans Fanatic karena selalu mengagung - agungkan idolku. Ya itu benar, dan karena itu lah teman - temanku merasa agak jengkel padaku, karena bagi mereka aku terkesan seperti anak alay, namun I don’t care, aku sama sekali tak peduli dengan ucapan mereka, bahkan sangat tidak peduli, memangnya mereka siapa berani mengurusi hidupku, pikirku.


Sebelumnya perkenalkan, namaku Sela Marsela dan seringkali disapa Sela, idolku? Kalian tau Lee Min Ho aktor dari Korea? Ya, dia adalah idolku dan bagian dari hidupku. Aku sudah mengidolakannya kurang lebih 3 tahun, dan kuotaku terbuang secara cuma - cuma hanya untuk mengetahui informasinya. Namun tidak lagi, karena sekarang orang tuaku menyediakan wifi di rumah hingga aku jauh lebih betah berlama - lama di depan komputer dan handphone milikku.

Minggu, Ya! Bagiku hari Minggu adalah hari keberuntungan untuk seorang remaja pemalas sepertiku. Bukan beruntung karena bisa hangout atau pun berjalan -jalan, melainkan beruntung karena bisa bercinta dengan gadged - gadged milikku. Aku menatap laptop milikku yang terletak di atas meja belajarku, kuraih laptop tersebut dan kunyalakan. Kini jariku bergerak ke chrome dan membuka social media yang seringkali aku buka, yaitu instagram. Dan saat aku membukanya, terpampang dengan jelas foto Idolku di beranda Instagramku, Lee Min Ho, seorang aktor sekaligus musisi dari Korea Selatan yang menurutku terlihat sangat tampan dan ah, manly. Aku terus menatapi foto tersebut dan tersenyum, namun berteriak histeris di dalam hati karena melihat ketampanan Idolku tersebut. “Ah shit! Ganteng banget ya tuhan!” Ucapku dalam benak, dan dengan cepat aku meraih handphone milikku, aku bermaksud untuk membuka Instagramku kembali lewat handphone agar lebih mudah. Aku pun kembali ke postan foto idolku tadi, dan sibuk mengetik sesuatu di kolom komentar tersebut. 

“Hi Oppa, I Love You!” ya, komentar itu adalah komentar yang sama dan seringkali kutujukan kepada idolku saat Ia memposting fotonya lewat Instagram, dan entahlah, aku sangat menyukai caraku itu. dan setelah itu, aku menggunakan tombol screenshot dan menscreenshot foto idolku tersebut, and finally, aku menjadikan foto idolku tersebut sebagai story IG dengan caption “Aaaaa, guanteng bangettt calon suamiku” dan tak lama kemudian, aku mendapat balasan story IG ku dari beberapa teman sekolahku. 

Mariaevelina99_ membalas ke cerita anda.
Alay banget gilak. 
Putriaynnn
Imagination of fangirl.
Rianmrtdn54
Anjer, pagi pagi udah liat yg begini, bisa rusak mata gua :’v
Dan dengan sigap aku membalas pesan dari mereka dengan kata kata yang sama. “Bacot.” Jawabku.

3 jam sudah aku menatap laptop milikku yang sedari tadi menayangkan adegan akting idolku, the legend of blue sea, ya! Itu adalah nama drama yang peran utamanya adalah Lee Min Ho, dan sekarang tengah kusaksikan dengan sangat serius dan penghayatan. “Bitch please, gue gak suka banget sama ceweknya, gak cocok anjir!” umpatku terus menerus saat tengah menyaksikan adegan romantis yang menunjukan Lee Min Ho yang tengah bersama seorang wanita, lawan mainnya. Tiba - tiba handphoneku berdering, Putri Ayuni is calling. Untuk panggilan pertama ku abaikan karena sedang fokus pada tontonanku tadi, namun handphoneku terus menerus berdering, dan akhirnya ku geser touchsreen handphoneku tersebut dengan jariku.

“Kampret lama banget sih ngangkatnya!” ucap seseorang dari seberang sana, Ya, dia adalah sahabatku.

“Gue lagi nonton, sorry.” 

“Yaudah gakpapa, lo lagi sibuk gak?”

“Iya, gue lagi sibuk sama pacar gue.”

“hah? Jangan bilang Lee Min Ho lagi deh ya” 

“hehe! Memang Lee Min Ho kok.”

“kampret nyebelin banget anjir! Yaudahlah, nonton sama gue yok? Udah lama banget gue gak bareng lo, lo sok sibuk sih.”

“aduh put, gue gak bisa deh kayanya, soalnya ini jalan ceritanya lagi seru serunya.”

“yaelah, lo tuh nonton dvd, ntar abis pulang juga bisa."

“tap—“

“gak ada tapi tapi! Intinya sekarang lo harus ganti baju, dan gue bakalan jemput lo ntar.” dan tutt tutt, Putri sudah lebih dulu mematikan sambungan mereka. “Kampret si Putri, padahal pacar gue stylenya oke banget di episode yang ini.” Ucapku dalam benak sembari mengambil sehelai baju di lemariku dan mengabaikan dvd tadi.

Kini aku dan putri sudah berada di atas motor, Putri sibuk menyetir, sedangkan aku sibuk mengotak atik handphoneku, kemudian putri melirikku dari spion miliknya. “lo lagi ngapain sih sel, ini tuh di tengah jalan, stop dulu main hp nya , nanti hp lo kejambret.” Aku pun hanya terkekeh pelan saat mendengar omelan dari sahabatku itu dan memasukkan handphone ku ke dalam tas selempang yang ku kenakkan.                        

Putri berjalan ke arah kios tiket, namun aku duduk di kursi yang telah di sediakan di gedung Cinemax XXI dan seperti biasa, aku mengotak - atik handphoneku. Tiba - tiba BOOM! Putri mengejutkanku dari arah belakang dan menunjukkan 2 tiket dengan senyuman lebat di raut wajahnya. “Filmnya bakalan di mulai 3 menit lagi.” Ucapnya, dan tanpa sadar aku hanya ber “Oh.” ria padanya, dan kembali fokus pada handphone milikku. Sungguh, itu sama sekali tanpa ku sengaja. Putri menatapku kesal dan mimik wajahnya berubah seketika. 3 menit telah berlalu, saatnya Film dimulai, namun aku masih sibuk dengan handphone milikku.  

“Filmnya udah di mulai.” Ucap Putri terdengar dingin di telingaku, kemudian aku berdiri dan melihatnya telah berjalan lebih dulu di depanku. Aku sedikit bingung dengan sikapnya, namun tidak terlalu ku perdulikan. Kami mengambil kursi paling atas di pojok kanan. Aku menatap Putri dan masih melihat wajahnya yang terlihat begitu datar, tidak ada senyum sama sekali di raut wajahnya. 

Film sudah dimulai, semua orang sibuk menyaksikan Film tersebut termasuk aku, namun sesekali aku mengecek handphone ku dan di perhatikan oleh Putri tanpa sepengetahuanku. 

2 jam telah berlalu, kini kami meninggalkan gedung bioskop dan berjalan keluar menuju parkiran, kali ini aku sama sekali tidak menyentuh handphoneku karena batrenya low. 

“Kenapa gak maen handphone?” jleb, bukan perkataannya, tapi nadanya yang membuatku mengerutkan kedua alis.

“Hp gue abis batre, emang kenapa?” jawabku santai.

“Oh.” 

“Lain kali gausah temenan sama gue lagi, temenan aja sama handphone lo tuh.” Kin wajah Putri tanpak terlihat begitu menyeramkan, persis seperti macan betina yang sedang marah.

“maksud lo apa sih Put, perasaan tadi lo baik - baik aja deh.”

“makanya intropeksi diri cuy! Lo tuh semenjak Fans sama aktor korea itu, lo berubah banget! Lo jadi lebih nyebelin dan gak asik banget.”

“terlebih lagi lo gak peduli sama apa yang ada di sekitar lo, lo cuman sibuk sama idol lo itu, gue kasih tau ya ke lo, idol lo itu bukan segalanya, dan asal lo tau, bahkan Idol lo itu mungkin gak tau bahwa sebenernya lo ada di dunia ini!” Jlebb, entah kenapa perkataan Putri sangat menyakitkan bagiku, dan ingin sekali rasanya aku menangis saat itu juga. Kemudian aku berlari menjauh dari arah Putri dan masuk ke dalam sebuah Taxi, Putri hanya menatapku dari kejauhan dengan perasaan yang begitu menyesal.

Kini aku sudah berada di dalam sebuah taxi, aku menangis sejadi - jadinya saat mengigat perkataan Putri.

Kini aku berbaring di kasur empuk milikku, jam dinding sudah menunjukkan angka 08.53. Pikiran ku sangat kacau, dan moodku juga sangat hancur. Kemudian aku memikirkan kembali perkataan Putri, ada benarnya, bahkan sangat benar. Dan lagi, aku ingat kejadian saat aku mengabaikannya. 

Dan entah kenapa perkataan Putri tadi membuatku sadar akan segalanya, seharusnya aku tidak begini. Dan tanpa sadar aku menangis lagi, dan lagi.

Beberapa menit setelah tangisku reda, aku menelpon Putri, dan di angkat dengan cepat.

“Put? Gue mau minta maaf.” Ucapku dengan nada yang sangat pelan.

“Minta maaf buat apa?” suaranya terdengar serak, seperti abis menangis.

“Minta maaf buat segalanya, gue gak akan ngulanginnya lagi Put, gue sadar setelah mikirin perkataan lo, dan gue bakalan berubah.” Kemudian terdengar isak tangis dari telpon tersebut.

“Gue juga minta maaf Sel, gue gak sengaja ngomong kayak gitu, dan gue bersyukur kalau lo mau berubau.”

“Iya Put, dan makasih banget, gue sayang lo intinya.”

“..”

Dan kini aku pun meninggalkan kebiasaan burukku dulu, dan hidup dengan cara yang baru.

***
Tulisan ini ikut arisan bulan Mei. Silakan dibagikan jika menyukai Sela sebagai pemenang.

Sela Marsela

Seorang pelajar dari palembang dan suka Lee Min Ho. 


0 comments:

Post a Comment