Tuesday, 2 May 2017

Kenangan Ramadhan

Hai pembaca yang cantik dan rupawan. Kita bertemu lagi di tulisan penulis kali ini. Kali ini penulis ingin membahas tentang bulan suci umat islam yang biasa disebut bulan ramadhan. Ramadhan? Ramadhan adalah bulan yang selalu ditunggu oleh setiap insan. Khususnya umat muslim di seluruh penjuru dunia, ditambah sebentar lagi bulan islam ini sebentar lagi akan datang menjelma. Hiruk pikuk masalah baju lebaran, kue untuk berbuka dan segala macamnya sudah mulai terdengar telinga ibu-ibu tercinta. Terlebih untuk para suami ganteng di luar sana, harus tambah giat mencari rezeki untuk lebaran nanti agar anak istri tampak berseri-seri.


Ngomong-ngomong soal ramadhan, tentu pembaca yang budiman akan terbayang dan terkenang suasana indahnya bulan ini. Suara petasan yang membuat jantungan, shalat terawih bersama keluarga, berbuka bersama teman sekolah atau alumni, berbuka diam-diam bersama teman-teman sepermainan di luar namun ketika azan magrib kita ikut berbuka, pasti banyak yang sependapat dengan penulis (hihi), dan banyak hal lainnya yang kalau dibahas memusingkan kepala. Di sini penulis ingin berbagi sebuah kenangan dengan para pembaca sekalian, semoga menjadi pelajaran buat kita semua dan kita bisa mengambil hikmahnya. Amin.

Kenangan ini terjadi ketika subuh ramadhan pertama yang begitu syahdunya, di sebuah surau yang kecil namun sangat indah dekorasinya. Anggaplah nama kenalan penulis ini Qirun (nama disamarkan, maaf jika ada yang namanya sama). Kirun ini sudah pergi haji, dan biasa dipanggil Haji Qirun. Ketika suara azan sudah berkumandang dengan merdunya. para jama’ah menunaikan shalat sunat. Ketika selesai mengerjakannya, para jamaah melihat kesana kemari mencari sosok imam pemimpin shalat belum tampak batang hidungnya. Bingunglah para jama’ah seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Karena masing-masing jama’ah tidak ada yang mau mengajukan diri sebagai imam subuh itu, tiba-tiba salah seorang jamaah menyarankan agar Haji Qirun untuk bersedia menjadi imam dikarenakan gelarnya yang Haji. Beliau diam sesaat, dan dengan membusungkan dada maju kedepan untuk menjadi imam shalat subuh itu, namun sebelunya beliau sempat berbisik ke teman sebelahnya yang penulis dengar.

“Mat, aku lupa bacaan doa qunut”

“Mudah sekali Pak Haji, bacaan panjangnya Qunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut” jawab teman sebelahnya.

“Amboi, Panjangnya” balasnya.

“Kalau Pak Haji mau membaca yang pendek bacaanya Qunut” Jawabnya lagi.

“Alhamdulillah, makasih Mat. 1000 bidadari menunggu kamu di surga”

Awalnya penulis bermaksud memberitahukan bahwa apa yang diajarkan Amat itu salah, namun penulis kalah cepat dengan Haji Qirun yang langsung mengambil langkah. Haji Qirun dengan mantap maju ke shaf imam. Di lihatnya kiri dan kanan seraya menyuruh para jamaah agar merapatkan barisan, kemudian disuruhnya Amat (Teman sebelahnya tadi) untuk Iqamat sebagai tanda shalat akan dimulai.

“Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakba, Allahuakbar”

Seraya para jamaah cekikikan menahan tawa, karena Amat disuruh iqamat malah beliau bertakbir lebaran. Haji Qirun dengan gagahnya menegur Amat dan menyuruhnya kembali iqamat. Singkat cerita, ketika raka’at kedua, bangun dari ruku’. Pak Haji membaca doa qunut yang seperti diajarkan Amat tadi. 

“Qunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut”

“Subahanallah” terdengar teguran dari jama’ah.

Haji Qirun lantas terdiam dan berpikir, apa doa yang diajarkan teman sebelahnya tadi salah. Lalu ia membaca doa yang pendek.

“Qunut”

“Subhanallah” terdenguar kembali teguran dari belakang.

“Allahuakbar” ucapnya karna bingung ingin berbuat apa.

Sontak para jamaaah langsung sujud. Haji Qirun kaget dan mengikuti jama’ah. Dia mulai berpikir betapa malu dirinya dengan apa yang telah terjadi, tanpa pikir panjang dia segera keluar dari surau dan meninggalkan para jamaah yang masih sujud, sementara para jama’ah asik masih sujud menunggu kode dari imam. Setelah beberapa lama, baru para jama’ah malang sadar bahwa pak imam sudah melarikan diri dari tugasnya. Akhirnya seluruh jama’ah bingung apa yang harus dilakukan selanjutnya. Sementara Haji Qirun ra’ib hilang ke dunia antah berantah menyembunyikan dirinya.

Dari kejadian ini tentunya menjadi pelajaran bagi kita semua, penulis harap semua pembaca dapat menyimpulkan sendiri apa yang menjadi pelajarannya. Sampai ketemu lagi di episode berikutnya.

***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan Mei. Silakan dibagikan jika menyukai Putra sebagai pemenang.

Putra Aidil Fitri

Lahir di Pulau Penyengat salah satu pulau warisan dunia yang berada di kota Tanjungpinang. Kota Gurindam Kepulauan Riau 7 November 1989, saat ini bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Tanjungpinang. Pernah menulis beberapa naskah cerita, akun FB Putra Aidil Fitri, Instagram Putra.A.Fitri, dan alamat email aryarheyhan@gmail.com







0 comments:

Post a Comment