Thursday, 11 May 2017

Proses atau Hasil?

Hari jumat kemarin, Guru Bahasa Indonesiaku mengadakan diskusi kelompok. Saat itu, Aku kebetulan masuk ke kelompok I yang beranggotakan siswa yang cukup pintar semua. Dihadapan kami, ada tiga kelompok yang siap menantang kami. Diskusi itu tentang, " Proses atau hasil, manakah yang lebih dihargai ?".

wartawirausaha.com
Sebagai pembuka diskusi, Guru Bahasa Indonesiaku menanyakan pada kami semua. Sebuah pertanyaan yang sangat mengecoh. 
"Proses tidak akan mengkhianati hasil, benarkah ?" Aku dan teman - teman terdiam sejenak. Memikirkan jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan oleh guruku.

 "Proses tidak akan mengkhianati hasil". Itulah kalimat yang sering diucapkan oleh banyak orang untuk memotivasi agar kita tidak menyerah. Tapi, benarkah proses tak akan khianati hasil? Sepuluh menit kemudian, rekan kelompokku berdiri dan menyampaikan pendapatnya.
"Saya setuju bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil. Kenapa? Karena jika kita berjuang sungguh - sungguh maka hasil yang akan kita dapat bakal sempurna" , ujarnya. Pendapatnya ini mendapatkan klep dari banyak orang. Termasuk Guru bahasa Indonesia yang mengadakan diskusi ini. Dan tak lama, hampir seluruh kelompok menyatakan kesetujuannya terhadap pendapat temanku. Tapi Aku rasa, ada yang aneh deh. Sepertinya bukan proses yang gak akan khianatin hasil. Tapi, apa ya...?

"Proses tidak akan khianatin hasil". Kalau proses tidak akan mengkhianati hasil, kenapa banyak orang yang gagal meskipun telah berjuang sungguh - sungguh. Contoh singkatnya, seperti Aku. Aku sering kali dapat nilai yang anjlok padahal sebelumnya Aku belajar dan latihan segiat mungkin. Tapi, yang jarang belajar kok bisa dapat nilai sempurna. Kan aneh? Kalau gitu, intinya, proses khianatin hasil dong... . Lah, habis itu gimana?

Aku mengingat kembali kisah - kisah tentang tokoh - tokoh terkenal seperti Bill Gates atau Bob Sadirno. Apa yang menyebabkan Mereka semua itu sukses? Aku pikirkan sejenak....
Kemauan. Ya kemauan!!! Kemauan untuk maju. Itulah yang tidak akan mengkhianati hasil. Kenapa Mereka  rela di cacimaki, di hina, dibenci. Jatuh dan bangkit berulang kali. Karena ada satu kemauan di dalam hatinya. Ya, kemauan untuk maju...! Kalau Mereka tidak ada kemauan tuk maju, Mereka pastinya tidak bisa seperti ini sekarang.

Artinya, niat/kemauanlah yang tidak akan mengkhianati hasil. Tadinya, Aku mau ngungkapin ini. Cuma, keburu guru mengalihkan pertanyaan.  Jadi,  ungkapin aja disini. Lumayan, kalau menang dan semoga menang arisan bulan ini di godok.id, bisa buat ngebayar spp bulan ini dan gak nyusahin orang tua jadinya. Terus, bisa ikutan ukk deh.

Oke, Guruku langsung mengalihkan ke pertanyaan kedua dan yang jadi inti diskusi ini. "Mana yang lebih dihargai, proses atau hasil?". Dan, guruku menunjuk kelompok ke-2 untuk mengungkapkan pendapatnya.
"Menurut saya, proseslah yang lebih dihargai daripada hasil. Kenapa? Karena kita tahu biografi tokoh terkenal seperti Bob Sadirno atau Mark Zuckerberg. Artinya, kita lebih menghargai proses daripada hasil".

Opini yang dilontarkan kelompok 3 dan 4 pun hampir sama dengan opini yang digagas oleh Kelompok 2. Rata - rata, mereka berpendapat bahwa proses lebih dihargai dari hasil. Kini, giliran kelompok 1 yang diberikan kesempatan untuk berpendapat. Dengan gagah beraninya, Aku berdiri dan coba tuk mengungkapkan seluruh opini yang ada di otak ini.

"Menurut saya, hasil yang lebih dihargai dibanding proses. Kenapa Saya berani mengungkapkan pendapat demikian? Karena faktanya, kita lebih menghargai hasil dibanding proses. Contoh nyatanya, orang tua kita lebih senang dapat nilai yang gede, kan? Tapi, Mereka tidak peduli prosesnya bagaimana. "Pokoknya, gak mau tau, nilai harus gede ". Kalau gitu, jelas. Hasil lebih dihargai dari proses!". Teman - temanku langsung memberikan tepuk tangan yang meriah. Guruku pun mengungkapkan kesetujuannya kepada pendapatku. Sekaligus ngasih kesimpulan tuk diskusi hari ini.

"Memang benar. Sangat benar bahwa yang lebih dihargai oleh Orang Indonesia adalah hasil. Contoh kecilnya adalah ketika orang tua kalian lebih menghargai kalian dapat nilai gede dan bakal memarahi kalian saat dapat nilai kecil. Inilah problem dan sebab mengapa banyak orang yang tidak jujur dizaman modern. Kita sering mengungkapkan REVOLUSI MENTAL, REVOLUSI MENTAL. Tapi, kenapa mental kita belum saja berubah. Karena, mental berubah dari diri kita sendiri bukan orang lain. Kalau Indonesia ingin dipenuhi oleh generasi yang jujur, kita harus merevolusi mental kita. Ubah sudut pandang kita! Hargai proses ketimbang hasil. Benar kata teman Kalian, Niatlah yang tidak akan mengkhianati hasil. Kalau niat sudah terpatri di hati kita, maka kita bakal berjuang sungguh - sungguh."
***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan Mei. Silakan dibagikan jika menyukai Iqbal sebagai pemenang.

Iqbal Maulana










0 comments:

Post a Comment