Wednesday, 18 October 2017

Refleksi Bilangan dengan Peristiwa dan Ayat Suci

Karena terlalu menyukai pelajaran matematika akhirnya aku lebih sering menulis bilangan dari pada huruf. Dulu saya, waktu sekolah paling suka mengerjakan sol-soal matematika dibandingkan pelajaran yang lain. Tak terlepas dari bilangan, aku jadi sering mengaitkan kejadian-kejadian dalam hidupku dengan bilangan. Akhirnya beberapa peristiwa kualami.

iug.edu.gh
Waktu kelas tiga SMP, dulu belum kelas 9 namanya. Di sekolah diadakan try out sebanyak 5 kali. Alhamdulillah aku selalu di posisi 3 besar tepatnya 1,3,3,3,1. Ya begitulah rangkingku dalam try out. Lumayan keren kan? He he. Tapi saat UN beneran dan hasilnya diorbitkan oh tidak, aku di posisi 11. Nah bilangan sebelas itu adalah jumlah rangkingku di try out yaitu 1+3+3+3+1 = 11. Entah itu sebuah pertanda supaya aku tidak kaget atau hanya kebetulan? Yang pasti rasanya nyesek di dada. Huh hu huu.

Tak ingin terulang di UN saat SMA aku tak mengalami hal semacam itu, tapi memang nilai UN-ku tak sejalan dengan keinginan jumlah yang hanya 44. Aku berpikir kenapa bisa jadi 44? Lalu saat kumembuka Al Quran hendak mengaji ternyata tadarusku sampai surah An-Nisa yaitu surah ke empat dalam Al quran. Aku mengingat urutan tempat dudukku saat ujian juga di meja no empat. Kembali lagi menghela nafas panjang. Apa itu pertanda nilaiku sejumlah 44 dan namaku juga Anisa lho? he he he.

Tak berhenti di situ, suatu sore aku mendengarkan radio tentang ceramah agama. Aku mendengar ada argument tentang peristiwa bencana alam jika dikaitkan waktu terjadinya dan dikembalikan ke dalam Al Quran maka akan tepat pada ayat-ayat yang mengisahkan tentang azab pada umat terdahulu. Ngeri ya? Tapi karena aku penasaran kusimak pernyataan itu sambil memegang Quran terjemahan untuk memastikan. Ternyata benar, salah satu contohnya adalah pada hari Rabu, 30 September 2009 terjadi gempa di Padang Sumatera Barat pada pukul 17.16 WIB dan susulan pada 17.58 WIB. Dari dua waktu tersebut ternyata jika diartikan surah ke 17 yaitu surah Al Isra ayat 16 dan 58 maka isinya ternyata tentang azab bagi kaum yang durhaka. 

Ngeri gak lho? Nah langsung kubaca artinya yang ayat ke 58 terjemahannya adalah, “Dan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami Siksa (penduduknya) dengan siksa yang sangat keras". Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh). Gimana gak gemetaran coba membacanya? Tapi ada hikmahnya juga sebagai penambah keimanan sebagai umat beragama. Selain itu juga merasa punya kawan sealiran yaitu mengaitkan bilangan dengan peristiwa. Hore punya teman! Tahun berganti aku pun jadi wanita dewasa dan menikah, cie-cie laku nih ceritanya? Aku menikah di tanggal 19 dan saat kuingin bekerja ternyata aku diterima juga pada tanggal 19. Dikaitkan lagi? He he he.

Seiring pergantian masa aku pun jadi ganti tempat tinggal keluar dari pulau Jawa, merantau kisahnya. Tak lama aku dengar terjadi Gempa di Malang yang getarannya terasa sampai ke Jember tanah kelahiranku. Sontak aku langsung gak bisa tidur nyari informasi mulai dari telefon keluarga, dari sosmed sampai browsing berita. Dari suatu berita online ku peroleh informasi waktu tejadinya gempa tersebut adalah pukul 22.10. Teringat akan gempa di Padang yang kudengar di radio beberapa tahun lalu aku mencoba melihat pasangan bilangan itu dikaitkan dengan Al Quran. Hasilnya Subhanallah. Lalu ku posting kan di akun pribadiku. Postingannya sebagai berikut :

Beberapa kejadian gempa di tanah air jika dicatat waktu terjadix dan dikaitkan dengan surah dan ayat Al qur an maka akan tepat pada ayat2 yang isinya peringatan bagi manusia. kemarin, gempa di Malang jatim tercatat di sebuah berita online terjadi pukul 22.10 WIB. jika kita lihat quran surah ke 22 yaitu QS Al Hajj ayat 10 ternyata artinya
" (maka dikatakan kepadanya) " Itu karena perbuatan yang dilakukan dahulu oleh kedua tanganmu dan Allah sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya"
lalu jika dimaksudkan jam10 malam sama dgn jam 22 dan cari surah ke 10 ayat 22 maka QS. Yunus ayat 22 artinya
" Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan dan (berlayar) di lautan. Sehingga ketika kamu berada di dalam kapal, dan meluncurlah kapal itu membawa mereka dengan tiupan angin baik dan mereka bergembira karenanya: tiba2 datanglah badai dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru dan mereka mengira telah terkepung maka mereka berdoa dgn ikhlas kepada Allah saja (seraya berkata ) "sekiranya Engkau menyelamatkan kami dari ini, pasti kami termasuk orang2 yang brsyukur"... SUBHANALLAH.. Al Quran adalah petunjuk bgi manusia sampai akhir zaman..Sahabat muslim mari jadikan ini sebagai pelajaran bagi kita.. aamiin.

Lalu ada Aksi Bela Islam yaitu pada 4 November 2016 yang berkaitan dengan Quran Surah Al Maidah ayat 51. Aku melihat ada gambar yang bertuliskan “ 4 + 11 + 20 +16 = 51. Wah aku ada kawan lagi nih yang suka mengaitkan bilangan dengan peristiwa. Entah ini sebuah petunjuk atau kebetulan? Tergantung cara anda memandangnya. Tiada maksud provokasi dan lain – lain. 

Terakhir, bilangan itu ada sepuluh yaitu 0,1,2,3,4,5,6,8 dan 9 . Akan tetapi dengan sepuluh digit itu jika disusun terus menerus maka tak akan ada batasnya atau tak hingga. Seperti diri kita dengan jemari tangan sejumlah sepuluh tapi maunya menggenggam seluruh dunia tanpa batas. Mungkin setelah membaca ini Anda jadi kena virus mengaitkan kejadian dengan bilangan? Atau merefleksi bilangan dengan peristiwa dan ayat suci? Ingat semua hanya Sang Pencipta yang tahu. Ini hanya cara saya, bagaimana cara Anda? Anda punya pendapat dan cara tersendiri pastinya. Beragam itu biasa bagi orang yang lahir di Indonesia, bukan begitu? Tapi biar beda asal gak berisik gitu lho. Salam.
***

Dewi Anisa 
Lahir di Jember, 10 Desember bertahun-tahun yang lalu. Suka menulis sejak SMA meski hanya sebatas mengalihkan suasana hati agar tak berpikir tentang hiruk-pikuk kehidupan. Sangat bangga dengan orang berbakat dan terarah karena bakat yang tak menuju arah manfaat sama saja dengan cacat. Kalimat bijak yang disukai adalah, “Hidup adalah pilihan dan tak ada jalan lain kecuali memilih“.


0 comments:

Post a Comment