Friday, 5 May 2017

Save the Little Girl

Aku adalah sebuah Robot penyelamat. Aku bisa merasakan hawa panas keberadaan makhluk hidup dari sensor inframerah yang dipasang di dalam tubuhku. Aku bisa menangkap berbagai macam warna dan bentuk dari lensa mataku.


Tapi semenjak kemarin, aku tidak bisa menangkap hawa panas tubuh makhluk hidup di sekitarku. Sensorku hanya menangkap senyawa aktip nuklir yang menyebar di sepanjang sudut pinggir kota.

Banyak benda yang memiliki bentuk seperti manusia tergeletak di sepanjang jalan. Aku tidak tahu apa itu memang manusia atau bukan. Tapi sensorku tidak merasakan hawa panas dari benda itu.

Aku berjalan menyisiri setiap jalan, mencari manusia untuk dibawa ke rumah sakit pinggir kota.

Saat aku masuk ke dalam sebuah bangunan. Ada hawa panas yang berhasil kutangkap. Hawa panas yang kuterima ini berbentuk manusia dengan tinggi sekitar 120 cm. Dari memori yang kusimpan, mungkin manusia ini berumur sekitar 8 tahun dan berjenis kelamin perempuan.

Aku melihat dia sedang melakukan aktivitas percakapan dengan benda yang tidak memiliki hawa panas seperti yang aku temukan sebelumnya
Benda itu ada dua, yang satu berdiameter 170 cm dengan rambut pendek, dan yang ke dua berdiameter 165 cm berambut panjang.

Manusia itu tampak memberikan cangkir kosong ke dua benda itu.

Aku hanya melihat manusia itu. Karena tidak ada sensor peringatan yang mengharuskan aku untuk membawanya ke Rumah sakit.

Esok hari.

Aku kembali aktif setelah program dalam tubuhku mengaktifkan mode Sleepmode sekitar 6 jam.

Kini aku lihat manusia itu sedang merebahkan tubuhnya di tengah-tengah dua benda kemarin.

Sensorku menangkap senyawa aktif dalam tubuh manusia itu. Tapi hawa panasnya tidak menurun seperti orang terkena aktivitas sakit.

Manusia itu terbangun. Kali ini dia mengambil dua piring dengan bertumpukan roti yang sudah terkontaminasi oleh senyawa aktif yang dia berikan kepada dua benda itu.

Manusia itu hanya diam seperti menunggu dua benda itu untuk melakukan aktivitas menjamu tamu.

Perlahan aku lihat cairan keluar dari dua matanya. Akhirnya dia mengambil dan mengunyah roti tersebut, lalu memuntahkannya ke atas sendok yang dia pegang. Dia menyuapi dua benda itu dengan aktivitas wajah tersenyum namun dengan air tetap keluar dari kedua matanya.

Setelah sekitar dua jam berlalu, kini hawa panas dari tubuh manusia itu tampak turun. Programku langsung mengharuskan aku untuk membawanya ke Rumah sakit.

Tapi setelah aku memegang tangannya, manusia itu tampak berontak. Dia meronta-ronta seperti tidak mau dipisahkan dari dua benda itu.

Aku tidak tahu kenapa manusia itu bersikerasnya ingin bersama dengan dua benda itu, padahal hawa panas dari tubuhnya terus menurun.

Saat manusia itu berhasil melepaskan tangannya dari genggamanku, dia langsung berlari ke dua benda itu.

Aku kembali menghampirinya untuk membawanya ke Rumah sakit. Namun penolakan terus di berikan oleh manusia itu.

Setelah sekitar tiga kali manusia itu terus menolak, akhirnya tubuh manusia itu terjatuh.

Sepertinya dia dalam kondisi pingsan karena hawa panasnya terus melemah.

Programku mengharuskan aku untuk membawanya segera ke rumah sakit.

Aku mengangkat tubuh kecil dari manusia itu yang beratnya sekitar 19 kg.

Saat tiba di rumah sakit, sensorku tetap tidak bisa menangkap hawa panas tubuh manusia. Hanya ada benda yang selalu aku temui di sepanjang jalan tergeletak di sana.

Programku membawanya ke ruangan dokter. Di sana aku menemukan kartu tanda pengenal dengan inframerah terpasang di jaket yang dipakai oleh benda yang tidak berhawakah panas seperti yang sering aku temui sebelumnya.

Aku meletakan manusia yang aku bawa di kasur ruangan itu.

Aku terus menunggu pemilik asli dari kartu yang biasanya dipegang oleh seorang dokter untuk mengobati manusia yang berhasil aku selamatkan.

Dokter itu tidak kunjung datang. Padahal hawa panas dari tubuh manusia itu terus melemah.

Programku tidak disertai dengan program pengobatan, jadi aku hanya menunggu dan terus menunggu, hingga pada akhirnya hawa panas dari manusia itu menghilang.

End

***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan Mei. Silakan dibagikan jika menyukai Hikigaya sebagai pemenang.

Hikigaya Hachiman

0 comments:

Post a Comment