Monday, 1 May 2017

Selalu Tertipu Oleh Rindu dan Kamu Yang Memuakkan

Aku memang pecemburu, aku cemburu pada apa saja, bahkan pada embusan angin yang menyejukanmu. Pada hujan yang bebas menyentuh kulitmu, pada baju yang selalu menghangatkan. Kenapa? Karena itu bukan aku! Harus jadi apa aku ini supaya dekat denganmu? Jadi angin? Percuma tak bisa kamu lihat. Jadi air? Percuma tak bisa kamu genggam!  Menjadi sosok nyata, cukup membatasiku untuk mencintaimu. Dan kini aku hanya bisa diam. Ditemani rindu yang murung di relung hati. Menumpahkannya lewat syair untukmu. 5 detik dan rasa rindu karangan Prilly Latuconsina. 

hennkimillustration

Saya lupa sudah berapa ratusan jam saya merindukan orang itu, orang yang tidak pernah sama sekali merindukan saya entahlah, orang yang seperti jam di otak saya tidak bisa berhenti bekerja beda kalau batrainya habis. Tapi ini bukanlah cerita kisah cinta sang putri bertemu dengan pangeran dan cintanya bersemi-semi and happy ending tidaklah, ini kisah saya... 

Memang rindu ini selalu membunuh perasaan saya, egois sekali pemikiran saya ini kenapa selalu memaksakan kehendak untuk selalu bersama dengannya, dia punya hidup sendiri punya ruang untuk sendiri punya lingkungan sendiri punya sahabat-sahabat dan punya gebetan juga ehhh mungkin. Sabar dia selalu bilang sabar, iya saya sabar kok menunggu kamu tidak sibuk, tapi suatu hari kesabaran saya telah disepelehkan, dilecehkan dengan sangat amat profesional. 

Senyum ini, tawa ini hanyalah penutup luka yang dia berikan setelah dia menghancurkan kesabaran saya kepercayaan saya, apa maunya?  Dia sudah berhasil menghentikan saya dengan sangat berani tak ada kata lagi yang ingin saya keluarkan, saya terdiam membeku. Saya semakin heran dengan semua ini sebenarnya apa yang terjadi apa yang dia lakukan kepada saya, apakah ini balasannya? Saya sudah sangat amat sabar menunggunya selama ini sangat percaya padannya. Apakah ini sebuah mimpi? Mimpi buruk? Tapi ini nyata sangat nyata dia berlaku curang tidak adil bejat, memuakkan, menjijikan. Ini sudah ada di depan saya bukti semua yang telah dia curangi di belakang saya selama satu bulan, orang itu memberi tahu saya kalau dia telah menaruh hati kepada kekasih saya, begitu pun dia mereka berdua bersandiwara.

Jelas dia berkata seperti itu, benar dia berkata bahwa dia menyukai wanita itu. Saya harus apa? Bilang jangan menyukainya? Jangan menggodanya? Jangan dekat-dekat dengannya? Memang tersirat di mulut saya ini untuk mengatakannya tapi rasanya ada yang menutup erat-erat bibir ini. Pemandangan ini mulai kabur tak tampak lagi wajahnya yang menunduk itu, terlalu banyak genangan air mata ini yang menutupi kaca mata saya. Saya harus apa? Dia mulai membuka mulutnya dan berkata “ Aku hanya menyukainya sesaat itu tidak seperti yang kamu pikirkan, aku tidak lagi berhubungan denganya, dengar hati ini hanya untuk kamu percayalah”. Wahhhhh ini membuat saya ingin tertawa, lelucon macam apa ini? Enak sekali mempermainkan perasaan seseorang jago sekali sejak kapan dia berbuah menjadi binatang buas?

Terlalu banyak pertanyaan yang ingin saya tanyakan, tapi entah kenapa rasanya percuma bertanya dia akan berbohong menjawabnya untuk menutupi kesalahan yang dia perbuat. Saya tak sanggup lagi berkata-kata dan dia meminta untuk memberikannya kesempatan untuk memperbaiki semua ini memulai lagi dari awal. Saya hanya diam menanggapi semua apa yang diakatan, entahlah saya memang wanita terbodoh yang telah memberikan kesempatan untuknya, untuk membuatnya menyesali perbuatannya dan memperbaikinya, terlalu dini saya memaafkannya apakah saya dibutakan oleh cinta? Memang cinta kadang tak ada logika, saya sangat mengenalinya salama 2 tahun ini tapi baru kali ini dia menunjukkan sifat barunya ini entahlah semua manusia ada perubahan baik itu kepribadian, cara berfikir dan termasuk perasaan. Saya bisa apa? Hanya bisa memberikannya kesempatan sekali saja, ingat hanya sekali tidak lebih.

Satu bulan saja, hanya satu bulan dia bersifat manis sampai-sampai saya muak dengan sifat yang dia buat- buat hanya demi membuktikan kalau dia itu memang benar ingin berubah, tapi entah kenapa saya tak bisa lagi percaya padanya, sudah amat sangat terluka, jika kalian mengalami hal seperti ini apakah kalian akan mempertahankannya memberinya kesempatan seperti yang saya berikan kepadanya? Ahh tidak mungkin pasti kalian akan langsuang mencampakkannya. Kalian pasti berfikir saya bodohkan? Memang begitu tapi saya punya penilaian lain kepadanya, semua orang pasti memiliki kesempatan kedua kan? Tuhan saja memberikan beribu-ribu kesempatan untuk kita berubah kenapa kita melebihi Nya. Kenapa kita angkuh tidak mau memberikan kesempatan? Itulah yang saya pikirkan, manusia butuh perubahan jika dia salah ajari tunjukkan mana yang seharusnya dilakukan mana yang tidak seharusnya dilakukan itulah mengapa saya menjadi bodoh memberikan kesempatan kepadanya, bukan karena saya terlalu cinta padanya hanya saja saya ingin.

Seperti yang saya perkirakan dia hanya sesaat, cuma sebatas membuktikan saja ahhh sudahlah saya tidak memikirkannya lagi, kami sudah sama-sama dewasa berpikir sajalah sendiri- sendiri mana yang benar dan mana yang salah. Dan lagi kami disibukkan dengan urusan perkuliahan masing-masing dan kami sangat jarang berkomunikasi, dia terlalu sibuk untuk organisasi dan kuliahnya di tambah lagi aktivitasnya saya sangat menghargai itu sangat sekali dan saya sangat mendukungnya apapun asalakan itu hal yang positif. Tapi semakin dia mendalami dunia kesibukkanya dia lupa akan keberadaan saya, ah malangnya saya yang selalu dilupakan haha..

Itulah mengapa saya sangat cemburu dengan segala hal yang ada disekitarnya saya ingin dan tau apa yang dilakukan. Tapi kami terlalu cuek satu sama lain sampai-sampai kami lupa kapan terakhir kami berkomunikasi dan bertemu, dan saya lupa kapan terakhir saya pergi kencan dengannya, entalah sudah berabad-abad mungkin haha, santai saja ini sudah biasa tapi entah di satu titik saya merasa mencurigai dia akan hal-hal yang tak ingin saya pikirkan lagi, dia terlalu cuek terlalu acuh saya semakin dilanda kecurgiaan sulit menghilangkan pemikiran ini susah payah saya untuk mengalihkan pemikiran ini tapi tetap tidak bisa. Dan akhirnya kami selalu bertengkar akan hal yang tidak masuk akal dan hal kecil pun menjadi besar untuk di bahas memang menjalin percintaan itu tidak mudah.

Saya mencoba bersikap dan befikir jangan sampai keegoisan saya ini mengalahkan segalanya sehingga saya gegabah dalam mengambil sebuah keputusan, keputusan yang akan membuat saya menyesal suatu saat nanti. Tapi dia selalu berkata ”sabar, sabar pada akhirnya nanti kita akan bersama aku janjikan itu untukmu!” Ahhh tidak  lagi saya terhipnotis oleh kata-kata konyolnya itu. Sabarnya sudah cukup di uji yah? Hmm ternyata belum, jika memang kesabaran saya ini sudah cukup di uji mengapa masih banyak duka yang dia berikan, duka yang selalu saya alami, dan kenapa dia memperumit duka itu? Hai duka? Kau baik-baik saja di dalam sana? Inginkah kau keluar dari penjara yang saya buat itu? Apakah kau ingin bebas duka?

Sudah muak sekali saya memasang wajah palsu ini, kepada semua orang dan kepadanya, muak sekali ingin sekali melepaskan duka ini tapi tetap saja wajah ini bibir ini selalu tersenyum, selalu tampak bahagia padahal terlalu banyak duka yang tersimpan disetiap senyum dan tawa palsu yang saya buat ini, ahh akankah dia memberikan hadiah yang sangat besar akan kesabaran ini dan penantian ini? Kalau memang ada saya akan dengan senantiasa menunggunya dengan sabar, sesuai keinginannya.

Bodohnya saya terletak di sana selalu menunggunya, selalu merindukannya, selalu ingin melihat wajahnya padahal begitu banyak duka yang dia berikan kepada saya tapi tetap saja saya ingin mempertahankanya, kali ini saya percaya pada hati saya dan pada janji terkhirnya ini untuk tetap bersama dengan saya, walaupun banyak duka yang dia berikan saya akan menganggap ini adalah ujian bagi kesabaran saya mengahadapi sikapnya dan ini juga ujian baginya menghadapi muaknya saya akan sikapnya. Kita sama-sama sabar akan diri kita masing masing.

Tidak pernah terbayangkan , saya akan bertahan denganya sudah terlalu lama dan duka ini semakin jinak, seiring berjalanya waktu dia tidak pernah jinak lagi, iya dia pacar saya, setiap detik waktu di setiap hari-hari yang di jalani banyak boneka-boneka cantik yang mengejar dirinya dan badai yang sangat besar menghempaskan saya ke tepi laut, pasang surut dan akhirnya normal kembali, aneh rasanya tapi saya tau sifatnya dari ujung rambut yang sedikit gondrong itu sampai ibu jari kaki yang agak bulat itu saya tau persis dia seperti apa karena saya sudah terlalu banyak belajar pada duka yang telah jinak ini. Sifat keras kepalanya itu membuat saya semakin tertantang, kesibukkanya membuat saya semakin tergoda untuk selalu belajar sabar. Sempat saya putuskan talinya berkali-kali saat saya bosan dan muak dengan sikapnya, tapi dia tetap saja selalu ingin menyambungkannya, iyaa sambungan jemuran saya ini...!!

Terima kasih telah sabar membaca dongeng sebelum tidur saya ini, kesabaran kalian sangat saya hargai, kebosanan kalian sangat saya pahami, harap saya tak ada gelak tawa mungkin ini curahan hati saya yang sudah lama terpendam,yang tak tau kemana saya curahkan selain ke Microsoft Word ini. 
***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan Mei. Silakan dibagikan jika menyukai Yolla Novita sebagai pemenang.


Yolla Novita Sari
Tentang saya sudah bisa tergambar dari cerita di atas bodoh dan hanya mengikuti hati nurani saja, sangat menyukai drama korea, fans idol idol korea sering baper nontonya kadang sering terbawa ke kehidupan sendiri, hidup pun sudah seperti drama haha, mengagumi buku-buku favorite saya, mereka sudah seperti pacar, tidak ada yang boleh menyentuhnya selain saya, ah terlalu psikopat sekali ahaha.. cita cita ingin memiliki perpustakaan sendiri sudah itu saja.

0 comments:

Post a Comment