Saturday, 20 May 2017

Virus Cemburu

Hai siapakah dirimu? Kenapa kau selalu mengusik hari-hariku dengannya. Apa maumu sebenarnya? Jangan kau buat aku dan dia menjadi saling membenci. Pertama kau lakukan itu padaku hati seakan murka, namun lisanku mencoba bersabar dengan perlakuanmu. Hatiku selalu meyakinkan pikirku bahwa mungkin dia khilaf. Untung saja banyak persediaan sabar dalam diri ini.

pinterest
Hari demi hari kulalui dengan canda dan tawa. Tetapi, kebahagiaan semu. Kebahagiaan bagaikan debu. Tertiup angin akan hilang dan tanpa angin akan tetap ada. Benar saja. Tidak lama kemudian kau hadir dengan berlenggak-lenggok penuh goda. Kau menggodanya, bahkan kau membuat hatiku dan hatinya menjadi rancu. Terlihat bahagia sekali kau melihat hatiku dan hatinya berada pada posisi yang genting. Dimana setiap insan yang menjalin hubungan pasti tidak menginginkan posisi tersebut. 

Walau tidak mungkin ada hubungan yang selalu bahagia. Namun, akan ada rintangan yang menghampiri walau hanya sebentar. Tergantung bagaimana tuan rumah (hati) yang menyambut masalah tersebut. Jika tuan rumah menyambut dengan baik masalah tersebut, pasti akan baik-baik saja semuanya. Semua akan menjadi baik, sesuai dengan prasangka yang tuan rumah berikan kepada si tamu (masalah) tersebut.

Namun, kali ini kau membuat tuan rumah ini menjadi berprasangka buruk terhadapmu. Jangan menyangkal dengan mengatakan aku hanya suudzon terhadap dirimu. Alasan kata-kata yang kau rangkai sangat indah hingga hampir membuat luluh hati ini. Sayang sungguh sayang, fakta di lapangan mengatakan 180 derajat bertolak belakang dengan ucapanmu. Ternyata kata-kata indah itu hanya untaian kata-kata indah para virus mematikan hubungan cinta dua sejoli. Ku akui kata-katamu sungguh luar biasa hingga membuat tuan rumah ini bingung, sesungguhnya mana tamu yang baik dan tidak baik. Sulit membedakannya. 

Tuhan terlalu sayang padaku hal yang sudah kau tutupi dengan berlapis-lapis baja hingga cobelco tak mampu menembusnya. Jika Tuhan sudah berkehendak rahasia itu timbul dipermukaan ya bakalan timbul kepermukaan. Walaupun itu sangat menyakitkan tuan rumah, tapi tidak masalah karena dengan begitu akan menjadi pertimbangan tuan rumah apakah boleh menginap di rumah itu atau tidak. Jika belum menginap saja sudah begitu bagaimana jika sudah tinggal menetap.

Hal ini akan menjadi banyak pertimbangan untuk tuan rumah. Fakta itu bagaikan sebuah ledakan tabung gas LPG membuat semua berantakan hingga hanya menyisakan puing-puing bahkan menjadi debu. Begitu juga dengan fakta itu, membuat hati ini menjadi hancur berkeping-keping bahkan ada bagian yang sudah menjadi debu. Sehebat apapun orang tersebut, jika sesuatu yang sudah hancur tidak akan bisa kembali seperti semula. Bisa menjadi satu lagi, namun pasti akan meninggalkan jejak retakan. Retakan luka rentan kembali hancur ketika mengingat hal itu. Hal yang tidak bisa disangkal pasti akan ada bagian yang hilang.

Aku tidak bisa memastikan bagian yang hilang itu hal yang buruk. Namun bisa saja bagian yang hilang adalah rasa sayangku, rasa cintaku. Semua serba mungkin didunia ini jika Tuhan sudah berkehendak. Jika kau mengingkin semua kembali lebih baik lagi dari awal. Memerlukan perjuangan extra untuk membuatnya kembali menjadi lebih baik lagi dan percaya dengan hal yang diyakinkan itu. Jika argumen yang kau suguhkan untuk membuatku percaya masih bisa kupatahkan dengan argumenku. Aku pastikan hati ini menolak dengan keras argumenmu. 

Bukan perkara tega atau tidak tega. Hati.......
Sumber dari segala sumber. Sumber yang mengerakkan pikiran dan perbutan. Jika sumbernya sudah rusak bagaimana kedua hal itu akan berjalan dengan baik. Kau yang menghancurkan sumber itu. Tanpa rasa bersalah kau selalu hadir menyapa hari-hariku dengannya. Kau tak pernah kami harapkan kehadiranmu. Apakah kau tidak sadar semua orang membencimu jika kau hadir diantara hubungan mereka. Mereka semua menginginkan sebuah hubungan tanpa campur tangan darimu.

Walaupun kau dengan suka rela ingin membantu hubungan kami ketika dalam kesulitan. Tidak!!! Dengan tegas aku katakan TIDAK!!! Aku dan dia masih mampu menjalaninya, mencari solusi sendiri. Masih mampu! Tanpa dirimu!.

Setelah semua yang kau lakukan terhadap hubunganku akhirnya aku menyadari kehadiranmu petaka bagi hubunganku dengannya. Semua kau yang menyebabkannya. Dengan yakin dan latang hati ini menyalahkanmu karena fakta sudah menjelaskan dengan jelas dari pada penjelasan kata-katamu. Iya kau adalah CEMBURU. Aku membencimu! CEMBURU!! Bisakah kau sedetik saja tak menghampiri hati ini?

Aku akui kau hebat meracuni hati ini hingga membuat pikiranku membencinya dan perlakuanku padanya menjadi kasar. Virusmu terlalu berbahaya untuk hati ini. Hati ini terlalu rentan akan virusmu. Semoga dengan vitamin saling percaya bisa sedikit menghentikan penyebaran virusmu ini.
***
Tulisan ini ikut arisan godok bulan Mei. Silakan dibagikan jika menyukai Lina sebagai pemenang.

Lina Kurniasari 
Lahir di Sambas, 7 Januari 1997. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di IAIN Pontianak semester 4 jurusan Bimbingan Konseling Islam Fakultas Ushululuddin Adab Dan Dakwah. Saya lahir dari rahim seorang wanita hebat yang bernama Endang Susilowati dan dari ayah super hero bernama Juwarto. Saya memiliki seorang adik pengeran ganteng bernama Galih Bayu Pamungkas. Hobi saya menulis, karena dengan menulis saya dapat mengungkapkan semua isi hati. Dengan tulisan tidak akan termakan oleh zaman dan usia. 


0 comments:

Post a Comment