Tuesday, 6 June 2017

PUTRI, ALICE, JENIFER SATU TUBUH TIGA WAJAH

Kebahagiaan seperti apa yang kalian inginkan? Bahagia bersama dengan hobby kalian? Bahagia dengan kehidupan kalian yang tidak pernah beranjak dari masa lalu? Bahagia dengan cara hidup kalian yang itu-itu saja? Ataukah bahagia dengan perubahan yang telah kalian lakukan disetiap tahap-tahap pencapaian keberhasilan yang kalian raih? 

fromwriter
Semua orang tentu memilih kebahagiaan mereka sendiri walapun mereka bahagia dengan kenangan masa lalu, mereka tidak pernah beranjak  tidak pernah maju mereka hanya tetap ingin tinggal di sana sampai mereka sadar bahwa itu bukan kebahagiaan melainkan keterpurukkan yang mereka ciptakan menjadi kebehagian yang pura-pura di depan semua orang yang tidak bisa melihat kedalam kehidupan mereka. 

Bahagia dulu ada seseorang yang bahagia dengan apa yang dia lakukan di dalam hidupnya. Dia tidak peduli dengan pandangan orang-orang terhadapnya. Asalkan dia bahagia dengan hidup yang di jalaninya itu sudah cukup baginya. Perempuan itu sederhana sekali, tidak mengeluh dengan keadaannya. Dia selalu bersyukur dengan apa yang ada di hidupnya, tetapi ada satu hal yang tidak bisa dia hindari, kenangan  masa lalunya. Setiap dia mengingat masa lalunya itu dia menjadi berbeda,  ketika dia memiliki banyak masalah dia menjadi berbeda, ketika dia bersedih dia juga berbeda, ketika dia marah dia juga menjadi berbeda, setiap manusia memang seperti itu tapi kasus ini lain halnya dengan orang lain.

Nama perempuan itu Putri, ya dia biasa dipanggil Putri. Putri sekarang kuliah disalah satu Universitas ternama di daerahnya,  dia memilih jurusan Sastra Bahasa Indonesia. Putri adalah anak tunggal,  dia tinggal dengan keluarganya, ayah dan ibunya pegawai negeri sipil. Dia memiliki seorang teman yang sedari dulu selalu menemaninya dan selalu mendukungnya. Anita dialah teman Putri. Sore itu suasa hati Putri tidak baik, karena dia merasa ada bayangan masa lalu yang selalu melintas di benaknya seketika dia mengalami sakit kepala yang begitu dahsyat seketika badanya terhempas ke kasur. Tiba-tiba Putri terbangun dengan mimik wajah yang berbeda dia terlihat kasar. Putri pergi mengganti pakaiannya dengan style sporty dan rambut yang tergerai. Tiba-tiba Anita sudah sampai di rumah Putri,  entah kenapa mereka saling bertatapan “Put, kamu mau kemana, dengan dandan yang begitu” sahut Anita. Dia hanya diam dan tidak menghiraukan Anita dan terus berjalan meninggalkan Anita di depan pintu.

Anita mulai berfikir dan langsung mengikuti Putri kemana dia pergi, Anita berusaha menyamakan langkah kakinya dengan Putri “Put..Put..” panggil Anita. Dia tetap diam dan tidak menjawab panggilan Anita. Anita mulai curiga dan dia mencoba memanggilnya lagi dengan nama yang berbeda “Alice..!!” teriak Anita. Dan ya Putri langsung berhenti dan menoleh ke arah Anita, “Ya ada apa manggil gua?” jawab Putri. Sontak Anita tak bisa berkata apa-apa lagi yang dia lihat sekarang bukanlah Putri melainkan Alice kepribadian Putri yang sangat kasar telah keluar. Anita hanya diam di belakang dan terus mengikuti Putri yang sekarang menjadi Alice.

Putri adalah seorang wanita yang sangat baik, kehidupannya normal tidak ada percecokan keluarga, tidak ada penyakit keturunan. Tapi seketika dia mulai berubah semenjak dia berumur 6 tahun. Pada waktu itu Putri mengalami depresi yang sangat tinggi, dia dikucilkan oleh teman-teman sekolahnya dan dia selalu dibully. Tapi Putri tak pernah bisa mengatakan kepada kedua orang tuanya, dia selalu bilang kalau luka-luka yang ada di tubuhnya akibat dia ceroboh saat berjalan dan terjatuh. Dia selalu memendam perasaan yang seperti ini sendirian, masa bullyan teman-temannya selalu berlanjut dan tak pernah henti-henti. Ironisnya Putri tak pernah melawan dia hanya bisa menangis itu satu-satunya kekuatan Putri. Tiba-tiba suatu malam Putri menangis karena mengalami sakit kepala yang sangat dahsyat, orang tuanya berfikir kalau itu biasa saja dan hanya dibawa ke praktek dokter umum terdekat dari rumahnya, dan diberikan obat pereda rasa sakit. Keesokan paginya Putri berangkat sekolah dengan wajah yang berbeda dan sangat kasar, orang tuanya tidak merasakan ada perubahan di diri Putri. Entah kenapa Putri pada hari itu bisa melawan teman-teman yang suka membullynya dengan membalas seperti yang dibuat temannya ke Putri. 

Dari situlah Putri tau bahwa awal mula penyakit yang dideritanya, hingga dia mengerti bahwa banyak sekali perubahan yang dia alami, perubahan yang terjadi pada dirinya perubahan jarak waktu yang dialami, dan akhirnya orang tua Putri memutuskan membawa Putri ke psikiater. Dan ya dengan semua kejadian semua cerita yang dialami Putri dia mengalami permasalahan berbentuk pemecahan kepribadian atau bisa kita sebut dengan DID (Dissociative Identity Disorder) dimana disebut juga dengan gangguan disosiatif: amnesia, fugue, depersonialisasi dan gangguan identitas disosiatif. 

Gangguan ini merupakan penyakit mental dengan gangguan kerusakan memori, kesadaran, identitas dan persepsi. Ketika satu atau lebih fungsi tersebut terganggu, simtom dapat muncul. Gejala-gejala tersebut dapat menggangu fungsi umum manusia, termasuk fungsi kerja, aktivitas dan relasi sosial. Disosiatif merupakan coping mechanism, bahwa seseorang menggunakan cara tersebut untuk menghindar dan melepaskan diri dari situasi stres dan kenangan traumatik. Cara tersebut digunakan untuk memutuskan hubungan antara dirinya dengan dunia luar, serta untuk menjauhkan diri dari kesadaran tentang apa yang terjadi. Disosiatif dapat berfungsi sebagai mekanisme pertahanan (defence mechanism) terhadap rasa sakit fisik dan emosional dari pengalaman traumatik dan stres.

Anita sahabat putri yang selalu menemaninya semenjak SMP dia tau Putri mengalami kepribadian ganda, dengan banyak sekali kejadian aneh yang terjadi kepada Putri dan memang Anita juga ikut menemani Putri untuk selalu pergi konsultasi ke dokter psikiater yang sekarang selalu ada disisi Putri untuk mengobatinya sampai sekarang dan Putri sudah masuk ke tahun ajaran semester genap di perkuliahannya. Beda jurusan dengan Anita tetapi Anita selalu pergi bersama Putri dan menemaninya.  Mereka sudah seperti kakak beradik, Anita selalu menjaga Putri dia tidak mengeluh dan tidak malu dengan penyakit yang di derita Putri, sahabat memang harusnya seperti itu.

Alice masih saja terus berjalan dengan langkah kaki yang begitu cepat, sesampai di persimpangan dia menghentikan angkot dan di ikuti oleh Anita. “Eh lu kenapa ngikutin gua terus” tanya Alice. “Saya ngikutin kamu karena saya khawatir kamu apa-apain tubuhnya Putri” jawab Anita. “Oke baiklah karena lu sahabat Putri gua ijinin” ucap Alice. “Sebenarnya kamu mau kemana Alice?” tanya Anita. “Gua mau pergi ke mall, gua suntuk melihat Putri di rumah terus sok kerajinan” jawab Alice. “Oke baiklah saya ikut sebagai jaga-jaga” ucap Anita. Alice adalah kepribadian pertama muncul dari diri putri dialah yang melawan teman-teman yang sering membully Putri dialah kepribadian Putri yang kasar, suka menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Itulah bentuk perlindungan diri putri yang tidak bisa dia lakukan sebagai Putri. 

Anita selalu mengikuti Alice tidak ada hal-hal yang mencurigakan, Alice berjalan kesana kemari bermain ini bermain itu. Murni Alice menghabiskan waktunya untuk meghilangkan rasa suntuk yang di derita oleh Putri. Malam pun telah menyapa akhirnya Alice pulang dia mengantar Anita pulang yang sudah kelelahan mengikutinya seharian penuh. “Alice setelah ini kamu harus pulang, jangan kemana-mana lagi saya capek” ujar Anita. “Baiklah lu tenang saja gua bakal pulang, jangan cemas gua dalam keadaan tidak lagi emosi besar” jawab Alice. Sesampai Alice di rumah dia langsung tertidur dan tidak sempat berganti pakaian.

Keesokan paginya Putri terbagun dengan pakaian yang sangat tidak sesuai dengan gayanya, “jangan-jangan Alice” batinnya. Putri langsung melihat handphone dan melihat pesan dari Anita, memang benar Alice. Putri merasa lega karena Anita selalu ada di sampingnya walaupun Anita sangat takut berhadapan dengan Alice, dia bersyukur punya sahabat yang begitu pengertian andaikan Anita dulu ada bersamanya pada masa dia dibully pasti tidak akan terjadi hal seperti ini, Putri sangat capek dengan dirinya yang terbagi-bagi, entah kapan dirinya yang satu lagi keluar dia sangat takut. Putri memiliki 2 kepribadian ganda pertama Alice wanita yang kasar, kejam pemarah dan suka menyelesaikan permasalahan dengan kekerasan, kedua Jenifer wanita yang periang suka sekali berdandan dan tidak pernah ketinggalan rambut kuncir dua dengan ikatan pita berwarna pink, dia sangat gemar menari dan suka bernyanyi  berkebalikan denga Putri. Putri tidak pandai menari dan tidak suka dengan dandanan yang dipakai Jenifer tapi mau diapakan lagi itulah kepribadian Putri. Kepribadian yang sangat bertolak belakang dengan dirinya. 

Putri menjalani hari-hari nya seperti biasa di kampus dengan di temani sahabatnya anita, mereka sudah tidak ada jadwal kuliah lagi. “Put kamu baik-baik saja kan? Jangan terlalu banyak berfikir apalagi tentang kenangan masa lalumu itu” ucap Anita khawatir. “Iya aku baik kok, Nta, ini sudah biasa aku alami apalagi Alice itu selalu ingin keluar. Kenangan itu tiba-tiba melintas di benakku Nta, mau dikatakan apalagi, aku bersyukur ada kamu nta yang selalu ada walaupun Alice garang untung dia tidak melakukan hal-hal aneh” ucap Putri. Mereka tidak mampir kemana-mana hanya langsung pulang, Anita mengantarkan Putri pulang selalu seperti itu karena Anita takut kalau Putri pulang sendiri tidak tau akan terjadi hal apa nantinya di perjalanan. Tidak terasa gelap pun datang, di mana hari yang selalu ditakutkan oleh Putri kenapa tidak karena ketika malam datang kepribadian Putri selalu ingin keluar terutama Alice dia selalu ingin keluar. Putri menghabiskan waktunya dengan belajar dan menyelesaikan tugas kuliahnya. Hingga dia tidak sadar telah ketiduran dan begitupun alaram handphonenya selalu berdering waktu untuk meminum obat yang selalu diberikan oleh dokter yang menangani kasus Putri saat ini. 

Alunan musik yang begitu energik, membuat ayah dan ibu Putri terkejut “Put kamu kenapa nyalain musik sekeras itu, ini masih pagi nanti tetangga kita marah loh berisik sekali” sahut ibu Putri. “Putri gak ada hihihi aku Jenifer  yuhuu...” dengan begitu cerianya Jenifer menjawab ibu Putri. Ibu Putri langsung pergi berjalan memasuki kamar Putri dan memeriksa alaram handphonenya dan iya, Putri lupa meminum obat. Mau diapakan lagi ibunya hanya bisa mengawasi Jenifer,  kepribadian kedua Putri yang begitu energik. Jenifer hanya bernyanyi-nyanyi di rumah dan menari seperti layaknya anak kecil yang kenangan masa kanak-kanak Putri tidak sebaik dan seindah yang diharapkan. Maka itulah terciptanya kepribadian Jenifer yang ceria, yang tidak bisa dimilikinya waktu dia masih kecil. Semua kepribadian Putri telah keluar dengan sendirinya, Putri hanya bisa tergantung dengan obatan, psikoterapi dan hipnosis terutama juga kepada diri Putri sendiri untuk tetap bertahan dan kuat supaya semua kepribadian itu menjadi satu dengan tubuh dan pikiran Putri, ibu dan ayahnya hanya bisa berdoa agar anaknya bisa cepat sembuh dari trauma masa kecilnya itulah satu-satunya harapan orang tua Putri. 

Dengan kisah yang saya tulis ini kita sebagai manusia bisa memahami dan mengerti bahwa hal yang dialami Putri adalah akibat trauma berkepanjangan yang dialaminya pada masa usia Sekolah dasar. Membuat seseorang dilecehkan, dibully dan dikucilkan adalah salah satu tindakan yang tidak pantas, jika seseorang yang dibully tersebut tidak bisa menerima dia akan melakukan tindakan-tindakan yang di luar akal sehat. Tetapi beda dengan kasus Putri ini, dia tidak bisa menerima keadaan dan tidak bisa melakukan apapun dan akhirnya dia memecah kepribadiannya dengan berbeda sifat. Dengan sifat yang selama ini tidak bisa dia lakukan dengan dirinya. 

Menurut teori psikoanalisa oleh Sigmund Freud,  trauma pada masa kanak-kanak adalah kejadian paling berpeluang mengakibatkan gangguan kepribadian seseorang. Pada masa kanak-kanak itulah kepribadian mulai berkembang dan terbentuk. Saat terjadi pengalaman buruk, pengalaman-pengalaman tersebut sebisa mungkin akan di tekan (repress) ke dalam alam bawah sadar. Namun  ada beberapa kejadian yang benar-benar tidak bisa di tangani oleh penderita, sehingga memaksanya untuk menciptakan sosok pribadi lainnya yang mampu mengahadapi situasi itu.

Hal ini merupakan mekanisme pertahanan diri, suatu sistem yang terbentuk saat seseorang tidak bisa mengahadapi sebuah kecemasan yang luar biasa. Kepribadian-kepribadian baru akan terus muncul apabila terjadi lagi suatu peristiwa yang tidak bisa teratasi. Kepribadian-kepribadian itu tergantung pada situasi yang di hadapi. Kepribadian aslinya cenderung tidak mengetahui keberadaan kepribadian lainnya, karena memang hal itu yang diinginkan, yaitu melupakan hal-hal yang telah diambil alih oleh kepribadian lainnya.

Maka dari itu saya memberitahukan kepada semuanya membully seseorang, melecehkannya dan melakukan kekerasan fisik kepada seseorang apalagi kepada anak-anak di usia mereka yang seharusnya bahagia dengan masa kanak-kanaknya yang ceria dan polos itu, janganlah pernah menodai kehidupan mereka yang tidak tau apa-apa dan yang hanya ingin bahagia itu. Mereka juga ingin hidup normal kita semua sama, sama-sama manusia ciptaan Tuhan. Cerita yang saya tulis ini adalah gambaran seseorang yang mengalami kepribadian ganda atau bisa kita sebut DID. Saya terinspirasi dengan cerita seseorang yaitu Anastasia Wella. Dia adalah penderita DID yang ada di Indonesia  memiliki 9 kepribadian dan itu semua bertolak belakang dengan dirinya.

Serta saya terisnpirasi dari beberapa film yang saya tonton tentang penderita DID ini dan kasus-kasus DID yang telah saya baca yaitu Sybli guru taman kanak-kanak dengan 16 kepribadian mengguncang dunia di era 70-an, serta Billy dengan 24 kepribadian. Billy atau bisa di sebut dengan billy milligan cerita atau kisah hidupnya di angkat menjadi novel oleh  Daniel Keyes 24 wajah Billy. Dari cerita diatas ada dari beberapa sumber yang saya cari terutama sumber mbah google, dan beberapa refensi buku-buku psikologi kesehatan yang saya baca. Sekedar memberikan informasi dan mengingatkan bahwa pembullyan, kekerasan fisik, pelecehan seksual, penyiksaan batin dan moral pada anak-anak  itu tidaklah benar. Karena kita tidak tau apa yang akan terjadi dan akibat yang dialami pada orang tersebut. Kebanyakan penderita DID ini mengalami trauma pada usia anak-anak. 
***

Yolla Novita Sari
Berusaha untuk selalu bahagia, bahagia dengan kegiatan yang super itu-itu saja. Berusaha untuk mencari si kotak pandora, kotak pandora yang mengeluarkan semua sakit dan kesedihan, dan hanya menyisakan satu hal yaitu harapan. Dan si harapan itu yang akan saya kejar.


0 comments:

Post a Comment