Sunday, 30 July 2017

John Lennon Sang Penista Agama

Ada beberapa hal yang menggelisahkan saya. Seorang kawan berkata kepada saya bahwa kasus yang menimpa Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok adalah kasus penistaan agama yang pertama kali terjadi. Saya mengatakan bahwa hal ini bukan hal yang pertama. Saya mengambil contoh kasus John Lennon dalam hal ini. Akan tetapi, ia tetap keras kepala dan tetap teguh pada pernyataannya. Ya sudahlah, terserah dia saja. Dari pada terjebak pada debat kusir, saya lebih memilih menuangkan kegelisahan saya melalui tulisan yang akan anda baca ini.

ProfilBos.com

Seperti yang saya sebutkan di atas, kasus penistaan agama sebenarnya bukan hal yang baru terjadi. Jauh sebelum kasus penistaan agama di lakukan oleh Mas Ahok, John Lennon pada 4 Maret 1966 telah melakukannya lebih dahulu. Ketika itu seorang jurnalis yang bernama Maureen Cleave mengajukan pertanyaan; “Bagaimana kehidupan seorang Beatle?”

Kemudian John Lennon menyatakan “…Agama bakal punah dan mengerut. Saya tak perlu berargumen soal itu. Saya benar dan saya akan buktikan bahwa saya benar. Kini, kami lebih populer ketimbang Yesus.” 

Pernyataan tersebut kurang lebih mengindikasikan bahwa musik The Beatles, atau musik Rock N Roll secara umum, lebih populer daripada Agama Kristen. John Lennon menganggap bahwa hal tersebut bukanlah faktor dari Yesus, melainkan dari murid dan orang sekitarnya.

Sebenarnya pernyataan tersebut hanya bagian dari wawancara sepanjang 2 halaman. Pun pernyataan John Lennon itu tidak terlalu di hiraukan di Inggris, tetapi tidak di Amerika. Di Amerika seketika The Beatles mengalami penolakan. Stasiun radio di Amerika meresepon pernyataan John Lennon dengan tidak memutar lagu-lagu The Beatles. Aduh, kasihan kali kau Bang John. John Lennon begitu dibenci, disumpahi dan hal lain yang mengerikan. Sambil melakukan aksi, mereka menggelar spanduk yang kurang lebih bertuliskan “Yesus mati untuk anda John Lennon” dan tulisan provokatif yang begitu mengerikan. Bahkan anggota Ku Klux Klab mengatakan bahwa The Beatles telah di cuci otaknya oleh komunis. Oalah, komunis lagi. Saya jadi bertanya dalam hati, kenapa setiap ada yang salah selalu ada nama komunis ya? Yang sabar ya komunis, anggap aja ini ujian.

Akhirnya Brian Esptein selaku manjer The Beatles melakukan pembelaan. Dia mengatakan pernyataan John Lennon telah dipelintir. Namun, keadaan tetap panas. Pada Akhirnya, The Beatles harus tiba di Amerika dan melakukan konferensi pers. Pers hanya ingin mendengar pernyataan resmi dari John Lennon, bukan kamu atau dia. 

Yah, namanya juga John Lennon, dalam keadaan seperti itupun dia masih pongah. Dia masih sempat mengatakan bahwa ia berpendapat bagaimana orang lain memandang bandnya itu. Walaupun pada akhirnya dia meminta maaf dengan mengatakan “Jika Anda menyuruh saya untuk meminta maaf, jika hal itu membuat Anda senang, baiklah, saya minta maaf.” 

Hal ini telah terjadi lebih dari 50 tahun yang lalu. Setelah kejadian itu The Beatles tetap melangkah. Walaupun pada 1970 band ini harus bubar akan tetapi sampai sekarang masih banyak orang yang mencintai mereka.

0 comments:

Post a Comment