Thursday, 20 July 2017

Kembali Mengulang Jalan yang Sudah Jarang Ditempuh

Ketika menuliskan tulisan ini, saya berada dalam suasana hati yang tak menentu. Betapa tidak, saya hampir lupa bagaimana caranya memulai menulis sebuah paragraf. Jari-jari terasa lenyai. Pengana menerawang entah kemana. Bingung untuk fokus pada satu ide. Empat atau lima ide rasanya tadi sangat jelas konsepnya dalam kepala, namun mengirap entah kemana. Ya sudah, mungkin saya lebih baik menuliskan ini saja "mengulang jalan yang sudah lama tidak ditempuh".


Mungkin saya boleh sedikit mendaku sambil menepuk dada dengan pelan, sebab saya menjadi orang pertama yang datang dan meninggalkan perangai setelah sekian lama godok.id vakum. Vakum bukan karena ada hal buruk, namun ada dua peristiwa besar yang baru saja kita lalui, Ramadan dan Idul Fitri. Kini saya mencoba mengulangi jalan yang sudah mulai jarang kita tempuh ini.

Baiklah, apapun itu, mengulang tentunya merupakan hal yang mudah bukan? Tapi tidak bagi saya, apalagi dalam hal tulis menulis. Seperti yang ditulis sebelumnya, saya sudah lupa cara memulai sebuah paragraf dengan baik dan benar, lebih-lebih memulai paragraf yang sangat menggodok. Jika menulis sebuah berita, kiranya saya tidak kewalahan seperti ini betul.

Namun sungguh pun begitu, saya akan tetap mencoba menulis sebuah tulisan yang kiranya sangat menggodok sekali. Meskipun yang saya tulis ini hanyalah tulisan remeh temeh sahaja. Dalam batin saya meyakini, sampai kapanpun menulis harus saya kerjakan, biarpun sampah antariksa Tiongkok mendarat di kampung saya beberapa hari lalu, atau karena harga garam yang naik karena langkanya persediaan -ini pertama kalinya garam langka di negara yang sangat 'memaritim' ini-tak menyurutkan kemauan saya untuk terus (belajar) menulis.

Kemudian maaf diminta banyak-banyak kepada sidang pembaca sekalian karena hanya tulisan apa adanya ini yang menjadi kata salam atas pertemuan kita. Dua bulan sudah kita tidak saling sapa, dan saya tidak mau menjadi Bang Toyib yang menegur sidang pembaca di bulan selanjutnya.

Selamat datang kembali di godok.id, semoga di hari setelah hari ini saya bisa menghidangkan sidang pembaca sekalian dengan tulisan yang bernas. Atau barangkali dengan tulisan remeh temeh yang sama seperti sudah-sudah. Kemudian selamat menunggu arisan bulan depan, jika ada luang tuliskanlah sepucuk tulisan, dan layangkan ke sini, siapa tahu nantinya sidang pembaca sekalian berkenan menerima reward dari godok.id.

Sembari menunggu arisan godok, bagi sidang pembaca sekalian yang sudah tidak sabar mempublikasikan tulisannya ke khalayak ramai, silakan kirimkan, crew godok dengan senang hati akan menerbitkan tulisan tersebut. Sebagai rewardnya, kami akan mendoakan semoga yang mengirim tulisan dimudahkan segala urusannya, segera diberi jodoh, dicerahkan jualah pikiran hendaknya.

Kemudian sebagai pengakhir tulisan, saya ingin berpesan bahwa godok.id dalam waktu dekat dapat sidang pembaca akses melalui aplikasi android. Selamat menempuh hidup baru bagi anda yang merayakannya. Salam.

0 comments:

Post a Comment