Friday, 21 July 2017

Menyoal Kata Remaja di Mesin Telusur yang Membuat Sukab Mengeluh

Tadi siang sekira jam istirahat pegawai kantoran, saya iseng mengetik kata 'remaja' di mesin telusur google. Kaget bukan kepalang ketika melihat opsi yang ditawarkan mesin penelusuran dari atas hingga ke bawah. Niat saya berharap mendapat beberapa referensi soal kreatifitas remaja lareh seketika, dan malah keasikan membaca berita berikut ini.

Foto milik Sindonews

Pilihan pertama yang ditawarkan mesin telusur ialah berita dengan judul Remaja Berseragam Sekolah Nekat Mesum di Atas Motor ''Ngapain Woy di Atas Motor" yang dirilis Tribun Sumsel dengan waktu pengingat 2 jam yang lalu, kemudian di bawahnya lagi ada Nenek 80 Tahun Siap Nikahi Remaja yang Dicabulinya Delapan Kali yang dirilis Kompas.com dengan waktu pengingat juga 2 jam yang lalu, di bawahnya disusul dengan video berjudul Adegan Romantis Remaja Sekarang, Bikin Kamu Iri oleh YouTube.

Setelah membacanya dengan sungguh-sungguh, saya jadi insaf ternyata di mesin telusur saya mesti kontan-kontan. Saya jadi berpikir seperti ini; jika ingin mencari referensi remaja kreatif ya saya harus tulis dengan jelas kata kuncinya remaja kreatif. Kalau bisa lebih lengkap lagi, remaja kreatif di Kota Padang. Barangkali sebagian dari sidang pembaca sekalian sudah melakukan cara ini dengan benar.

Kemudian saya jadi teringat pembahasan Seno Gumira Ajidarma di sebuah diskusi di suatu kesempatan. Dia hirau sekali dengan kata 'aman'. Dicontohkannya ketika WS Rendra telah 'diamankan' pihak berwajib karena sesuatu dan lain hal. Dia mengira kata 'diamankan" ini malah tidak membuat 'aman'.

Selanjutnya masih dalam penjelasannya itu, dia memberikan ilustrasi kurang lebih yang mampu saya ingat seperti ini; coba bayangkan ketika pihak berwajib datang ke rumah kita sambil membawa selembar surat, kemudian berkata; silakan ikut kami, Anda kami amankan. Apakah kata aman di sini dapat memberi makna aman yang sebenarnya? Silakan dijawab sendiri.

Barangkali apa yang menjadi penuturan Seno Gumira Ajidarma tersebut bisa menjadi sangat benar jika dikait-padankan dengan kekecewaan saya dengan mesin telusur tadi. Bagaimana suatu kata dapat diubah maknanya, sesuai keperluan dan sesuai dengan predikat yang mengikutinya, seperti yang dikeluhkan Sukab kepada Alina yang sendu. 

Namun pada tulisan yang fakir ini saya bukan hendak mengupas arti kata remaja berdasarkan pendefinisian kamus, melainkan lebih kepada predikat yang mengikuti kata tersebut, yang menghantarkan saya pada sebuah pemahaman, bukan pemaknaan.

Saya jadi berpikir seperti ini, kata 'remaja' di mesin telusur akan mengarahkan kita pada pemahaman yang temporal. Artinya, ihwal apa saja yang marak seputar 'remaja' saat ini, itulah yang akan memandu kita pada tahap pengklaiman yang temporal juga. Untuk saat ini saya mengklaim kata 'remaja' mengantarkan saya pada pemahaman yang negatif. Barangkali demikian kondisi terkini remaja negeri ini.

Mengakhiri tulisan yang kurus masai ini, saya ingin membenarkan; bahwa pemahaman adalah seni berpikir masing-masing orang. Jika saat ini saya mengklaim remaja versi mesin telusur adalah remaja yang mesum, itulah keterbatasan saya dalam nyeni. Barangkali juga predikat yang mengikuti kata 'remaja' di saat sekarang ini adalah kebenaran belaka atau predikat yang begitu disukai netizen.

Mungkin di lain kesempatan sidang pembaca sekalian dan juga saya kerap menemukan predikat 'cabul', 'durhaka', dan handai taulannya. Kita masih beruntung masih ada Wikipedia yang terselip di antara pilihan tersebut. Dengan memasang gambar pria bertelanjang dada dengan kepala terpotong, Wikipedia mengingatkan kita definisi remaja; adalah masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 11 tahun sampai 21 tahun. Wallahu a'lam.

0 comments:

Post a Comment