Sunday, 17 February 2019

Diam Atau Berterus Terang

Cinta kadang menjadi sesuatu yang sangat rumit untuk di jelaskan dengan sebuah kata. Kadang cinta menjadi sesuatu yang sangat membahagiakan dan bahkan sebaliknya bisa menjadi malapetaka untuk diri sendiri. Bagaimanapun Cinta tetap Cinta, manusia tetap di takdirkan untuk mencintai dan di cintai, jadi wajar saja perasaan bahagia dan luka itu hadir karna cinta. 

Foto milik Pixabay

Lalu, kadang kalanya manusia di hadapkan oleh dilema saat dia jatuh cinta. Bukan karna dia tidak mengerti dengan perasaan tiba-tiba merindukan si doi, atau tiba-tiba senyum-senyum sendiri jika melihat si doi yang juga senyum. Tapi lebih rumit, yaitu keinginan mencuat untuk memiliki si pujaan hati. Jika kita sudah berada di tahap ini maka kita sudah berada di lingkaran dari apa yang dinamakan jatuh cinta. 

Mungkin sebagian dari kita akan mengatakan, “lah kok rumit ? Ya udah kali  kalau suka mah bilang aja langsung, gak usah di simpen-simpen”. Nasi saja kalau di simpen terlalu lama bakal basi apalagi perasaan kita. Tapi ternyata tidak semudah itu, karna ada beberapa faktor yang akhirnya membuat kita menjadi ragu untuk mencoba membangun hubungan dengan si dia, atau mungkin  sekedar jujur dengan perasaan kita sekarang. Terlebih-lebih kaum Hawa, kaum hawa punya rasa malu yang lebih besar untuk mengungkapkan perasaan  kepada laki-laki idaman mereka walapun kadang ada juga laki-laki yang lebih memilih untuk memendam kejujuran mereka. 

Lalu kenapa kita memilih diam dan tidak berterus terang dengan  perasaan kita ? 

Jawabannya tidak semudah membalikkan telapak tangan, jawabannya akan sangat panjang dan akan sangat beragam. Setiap orang memiliki otak yang terbungkus dengan kulit kepala yang isi satu orang dengan satu orang yang lain tidaklah sama. Kita masing-masing tentulah punya alasan dan pendapat yang bertumpu pada landasan yang jelas. Bisa di bayangkan bukan 7 miliar populasi mahluk hidup di dunia ini yang semuanya memiliki pikiran yang berbeda-beda yang antara yang lain tidak akan sama persis. Jadi keberagaman itulah yang tidak bisa menentukan satu jawaban yang pasti dari pertanyaan di atas. 
   
Jadi, jika ada salah satu  teman kita yang memutuskan untuk memendam perasaanya, tentu itu sangatlah wajar janganlah kita cemooh karna dia tidak gatleman atau tidak bisa mempertanggung jawabkan apa yang mereka inginkan. Manusia punya alasan dengan pendapat mereka masing-masing apapun itu alasannya hormati pendapat itu, karna tentulah kita tidak sama dengan mereka. Bisa jadi mereka hanya sedang menunggu moment yang pas untuk mengungkapkan perasaan mereka. Bisa jadi mereka memang tengah mempersiapkan diri untuk melakukan hal tersebut atau sebaliknya ada sesuatu yang akhirnya menahan mereka untuk melakukan itu entah itu apapun. 

Yang perlu di ingat adalah diam artinya kamu sudah siap hanya melihat dia dari jauh. Diam artinya kamu sudah siap menahan cemburu saat ada laki-laki yang lain atau perempuan yang lain yang dekat dengan dia. Diam artinya kamu sudah siap untuk bersedih karna tidak bisa dekat dengan dia, mengatakan dengan kejujuran hati bahwa kamu merindukan dia dan ingin mencurahkan kasih sayang berlebihan mu kepadanya. Diam artinya dia tidak akan tahu apapun selain dari nama mu dan syukur-syukur nomor WA mu. Memang sedikit menyedihkan Karna kamu hanyabisa melihat dia dari kejauhan.  hanya bisa sekedar mengagumi dan mungkin hanya bisa mengajak dia bertemu jika ada tugas kelompok yang harus di selesaikan bersama itupun jika kita sekelompok kalau tidak maka selamat menikmati kebisuan mu. Apa memang semiris itu ? Tentu tidak. Dengan kediaman mu kamu akan lebih menghargai perasaan mu sendiri. Kamu akan lebih terlatih untuk lebih dewasa, sabar dan menghargai segala sesuatu. 

Sedangkan Berterus terang, artinya kamu sudah siap dengan apapun jawaban dia dan segala konsekuensinya. Berterus terang artinya kamu sudah yakin dengan perasaan mu sendiri yang entah hanya sekedar suka, mengkasiani, atau malah benar-benar cinta. Ketika kamu memilih untuk mengungkapkan perasaan mu maka, selamat karna kamu telah satu langkah memperjuangkan apa yang kamu inginkan.  Selamat karna kamu telah menjadi seseorang yang telah berani untuk memtuskan berbicara di balik kebisuan kalian yang baik-baik saja. Tidak penting dia menerima atau tidak karna manusia tempatnya berpindah-pindah perasaan. Selama kamu menjadi manusia yang seutuh-utuhnya tanpa kepalsuan maka sebenarnya kamu menunjukkan bahwa itulah keunggulan dirimu. 

Jadi 

Setiap keputusan ada di tangan kalian. jika kamu merasa bahwa kamu yakin dengan keputusan mu percayalah bahwa apapun konsekunsinya sudah siap untuk kamu terima.  

***
Nurkholisah 

Lahir di Kab. Serang, Banten 15 Oktober 1998. Kuliah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen angkatan 2017. Motto Hidup “Jangan pernah berhenti, karna Tuhan tidak akan membiarkan kamu sendirian.” Menulis merupakan hobi ku semenjak kecil, dengan menulis aku dapat mengungkapkan apa yang tidak bisa mulut katakan, dengan menulis aku bisa mengatakan tanpa perlu berlama-lama bicara. 

0 comments:

Post a Comment