Sunday, 17 February 2019

Jangan Dibaca

D’ek d’ek d’ek……..suara jantung Antika yang terus berdenyut saat sebelum melihat hasil penerimaan siswa baru di SMA 2. Rasa cemas namun tidak di perlihatkan bergejolak dipikiran dan hatinya, karna di minggu yang sama ia gagal di terima di SMA paporit yaitu SMA 1 karna kebijakan dari pemerintah setempat.Walaupun karna hal itu tetapi ia tetap merasa cemas kalau tidak di terima untuk ke dua kalinya,bersama sang ayah ia menuju ke sekolah SMA 2 untuk melihat hasil kelulusan dan lagi lagi ia gagal di terima.

Foto Milik Pixabay

Ayah   : Tika papa lihat bagian atas kamu lihat bagian bawah ada ngak namamu(melihat daftar yang lulus).

Antika : ya pa, kok ngak ada ya nama tika di sini pa.

Ayah  : kayaknya kamu ngak keterima di sekolah ini,emangnya tesnya susah ya nak.

Antika : ngak kok pa,cuman saat tes wawancara, gurunya nanya “benar pengen sekolah di sini, kalau seandainya tidak keterima gimana?” ya tika jawab aja jujur tika udah daptar di sekolah lain.

Ayah : ya….. itu sebabnya kamu ngak keterima.

Walaupun begitu Antika tak merasa putus asa karna masih ada kesempatan dimana setelah ia mengikuti tes di SMA 2 ,ia juga mengikuti tes yang sama di sekolah yang berbeda yakni di SMA 3 dan pengumuman kelulusannyapun  di hari yang sama. akan tetapi setelah melihat hasil kelulusan di SMA 2 ia mulai ragu apakah dapat di terima di SMA 3 di karnakan SMA 3 juga termasuk sekolah paporit setelah SMA 1.pada hari itu juga ia mendaftar di SMA 4 yang tidak begitu sulit untuk lulus tes seleksinya.sesampainya di SMA 4 di dapat imformasi bahwa seleksinya hari ini dan pendaptarannya tutup juga hari ini,Antikapun mendaftar.setelah tes seleksi ayahnya antika mendapatkan kabar bahwa anaknya di terima di SMA 3,dengan wajah yang sumringah ayahnya Antika memberi tahu kabar baik itu pada antika.mendengar hal itu tak tampak lagi wajah kusut Antika,ia bersama sang ayah langsung menuju ke sekolah tersebut untuk mengurus administrasinya.karna sekolah yang SMA 3 jauh dari rumahnya terpaksa Antika harus menjadi anak kos untuk pertama kalinya.

Satu minggu kemudian.

Ibu : Antika…….. sudah siap, papa dan mama udah siap ni…. (dengan suara lantang).

Antika : iya ma (dengan suara keras dari kamar atas) adek ikut ngak?

Ibu : iya.

Setelah di antar bersama keluarganya antikapun tinggal sendiri di kos untuk beberapa hari karna teman satu kos belum dating ,walaupun di samping kosnya ada orang namun ia tetap merasa sedih sendirian dan hasrat untuk pulang tak kunjung hilang dari fikirannya.ke esokan harinya barulah dating teman satu kos yang ternyata kakak seniornya dan ia juga panitia MOS,dan bersama kakak seniornya itulah ia berangkat ke sekolah untuk mengikuti MOS karna Antika belum begitu kenal daerah tersebut. Bukannya untung tapi malah buntung karna ternyata kakak seniornya ini suka telat dan pada akhirnya ia sering di hukum karna terlambat.dan hasil dari kegiatan MOS tersebut Antika sakit karna kelelahan dalam kegiatan itu dan akhirnya pulang ke rumah karna di beri libur dua hari untuk beristirahat sebelum masuk sekolah pada hari seninnya.

Hari pertama masuk sekolah……….

Dengan penuh semangat Antika pergi kesekolah  dengan berjalan kaki sementara siswa-siswi di antar oleh kedua orang tuanya dengan kendaraan mereka.namun walaupun begitu antika tetap tidak putus semangat dan akan berlajar dengan giat agar orangtuanya bangga pada dirinya.sesampainya di kelas.

Antika: eeeehhhhhhhh (kaget setengah mati karna apa yang diharapkannya berbanding terbalik dengan apa yang terjadi dimana banyak teman” nya waktu SMP dulu satu  sekolah dengannya dan banyak di antaranya satu kelas dengannya.

Antika:eeeeeeeee perasaan gue ngak ketemu samalo deh waktu MOS kemaren,nahhhhh kok sekarang lo ada dan malangnya kok lo semua pada ssatu kelas sama gue.

Sintia : kemaren gue emang ngak ikut MOS karna sakit makanya gue ngak dating.

Elni : nah kalo gue males aja ikut kegiatan-kegiatan yang ngak bermutu gitu dari pada capek ikut kegiatan mendingan gue jalan jalan sama temen temen baru gue.

Dengan alas an yang hamper sama mereka menjawap pertanyaan Antika yang kepo setengah mati, kana dia berusaha mencari-cari sekolah yang tidak ada alumni siswa-siswi SMPnya.tapi takdir berkata lain.seminggu lebih akhirnya antika bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.
BERSAMBUNG……..

***
Anggun Ahsani Taqwim

Penulis bernama Anggun Ahsani Taqwin, kelahiran 7 november 1996 di desa P.aro yang  berada di Provinsi Jambi. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta yang berada di Sumatra Barat. Penyuka warna kuning ini mulai menyukai hoby tulis menulis salah satunya puisi, terinspirasi oleh sosok Bung Hatta dengan berbagai tulisannya. 

0 comments:

Post a Comment