Saturday, 16 February 2019

Kawanku Tukang Kentut

Aku punya enam kawan, namanya Zeus, Alex, Rut, Tiara, Mindo, Megawaty, Mega. Gak terasa bulan November 2018 itu bulan Wisuda di UNIMED, yang kebetulan Megawaty punya kakak kandung yang juga wisuda pada hari itu. Pastinya kami diajak makan-makan syukuran karna dia tau kalo kami tuh suka makan, sangking lahapnya kami satu jam kemudian kami tuh dah lupa kalo kami dah makan (dari semester satu dah nampak rakusnya). Setelah selesai makan  biasa menunggu nasi sampai ke usus 12 jari, kami saling bercengkrama dengan ibu megawaty kemudian mengistirahatkan badan,selang dua jam kamipun pulang.

Foto via Womantalk

Nah, kami pulang naik dua kereta dan itu boncengnya tarik tiga biar cepat sampai ke simpang, soalnya dari rumahnya menuju simpang seperti ke Raja Ampat jauhnya. Saat diperjalanan Aku dan Tiara dibonceng oleh Zeus , disitu aku lupa kalau si Zeus tukang kentut (sumpah gk dikelas ,di kos kawan, ditempat mana aja deh anak itu semenjak tahun 2018 semester 2  murah kentut dan itu sangat bau) ,padahal posisi aku saat itu berada di tengah dia dan Tiara. Zeus memang bilang kalo dia mau kentut, awalnya aku pikir bercanda ya namanya juga kawan kadang bawaannya begitu. Tapi lama-lama dia buat ancang-ancang menaikkan badannya, disepanjang jalan aku histeris supaya dia jangan kentut. Kemudian dia kentut dengan bangganya di jalan, dan aku akhirnya nangis sambil memukul punggungnya padahal waktu menuju ke simpang tinggal 10 menit lagi dan untungnya kentutnya gk bau mungkin karna dijalan kali. Disitu aku nangis sambil berteriak, “jijik aku Zeus” sekuat-kuatnya di jalan tanpa memperdulikan orang lain lewat. 

Sampai di simpang aku langsung menceritakan kejadian tadi pada kawanku yang sudah sampai duluan, untung saja mereka mengerti aku dan memarahi si Zeus tukang kentut itu. Memang kami tidak sampai marah dan tidak cakapan karna hal itu mengingat otak kami masih seperti anak kecil jika berantam pasti lima menit lagi baikan. Itu adalah kejadian yang menjijikkan dalam hidupku ,jujur lebih baik dihapus dalam memori karna kalo diingat lagi buat sakit kepala saja kejadian paling buruk dalam hidupku selama aku bonceng tiga dengan kawan selama tahun 2018 ini.

Terima kasih yang sudah membaca cerita saya, kesabaran kalian sangat saya hargai mengingat cerita ini sangat panjang, saya harap cerita ini membawa tawa untuk kalian pembaca setia godok seperti tawa teman saya yang kejadiannya sudah saya hadapin. Maaf bila ceritanya kurang mengenakkan karena inilah kejadian yang saya alami dan dicurahkan tulisan selain ke Ms. Word ini.

***

Maria Monalisa Sianturi

Saya mahasiswi jurusan Pendidikan Matematika yang sekarang lagi akan menuju semester 4 di Universitas Negeri Medan (UNIMED). Umur saya masih 18 tahun. Saya punya sifat ceroboh dan mudah lupa sesuatu yang tidak enak tapi itu semua selalu saya curahkan ke dalam laptop maupun buku puisi saya agar tidak lupa. Saya tak lain akan jadi seorang guru, hal yang paling ingin saya lakukan itu punya perpustakaan sendiri di rumah sudah itu saja dari saya. Selamat membaca tulisan saya . I Love You.

0 comments:

Post a Comment