Sunday, 17 February 2019

Kini, Kamu Dengan Kakakku

Hai kamu...ia kamu yang kini duduk di depan layar laptop...

Kamu itu tahu engga? Kalau kamu itu orang  yang mempunyai banyak impian dan cita-cita. Masih ingatkah perjuangan mu sebelum kamu berada diposisi mu yang sekarang? Entah lah apakah kamu masih ingat atau mungkin sudah lupa. Tapi jika kamu sudah lupa, maka aku ingin mengingatkanmu akan perjuangan panjangmu. 

Foto via Pixabay

Dulu kamu memulainya dengan membuat 100 daftar impian yang ingin kamu capai, dimana keadaan mu saat itu begitu putus asa. Kamu merasa menjadi korban ketidak adilan sistem pendidikan yang selama ini kamu utamakan. Benarkan..? masih ingat sampai disini? Kamu terpuruk karena ketika itu di saat teman-teman mu sibuk mempersiapkan diri untuk memulai Ospek perkuliahan, sedangkan kamu barada dirumah bersedih dan marah. Kamu bingung dengan keadaan mu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya. Memang kamu tidak berdiam diri sebelum itu, kamu telah berusaha semampu yang kamu bisa tapi keadaan tak sesuai dengan yang kamu harapkan ketika itu. Sudah beberapa usaha mu hasilnya nihil, gagal. 

Tapi kamu harus ingat kamu itu orang nya kalau sudah mau A maka A tersebut harus kamu dapatkan, harus kamu capai. Sebelum kamu memperoleh atau mencapai apa yang kamu inginkan maka kamu akan terus memikirkannya. Benarkan...? 

Begitupun dengan keadaan waktu itu, kamu sempat putus asa memang benar, tapi keinginan kuat yang kamu miliki untuk mencapai sesuatu itu telah mendorong mu untuk bangkit. Setahun lamanya kamu menunggu, memperbaiki diri, mempersiapkan diri untuk kembali bertempur mencapai apa yang kamu inginkan. 

Walaupun di saat perjuangan mu itu tidak seperti wajah artis-artis terkenal korea yang wajahnya begitu mulus. Dalam perjuangan mu datang godaan-godaan yang membuat keinginan mu sedikit tergoyahkan. Godaan yang datang seperti jerawat-jerawat yang kadang muncul di muka mu bukan? Muncul dan kemudian menghilang. 

Seperti itulah yang meramaikan perjuangan panjang mu, kamu pernah berjualan jajanan ringan untuk anak-anak, pergi pesantren walaupun hanya tiga bulan, belajar ilmu yang tidak pernah kamu geluti ketika SMA, mengurung diri dikamar...lebih tepatnya kamu menagis, menggerutu tentang teman-teman mu “kenapa mereka bisa sedangkan aku ynag lebih baik dan lebih pantas dari mereka tidak” itu kan yang selalu ada di benak mu waktu di dalam kamar sendirian? Sudahlah jangan malu-malu memang seperti itu kamu dulu.

Tapi aku bangga dengan mu, karena dengan semua perjuangan yang kamu lakukan waktu itu semua usahamu setelah sekian banyak kamu merasa kecewa, akhirnya kamu bisa menangis. Kamu lelah, sedih, dan sakit,  tapi kamu menangis di warnet ketika satu waktu. Kamu menangis, lalu tersenyum bahagia perjuangan awal mu satu dari 100 impian mu dapat kamu taklukan. Warnet menjadi bagian dari perjuangan mu bukan...? Akhirnya...kamu bisa membuktikan kalau kamu memang pantas untuk impianmu, impian untuk kuliah di PTN. Pantasnya kamu karena keteguhan mu untuk keinginanmu, begitulah kamu. 

Kini aku hantarkan kamu, untuk perjuangan yang masih panjang yang harus kamu perjuangkan. Aku hanya menjadi gerbang awal perjuangan mu, sebagai saksi dari semua warna-warni rasa yang kamu rasakan. Aku percaya kamu bisa...kamu akan memulai menjalani perjuangan mu selanjutnya tanpa diriku, mulai saat ini kamu akan bersama yang lain ia adalah saudaraku, kakak ku, 2019, dan aku 2018 mengucapkan selamat tinggal pada mu. Semoga apa yang aku sampaikan menjadi pengingat untuk mu bahwa kamu tidak bisa berleha-leha kini dalam memulai perjuangan mu bersama kakak ku, 2019. 

Mulai lah lagi dengan menyusun 100 daftar impian mu, seperti dulu kamu bersama ku. Karena dengan itu akan menjadi pengingat untuk mu, apa tujuan mu saat ini. Bahkan daftar yang kamu buat ketika dengan ku yang semuanya belum kamu capai harus kamu capai bersama kakak ku. 

Impian dan cita-citamu banyak, selalu ingat itu ya...”Fokus”. Fokus...fokus...trulala...menjadi kunci yang harus kamu pakai untuk membuaka pintu-pintu 100 daftar impian mu. Mungkin jerawat-jerawat yang mewarnai perjuangan mu di 2019 akan muncul tapi kamu harus gesit mencari formula untuk mengobati dan mencegahnya, supaya bisa membasminya. Ingat ya kamu memang tidak tahu apa yang akan terjadi dengan dirimu di 2019 tapi apa pun yang terjadi tetaplah berusaha untuk lebih baik lagi bersamanya, lebih baik lagi dibandingkan ketika bersamaku, 2018. Kita takan bertemu lagi, tapi jika kau rindu dengan ku bukalah kenangan di limbik memori otak mu.
 
Good bye...

***
Sri Dela Agistin

Tempat/tanggal lahir : Subang, 17 Agustus 1997
Jenis kelamin: Perempuan
Alamat: Kp. Cikeuyeup, RT. 16/RW. 05, Desa Mayang Kec. Cisalak, Kab. Subang, Jawa Barat.
Stataus: Mahasiswi
Hobi: Memasak dan membaca
Motto hidup: “Cepat bergerak sebelum terlambat”
Email: agistindela@yahoo.com
Instagram: sri_dela_agistin

0 comments:

Post a Comment