Sunday, 17 February 2019

Penjelajah Laut

Apa yang akan muncul dalam benak kalian saat mendengar kata pelaut? Penjelajah laut yang mengarungi samudra, berlayar dari daerah ke daerah yang lain, atau seseorang dengan profesi dengan upah yang banyakdan bisa mendapatkan apa saja yang dia inginkan, atau seorang peria yang memiliki banyak wanita disisinya, memiliki wanita disetiap daerah tempat dia berlabuh. Dan itulah yang akan muncul dalam fikiran kami, sebuah penilaian dengan hanya melihat satu sisi saja, sebuah pernyataan dengan hanya memandang sebelah mata seorang pelaut. Mungkin iya, sebagian pelaut mungkin memang  memiliki watak sesuai dengan pendapat kalian tetapi bukan berarti semua pelaut seperti itu. Orang yang bebeda tidak mungkin memiliki watak yang sama hanya karena memiliki profesi yang sama, orang yang berbeda tidak mungkin memiliki kepribadian yang sama sedangkan jelas-jelas orang yang kembar saja memiliki watak dan kepribadian yang berbeda-beda. 

Foto milik Pixabay

Seorang wanita yang memiliki kekasih ataupun bahkan pendamping hidup pelaut, telinganya tidak akan asing lagi dengan pertanyaan-pertanyaan ini, emang kamu bakalan bisa tahan ditinggal terus?, emang kamu ngga takut makan hati terus, dia memiliki banyak wanita disetiap daerah dimana saja kapal dia bersandar?, emang kamu ngga takut dia menggoda cewe lain diluar sana?. Emang ada cewe dilaut? Yang adatuh hiu, paus, gurita coba aja godain paus yang ada dia ditelan hidup-hidup.

Emang kamu bakalan betah nunggu? Terus menantikan pertemuan yang entah kapan aka terwujud? Hey,  disetiap perpisahan pasti akan ada pertemuan, hujan ada redahnya, siang selalu dipertemukan dengan senja saat akan digantikan oleh malam. Selama kita memiliki komitmen untuk saling percaya dan setia menanti sebuah pertemuan sebagai penawar rindu. untuk pertemuan yang mengakhiri sebuah rindu yang terkadang menjelma menjadi setetes air yang mengalir lembut dari pelupuk mata membasahi pipi.  Insya allah dengan izin Allah SWT kalian akan dipertemukan kembali. 


Jadi buat kalian yang memiliki kekasih ataupun pendamping hidup dengan profesi pelaut, jangan dengarkan celoteh orang luar, karena yang menjalaninya anda sendiri bukan mereka, anda lebih tahu watak pasangan kalian, harus saling percaya dan setia menantikan sebuah pertemuan. Bukankah dia rela pergi menimggalkan kedua orang tua, keluarga, orang-orang terdekat mengarungi laut melawan ombak, mempertaruhakan hidup hanya untuk memerjuangkan masa depan kalian, untuk mengukir sebuah kebahagiaan yang dia ciptakan dengan cara yang berbeda, untuk mengukir sebuah senyum kebanggaan dari kalian. Pelaut menginginkan seseorang yang memiliki hati yang tulus dan setia dalam penantian untuk dia kembali.  

***
Rahma Azhary

Akrab dipanggil Rahma, lahir pada tanggal 01 Januari 1999. Sekarang  saya kuliah di STKIP Andi Matappa prodi Pendidikan Matematika semester 2, Hoby baca buku. mulai gemar nulis saat duduk di kelas 3 SMK, aku alumni dari SMK Negeri 1 Bungoro. Alamat Wanua Barue kecematan Labakkang, Kabupaten Pangkep, (Sulawesi Selatan). 


Menurut saya dengan membaca kita bisa menjelajahi dunia tanpa berjalan, dengan menulis kita bisa menciptakan dunia sendiri yang insya allah akan dinikmati juga oleh pembaca. Saya bercita-cita untuk menjadi pendidik dan memiliki impian untuk jadi penulis.

0 comments:

Post a Comment