Sunday, 17 February 2019

Perbedaan Zaman dan Persamaan Waktu

Suka miris ya, kalau lihat anak-anak kecil di zaman sekarang. Kehidupannya udah kental banget sama gadget. Ya, pokoknya hampir tiap hari pasti aja bersentuhan dengan yang namanya gadget. Ditambah lagi mungkin karena era digital ini,semua orang butuh gadget. Jadi, tanpa disadari atau tidak, anak-anak kecil disekitar kita pun ikut-ikutan mengecap enaknya hidup dengan gadget.

Foto milik Pixabay

Yang bikin miris lagi nih,di zaman sekarang ini udah banyak banget anak-anak di bawah umur yang bisa bawa motor. Bukan cuma sekedar bisa,tapi mereka udah pada berani bawa motor di jalan raya. Saling kebut-kebutan, ketawa-ketawi dengan posisi berdampingan antara motor yang satu dengan yang lain.

Malah,aku sering banget denger anak-anak kecil yang bawa motor dijalan sambil berteriak ke teman-temannya dengan bahasa yang tak lazim.

Agak parah memang, mengingat motor bukanlah kendaraan beroda dua yang di goel kaya sepeda. Motor mah sekali mesin hidup,kendaraan langsung melesat tanpa rasa gugup.

Zaman aku dulu,boro-boro punya motor, bisa motor aja nggak. Aneh banget kan rasanya, kalau usia segitu udah pada bisa bawa motor. Badan aja baru mau meninggi, makan aja masih pengin disediain, ngerjain PR pun masih nanyain. Ya kan?

Apalagi gadget. Pertama kali aku dibolehin pegang handphone itu pas baru kelas 6 SD. Itu pun yang versi symbian bukan versi android kaya sekarang. Dan dipakai hanya untuk janjian ketemu sama teman, terus foto-foto deh buat kenangan.

Kalau mau dibilang ketinggalan zaman, ya terserah aja sih ya.Saat itu handphone versi android memang sudah ada. Tapi entah kenapa, dengan melihat keadaan anak-anak zaman sekarang,aku tuh merasa bersyukur banget pas dulu gak dibeliin handphone canggih. Iya, bersyukur banget malah!

Gak kebayang aja kan, kalau masa kecil kamu udah dikasih sesuatu yang canggih dan baru. Pastinya, waktu belajar kamu bakalan keganggu banget. Pikiran yang seharusnya diisi dengan pelajaran-pelajaran baik malah teralihkan dengan permainan seru di gadget baru kamu.

Anak kecil zaman sekarang juga udah pinter banget internetan.

Kebanyakan sih orang tua dari mereka itu tidak pernah mengajarkan anak-anak mereka buat internetan. Cuma ya gitu,lihat teman-teman udah pada bisa, diapun kepengin ikut-ikutan. Maksa, nangis, sampai ada juga yang gak mau makan. Duh, ngeri deh.

Padahal ya, setiap orang tua membelikan gadget kepada anak-anaknya itu pasti bertujuan supaya anak-anaknya bisa belajar dengan teknologi modern dirumah. Seperti membaca, menghitung bahkan menggambar.

Tapi mungkin memang sudah zamannya begini ya.

Dulu mah boro-boro tiap hari internetan,beli pulsa buat sms-an aja harus ngumpulin dulu dari uang jajan. Kalau dulu kan emang lagi zamannya sms-an ya, hehe.

Nah,kalau anak kecil sekarang tiap harinya itu internetan bukan sms-an.Apalagi sekarang kan lagi zamannya game online, rela duduk berjam-jam sambil serong kiri serong kanan. Seolah-olah kita lagi main di lapangan.

Mungkin hal-hal yang wajar saja,jika anak SMP udah pada doyan game online.Karena mungkin mereka udah hampir menginjak usia remaja.Tapi untuk seumuran anak SD sepertinya bukan hal yang lumrah deh.

Harusnya kan ya,masa kecil itu adalah masa yang paling indah,paling rame,pokoknya paling seru.Dimana diantara kita gak pernah membeda-bedakan teman,gak pernah gengsi dan gak pernah jaim-jaiman satu sama lain.

Yuk deh kita balik lagi ke zaman dulu! .Zaman dimana anak kelas satu SD itu hoby nya main nyata bareng,bukan main maya bareng.

Mainin game aja mainnya di gimbot bukan di gadget.Inget kan sama gimbot? Pokoknya gimbot legendaris banget deh.Saking antusiasnya kita rela bergantian buat mainin nya.Kenapa gantian?ya,karena pada waktu itu dari jumlah sepuluh,hanya dua orang yang punya.Haha.

Terkadang ya,pas nungguin temen kalah.Aku main barbie dulu sama yang lain,main kelereng,bahkan main masak-masakan.

Dan mungkin karena efek umur yang masih kecil,kalau ada temen yang kelamaan mainin gimbot nya aku,aku suka marah.Terus langsung kuambil deh si gimbot nya.Alasannya memang klise, “Jangan lama-lama,nanti gimbot aku rusak.Kalau udah rusak,emang kamu mau ganti?” 

Setelah mulutku mengeluarkan kalimat itu,teman-temanku langsung ngacrit pada pulang dengan wajah kesal karena tuan rumah yang pelit.

Aku sih tidak peduli,yang penting gimbot ku baik-baik saja.Kalau diingat-ingat sekarang,suka ketawa-ketawa sendiri sih.Dulu,aku emang keterlaluan.

Kalau mau sekolah pun aku selalu jalan kaki lho..Karena jaraknya memang lumayan dekat.Selain bisa menyehatkan badan,jalan kaki ke sekolah pun banyak manfaatnya.

Ya,seperti: kamu jadi bisa ngejemput temen-temen kamu dulu,kamu bisa berangkat bareng sama temen kamu. Ngobrol sepanjang jalan,nanyain udah belum ngerjain tugas,dan ngobrol hal-hal remeh lainnya.Bahkan,aku sama temen aku pernah lomba lari menuju ke sekolah. Siapa yang sampai duluan,dia bakal di traktir jajan pas istirahat.Tidak terlalu istimewa sih,tapi bikin rindu.

Pulang sekolah pun,kita makan siang bareng. Bawa bekal dari rumah masing-masing, lalu makan bersama disalah satu rumah kita.Setelah itu kita bebas mau main apapun,entah itu petak umpet,main bola, main bulu tangkis,kucing-kucingan bahkan kita pernah main di sungai tanpa sepengetahuan orang tua kita.

Kita selalu punya waktu lebih banyak buat berbagi cerita. Walaupun pembahasannya memang biasa-biasa saja,namun hal yang selalu menyadarkanku adalah bahwa waktu tidak akan pernah kembali.

Contohnya: waktu kecil aku kenal sama mereka,kita teman dekat.Tapi saat menginjak remaja aku sama mereka terpisah,punya jarak karena beda sekolah.Meski rumah dekat,tapi kegiatan kami sudah berbeda.Kami pun hanya bertemu disaat hari libur saja.Hingga kami saling punya teman baru,kami tidak punya waktu untuk bertemu,sampai kami merasa canggung bahkan malu untuk mengatakan kami sangat rindu saat-saat dulu.

Dan saat beranjak usia dewasa,kami sudah tidak saling menyapa.Meskipun kami tahu bahwa kami masih saling mengenal.Meskipun kami tahu bahwa kami saling merindu satu sama lain.

Kami hanya saling mengintip di media sosial.Menanggapi setiap foto yang kami posting.Tapi tak berani untuk memberikan komentar.

Kesimpulannya;
Gunakan waktumu. Manfaatkan itu.Tempatkanlah waktumu kepada wadah yang seharusnya. Tempatkanlah waktu dan dirimu ke lingkungan wajar yang seharusnya untuk kau ikuti.

Karena jika semua sudah berubah,kau tidak bisa kembali. Kau tidak bisa merubahnya lagi. Meskipun bisa dirubah,ia tidak akan pernah kembali utuh seperti sediakala lagi.

***
Mutiara Cahyani

Lebih dikenal dengan panggilan Muti, meskipun ia lebih suka dipanggil Tiara. Nama lengkapnya Mutiara Cahyani. Lahir di Sukabumi, 24 Mei 1999. Ia bermimpi ingin mengelilingi dunia. Dari kecil, ia selalu menceritakan semua kejadian hidupnya dalam bentuk tulisan. Dan ia pun bertekad menjadikannya sebuah karya untuk menginspirasi orang-orang disekitarnya.

0 comments:

Post a Comment