Sunday, 17 February 2019

Surat Kepada Aku di Tahun 2019 (Hesti Retno)

Halo, Hesti! Apa kabar? Kok aku lihat-lihat, frekuensi melamun di belakang mamang ojolnya jadi makin sering, ya? Padahal, di awal-awal tahun kamu kayaknya ceria banget! Saking cerianya, kamu malah terkesan bodo amat sama apa yang terjadi di hidup kamu. Bagus, sih, daripada banyak pikiran nggak penting berseliweran di otak kamu, kan? Mending kamu pikirin plot yang paling bagus untuk selesaikan novelmu yang sudah mandeg selama hampir tiga tahun karena gonta-ganti plot terus sampai kamu bingung sebenarnya apa esensi dari ceritamu itu.

Foto milik Pixabay

Aku ingin beri pesan sama kamu, dan kamu harus camkan ini, ya. You are doing a great job. Tidak perlu kamu khawatir akan seperti apa hidup kamu di masa depan nanti. Aku pikir, sih, jatah umurmu masih cukup panjang untuk kamu menjalani hidupmu seperti apa yang kamu mau. 

Terus sebenarnya apa yang kamu mau? Kamu mau menulis? Atau menulis Cuma sekadar kamuflase buat kamu menutupi segala rasa insecure kamu karena kamu nggak tahu punya skil apa selain menulis dan menulis? Kamu mau jadi event planner? Tapi bingung karena kamu nggak punya teman untuk realisasikan segala rencana gila di otakmu itu? Kamu ingin jadi pengusaha sukses yang punya ratusan franchise dan ribuan pegawai? Wah, bayanginnya aja udah nikmat banget, kan?

Sekarang, aku mau beri satu tugas buat kamu. Realisasikan! Semua!! Tahun ini!

Hadeuh, baru dikasih tugas begituan aja insecurenya udah sampai ujung langit! Jangan khawatir! Aku tahu kamu bisa! Kenapa? Karena kamu berbakat! Memangnya kamu nggak capek, ya, memendam segala bakatmu itu di dalam diri kamu sendiri? Nggak gatel ingin beritahu semua bakatmu ke dunia? Aku liat kamu aja bawaannya udah gatel ingin bergerak!
By the way, baru pertama kali jadi social media specialist udah engap banget keliatannya? Semangat dong! Ini pekerjaan pertama kamu, lho! Ya, meskipun sebenarnya Bapak lagaknya udah pengen kamu berhenti kerja dan usaha sendiri aja karena tahu gaji pertama kamu nggak seberapa. Terima aja dulu, syukuri, hitung-hitung kumpulin uang untuk modal usaha juga, kan? Oh, ya, aku ingin ingetin kamu, langkah paling pertama, di manapun dan kapanpun selalu menjadi langkah paling sulit untuk semua makhluk hidup. Bukan Cuma Manusia doang, kok. Bahkan singa, pun, mereka akan ragu di langkah pertama mereka. Jadi ya itu hal wajar.

Aku tahu, akhir-akhir ini kamu terus bertanya-tanya sama dirimu sendiri, apakah keputusan itu adalah yang terbaik untuk kamu jalani, kan? Ditambah dengan pengalaman yang cukup mengecewakan untuk diri kamu sendiri setelah memutuskan untuk menolak tawaran interview user di Jakarta, makin-makin, deh kamu sering bertanya sama hidupmu, sama Tuhanmu, kenapa jalanmu di awal nggak semulus orang lain, kenapa kamu harus menjalani hidupmu seperti ini, dan umpatan-umpatan lainnya, kan? Tahan. Perbanyak istighfar, perbanyak bersujud ke Tuhanmu, minta buatkan skenario yang paling terbaik untuk hidupmu! Pace manusia nggak sama. Ada yang cepat, ada yang super cepat, ada yang lambat, dan bahkan ada yang super lambat. Mungkin kamu ada di kategori pace lambat. Tapi bagaimanapun, semua akan bertabrakan dengan kesuksesan, keberhasilan, dan kebahagiaannya masing-masing dengan cara yang nggak kamu duga. Semua sudah ada jalurnya. Ikuti skenarioNya, terus mengadu dan meminta padaNya. Karena Cuma Dia yang ingin kamu terus memohon padaNya. Kalau kamu memohon pada orang lain, sih, mungkin kamu sudah ditelan hidup-hidup.

Aku tahu, kamu tahu, kita tahu, banyak harapanmu di tahun yang katanya penuh keberuntungan ini. Ingin ini ingin itu banyak sekali yang ingin dicapai di tahun ini. Pesanku, terus bermimpi! Masih banyak waktu untuk kamu perlahan berjalan wujudkan mimpimu satu per satu. Baru dua bulan berlalu di 2019. Kamu masih punya waktu 10 bulan untuk wujudkan semua mimpimu di tahun ini. Cukup, kan? Pasti cukup lah! Aku tahu kamu bisa, kok!

Masih ragu? Masih pengen disemangatin? 

Nih!

Tahun ini adalah tahunnya kamu. Tahun di mana kamu bisa eksplor segalanya yang ingin kamu pelajari. 

Tahun ini adalah tahunnya kamu. Tahun di mana kamu bisa bersinar dengan prestasimu yang selama ini dikubur rapat-rapat hanya perkara kamu malu kalau karyamu disebarkan. 

Tahun ini adalah tahunnya kamu. Tahun di mana kamu bisa sukses dengan semua yang kamu kerjakan dengan hati, dengan ikhlas, dan dengan usaha yang maksimal.

Tahun ini adalah tahunnya kamu. Tahun di mana tulisanmu bisa diapresiasi dengan baik oleh orang banyak. Dapat dihargai dan dibaca oleh orang banyak. Iini waktunya kamu untuk menunjukkan taringmu.

Tahun ini adalah tahunnya kamu. Tahun di mana kamu bisa kirim orangtuamu untuk bersujud langsung di kotanya Rasulmu dengan menggunakan keringat hasil usahamu.
Tahun ini adalah tahunnya kamu. Tahun di mana kamu bisa pakai coat, boats, dan syal super tebal melingkar di leher, sembari mencoba seluruh makanan yang selama ini Cuma bisa kamu saksikan lewat layar empat belas inci laptopmu.

Tahun ini adalah tahunnya kamu. Tahun di mana kamu akan dicintai oleh banyak orang, diapresiasi oleh banyak orang. Dikenal oleh banyak orang mengenai karya dan prestasimu yang terpendam.

Tahun ini adalah tahunnya kamu. Semua akan berjalan baik-baik saja. Jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun yang akan menyirami kamu dengan hujan kebahagiaan sampai pada titik di mana kamu mulai ragu pada Tuhanmu karena Dia sangat baik telah mewujudkan seluruh mimpimu.

Aku yakin kamu bisa. Kamu yakin kamu bisa. Kita yakin kamu bisa. Tinggal kita coba sama-sama, hasilnya serahkan pada yang memberimu nafas.

Gimana? Sudah cukup untuk bakar semangat kamu bukan?

Kalau gitu, sampai jumpa dengan aku yang sudah menikmati kesuksesanku di 2020 nanti!

***
Hesti Retno Wahyuni

Saya adalah perempuan, yang diberi nama Hesti Retno Wahyuni oleh Bapak saya. Katanya, sih, beliau lihat nama 'Hesti' terpampang di kaca depan bus yang ditumpanginya dalam perjalanan menyusul saya yang kala itu baru saja dilahirkan.

Saya berusia 21 tahun. 5 Juni tahun ini, saya bertambah menjadi 22 tahun. Sedang memulai pekerjaan pertama di sebuah perusahaan jam tangan di Bandung sebagai seorang copywriter dan social media specialist. 

2019 ini, mulai berusaha untuk mengejar semua mimpi yang sudah bertahun-tahun tertunda karena alasan yang berhubungan dengan perkuliahan. Oleh karena itu, saya ingin mencoba semua yang belum pernah saya coba dan menerapkan prinsip YOLO, salah satunya mengikuti arisan godok ini.

0 comments:

Post a Comment