Sunday, 17 February 2019

Surat Kepada Aku di Tahun 2019 (Mutiara Cahyani)

Hai, aku.

Di tahun 2019 ini kau akan menginjak usia dua puluh tahun. Dimana berbagai kisah suram,hal-hal yang tak terduga dan kisah-kisah menarik lainnya akan selalu tertarik menghampirimu.

Foto milik Pixabay

Berawal di tahun lalu, kau sudah merasakan bagaimana rasanya dicampakkan oleh kekasihmu. Dia yang sudah kau temani dari nol hingga menemukan pekerjaan yang tepat, tiba-tiba meninggalkanmu begitu saja. Mungkin karena matanya memang lebih tertarik dengan cahaya baru nan menyilaukan yang lebih silau dari dirimu.

Kemudian, kau pun sudah dikecewakan oleh teman dekatmu. Dikeluarkan dari pekerjaanmu. Hingga ditinggal nikah pasanganmu. Yang katanya ingin segera menikahimu, yang kau anggap bisa lebih baik dari yang dulu, bahkan kau sudah berani memperkenalkannya kepada kedua orang tuamu, tapi dia malah menikahi mantannya yang dulu. 

Mungkin saat usiamu sudah dua puluh nanti kau akan merasakan lebih dari itu. Kau harus lebih kuat, lebih mandiri dan lebih selektif dalam memilih.

Kau harus punya resolusi supaya bisa lebih berhati-hati dalam hidup.

Karena tidak setiap orang akan sepaham denganmu, tidak setiap orang benar-benar tulus menyayangimu dan tidak setiap orang berniat tulus membantumu. Semua bisa berubah kapan saja. Yang terlihat asli tidak selalu terlihat asli. Dan yang palsu tidak selalu terlihat palsu.

Kenyataan akan selalu lebih pahit dari hal-hal yang pernah kau bayangkan di alam mimpimu.

Hai,aku.

Berbenah lah di tahun ini,capailah segala sesuatu yang belum kau raih. Bukankah kau dulu selalu bermimpi ingin mengelilingi dunia? menikmati keindahan semesta sampai kau temukan tempat bermuara?

Ayo, wujudkan mimpi itu! jangan sampai kau berleha-leha dengan waktumu.Selama kau masih diizinkan Tuhan untuk hidup, mari terus berjalan menggapai segalanya. Namun dibalik itu semua, kau pun harus terus menyertakan doa disetiap sujudmu.Karena-Nya, semua akan menjadi lebih mudah.Semua yang tidak mungkin pun akan selalu menjadi mungkin.

Jangan lupakan juga tentang mimpimu yang ingin menjadi seorang penulis.Karena semua orang bisa menjadi seorang penulis.

Teruslah menulis.Sependek apapun tulisanmu,tulisanmu tidak akan pernah ditelan waktu.

Jadi jangan minder ya! jangan karena karyamu tidak sebagus karya penulis beken,kau langsung berhenti menulis begitu saja.Ingat! seorang penulis akan berhenti disebut penulis jika ia berhenti menulis.Nikmati saja prosesnya,dan berusahalah lebih keras.Orang bijak selalu berkata bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati proses.

Semangat!

Hai,aku.

Kau harus kuliah tahun ini,jangan ditunda-tunda lagi ya!.Kau sudah gap year selama dua tahun.Masa mau gap year lagi?

Tak apa jika kau bekerja dan kuliah dengan waktu yang bersamaan.Nasib seseorang memang berbeda-beda.Keadaan ekonomi keluargamu memang tidak bisa mendukungmu untuk kuliah.Tidak seperti mereka yang baru lulus sekolah bisa langsung melanjutkan kuliah tanpa harus khawatir memikirkan bagaimana kedepannya.Kau malah butuh perjuangan yang ekstra untuk mewujudkannya.

Tak apa jika kamu belum beruntung, semua punya keberuntungannya masing-masing. Selalu ada hikmah dibalik itu semua.

Tapi dengan begitu,kau jadi lebih mandiri bukan?sebagai anak sulung kau bisa meringankan sedikit beban kedua orang tuamu.Kau pun tidak merepotkan mereka lagi.Tetaplah menjadi wanita yang kuat,wanita yang mandiri dan wanita yang tegar menghadapi goncangan apapun.

Akan ada orang yang lebih tidak beruntung dibanding kamu.Mungkin saja mereka harus berjuang hidup dalam segala kekurangannya dibanding kamu yang hanya berjuang menggapai mimpimu,membiayai kuliahmu sendiri dan berusaha meringankan sedikit ekonomi keluargamu.

Jangan pernah menyerah! kamu itu beda.

Hai,aku.

Berhati-hatilah dengan hatimu.Jangan sampai kau salah pilih lagi,jangan sampai kau menangis karena cinta lagi.Jangan biarkan berat badanmu menurun karena banyaknya pikiran yang berseliweran di kepalamu.

Kau ini masih muda, jangan hanya terpaku dengan pria saja.Jika sudah waktunya,kau akan menemukan pria yang tepat.Pria yang akan mengikatmu dalam ikatan yang halal,ikatan yang suci,ikatan yang dia janjikan dengan Tuhan.

Jangan tergoda oleh maraknya nikah muda,nikah itu bukan perlombaan.Abaikan saja mereka yang selalu menyinggungmu dengan pertanyaan “kapan nikah?”

Kau ini masih muda,boleh saja menikah di usia muda jika kau sudah menemukan orang yang tepat.Tapi jika belum, sebaiknya jangan.Nikah itu untuk seumur hidup,bukan untuk seumur orang-orang yang gosipnya meletup-letup.

Santai lah.Teruslah perbaiki dirimu.Karena jodoh adalah cerminan dari dirimu sendiri.

Hai,aku.

Tahun ini kau harus mulai berwirausaha ya.Karena sedikit apapun uang yang kamu dapat,kamu tetap menjadi bos nya.Dan sebanyak apapun uang yang kamu dapat,jika kamu menjadi karyawan,kamu tetaplah karyawannya.

Berwirausaha memang bukan hal yang mudah.Kamu butuh skill,keseriusan dan kesabaran yang lebih.Tapi,jangan pernah kau hiraukan itu semua.Semua punya rejeki nya masing-masing.Yang penting,kamu usaha dulu kan?. Semoga saja kamu memang cocok dibidang ini.

Menjadi seorang Entrepreneur adalah impian semua orang.

Hai,aku.

Bahagiakan lah selalu keluargamu. Terutama kedua orang tuamu.Kau selalu bilang,bahwa hidup bukan hanya tentang diri kamu sendiri.

Jika kamu belum bisa membuat mereka bangga terhadapmu,buatlah mereka tidak menangis kecewa karenamu.Jadikanlah tangisan yang mengalir di pipinya karena bangga mempunyai anak sepertimu.

Di tahun 2019 ini.Jadikanlah dirimu lebih baik,lebih berlapang dada,lebih sabar dan lebih bijak.

Jangan kaget bila nantinya akan ada hal-hal yang erjadii diluar dugaanmu lagi.

Jangan merepotkan orang lain lagi ya!. Kuatkan selalu hatimu.Allah selalu bersamamu.

Terimakasih,karena selalu bisa tetap tegar menghadapi apapun.Aku minta maaf jika sudah membuatmu sakit karena kesedihanku.Aku berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi.

Di tahun ini, kau harus lebih bahagia.Kebahagiaan yang nyata tanpa adanya pura-pura.

***
Mutiara Cahyani

Lebih dikenal dengan panggilan Muti, meskipun ia lebih suka dipanggil Tiara.Nama lengkapnya Mutiara Cahyani. Lahir di Sukabumi, 24 Mei 1999. Ia bermimpi ingin mengelilingi dunia. Dari kecil, ia selalu menceritakan semua kejadian hidupnya dalam bentuk tulisan. Dan ia pun bertekad menjadikannya sebuah karya untuk menginspirasi orang-orang disekitarnya.

0 comments:

Post a Comment