Sunday, 17 February 2019

Surat Kepada Aku di Tahun 2019 (Nurkholisah)

Aku menulis surat ini dengan sebuah pengharapan agar apa yang tertulis dapat benar-benar terjadi. Dua hari yang lalu aku mengikuti sebuah acara Makrab (Masa pengakraban) sebagai syarat untuk menjadi anggota organisasi di kampusku. Dari acara tersebut aku  jadi  memikirkan banyak hal. Bukan karna acara tersebut berada dekat dengan gunung dengan udara sejuk yang dapat membuat hati kita bergerak dengan raga yang tetap diam. Atau karna aku yang memang hobi melamun, sehingga semua beban di dalam fikiran ini berpindah dan saling menyapa dalam fikiran ku. Sungguh bukan itu, tapi lebih karna ternyata perubahan tahun dari angka 18 menjadi 19 ternyata belum merubah apapun dalam diriku. 

Foto milik Pixabay

Oke baiklah, ada pepatah lama yang sangat terkenal dan mengatakan bahwa "tidak kenal maka tak kan sayang, kalau sayang sudah pasti kenal." Jadi izinkan aku untuk memperkenalkan diri. Nama ku Nurkholisah orang-orang biasa memanggil ku Kholisah. Aku merupakan mahasiswa semester 4 jurusan Manajemen di salah satu universitas terkenal di kota Serang.  Di tahun 2019 ini  akan ada banyak perjuangan, pengorbanan dan rasa lelah yang berkepanjangan. Maka kutuliskan sebuah pesan yang akan mengingatkan diriku untuk tidak pernah berhenti dalam segala perjuangan, untuk selalu mengenang segala rasa sakit dan memancunya menjadi sebuah pecutan untuk dapat meraih segala angan. 

Aku ingin kau berdamai dengan rasa takut mu dari angka-angka yang berderet diam yang harus di selesaikan dengan rumus-rumus panjang. Jangan pernah mengalah dengan mereka hanya karna gagal menyelesaikan atau tidak menemukan jawaban, atau malah tidak mencoba sama sekali karna takut salah. Percayalah bahwa tidak ada sesuatupun di dunia ini yang tidak ada jawabannya, semua memiliki jawabannya. Aku ingin kau mulai mencintai mereka, menikmati mereka, dan menghilangkan segala keraguan saat berhadapan dengan mereka. Ingatlah bahwa sekali kau kalah, maka akan ada banyak kekalahan lain yang menunggu di belakang dan akan semakin sulit kau untuk meraih impian mu. Percayalah dengan kekutan mu, karna aku mengandalkan mu. 

Kholisah, bertemu dengan banyak orang tidak seburuk pemikiran mu. Tidak semua orang akan membenci mu atau memiliki pemikiran buruk kepada mu. Maka kupaksakan engkau untuk bertemu dengan banyak orang untuk menjalin hubungan dengan mereka dan menikmati hidup mu dengan orang-orang yang kau percayai untuk bersama di dekat mu. Tidak akan ada lagi waktu mu untuk kau habiskan di kamar sempit mu. Tidak ada lagi waktu mu yang hanya kau habiskan dengan tulisan-tulisan mu yang mulai membosankan itu. Aku memaksa, sungguh kau mahluk sosial yang harus berinteraksi. Kau akan keluar menemui hidup yang sesungguhnya dan kau perlu banyak orang untuk bisa mewujudkan itu semua. Tolonglah mengerti bahwa aku ingin yang terbaik untuk mu, jadi mulai rubah pikiran kosong mu yang seolah akan menjadi nyata dan mulai bergerak untuk membuat  kebahagian dengan orang-orang di sekitar mu. Aku yakin akan ada banyak orang yang akan menerima mu. 

Kholisah, aku tau tidak akan mudah untuk bisa menghapus kenangan, tidak akan mudah untuk menerima semuanya dengan kata baik-baik saja. Apa yang terjadi, memang sudah terjadi, apa yang terbentuk memang sudah terbentuk dan tidak mudah untuk bisa mengembalikan semua seperti semula. Masa lalu mu adalah sesuatu yang sangat berharga yang tidak semua orang merasakan hal itu. Tidak semua orang akan bisa sekuat dirimu yang tetap berdiri tegak, tapi kamu juga mungkin tidak sekuat mereka yang berada  di bawah dirimu. Mereka yang tetap tersenyum saat hati mereka berdesis dengan banyak masalah. Semua orang punya kapasistas mereka sendiri-sendiri dan Tuhan tidak akan memberikan masalah di luar kapasistas yang kita miliki. Jadi berdamailah dengan masa lalu mu, anggaplah semua baik-baik saja. anggaplah semua adalah tantangan yang akhirnya akan membawamu pada sebuah pencapaian. Bukan kah hidup adalah tempat kita untuk mencari kebahagian ? Lalu kenapa kau sia-siakan hidup mu dengan bergelut dengan masa lalu ? Kenapa tidak kau lanjutkan hidup untuk mencari kebahagian ? Karna sejatinya kebagaian itu tergantung dari bagaimana kita mengangap semua itu suatu kebahagian. 

Aku tau, tidak mudah tapi cobalah memulainya dari sekarang. Aku hanya ingin kau bahagia, maka tolong yakin kan dirimu untuk menjadi seseorang yang berbeda, aku menunggu dirimu di penghujung tahun.

***
Nurkholisah

Lahir di Kab. Serang, Banten 15 Oktober 1998. Kuliah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen angkatan 2017. Motto Hidup “Jangan pernah berhenti, karna Tuhan tidak akan membiarkan kamu sendirian.” Menulis merupakan hobi ku semenjak kecil, dengan menulis aku dapat mengungkapkan apa yang tidak bisa mulut katakan, dengan menulis aku bisa mengatakan tanpa perlu berlama-lama bicara. 

0 comments:

Post a Comment