Saturday, 16 February 2019

Teruntuk Reza di 2019 a.k.a Diriku di Masa Depan, Tolong Ingat Semuanya dan Laksanakan!

Hei, ini aku, Reza. Jangan tertawa. Ini bukan lelucon. Ini benar-benar aku, dan aku adalah kau. Kau adalah aku. Apa artinya itu? Artinya kita itu satu, bodoh! Kita adalah entitas yang sama, hanya beda garis waktu. Ayolah! Jangan pasang muka bodoh seperti itu! Sudah cukup terkejutnya. Waktu kita tidak banyak. Kau harus pahami setiap pesan yang akan aku sampaikan. Ini penting bagi kelestarian klan Reza. Sudah-sudah! Hapus wajah bingung itu. Tunjukkan wajah serius andalan kita. Ayo-ayo-ayo!

Foto via Pixabay

Oke. Ku anggap saja kau sudah tenang dan siap memahamiku. Pertama-tama, cari kopi seribu-an favorit kita. Jangan lupa juga cangkir legendarisnya. Sudah? Sekarang duduklah. Dari sini aku akan serius. Fokus. Aku akan mulai menuliskan tiga hal yang wajib kau perjuangkan di tahun 2019 tak peduli ada hambatan apapun. Kau harus menyelesaikannya dan aku tahu kau pasti bisa. Baik, aku mulai!

Satu: BERHENTI MENUNDA, JANGAN TERLENA DAN TERBITKAN BUKUMU SEGERA!

Tentang hal ini, sebenarnya aku kecewa terhadap diriku sendiri. Hobiku menunda-nunda berasal dari rasa malas yang kubiarkan nyaman. Sesekali, ketika otakku sedang benar-benar sehat, aku berniat menghilangkan kebiasaan ini. Bahkan, aku sudah punya beberapa agenda yang kurancang. Sayangnya, tak ada satupun yang bertahan lama. Aku berhenti di awal karena bosan. Menyedihkan, ya?

Logikaku bilang sudah begitu banyak jam produktif  yang kulewatkan hanya karena rayuan game ponsel. Aku akan membenci diriku sendiri selama aku belum bisa lepas dari kebiasaan ini. Karena itu, aku minta padamu yang di masa depan, buang jauh sikap sampah ini. Aku tahu kau punya mimpi besar, karena aku juga memimpikannya. Kita pasti bisa, konsistensi adalah kuncinya. Tuliskan imajinasimu, jadikan ia buku dan buat dunia tahu ada penulis hebat di pelosok desa Sumatera Utara. Ayo-ayo-ayo!

Dua: JANGAN TERLALU KAKU! ORANG-ORANG TAKUT BICARA PADAMU!

Untuk ini, aku bingung harus bangga atau sedih. Kita dilahirkan sebagai introvert. Itu artinya, kita punya cara bergaul yang berbeda dibanding orang kebanyakan. Hanya saja, kadang-kadang aku merasa tidak enak untuk terus-terusan mengabaikan orang-orang di sekelilingku, apalagi kalau di lingkungan kerja. Karenanya, aku berpesan padamu untuk sedikit membuka kepribadian. Tidak perlu muluk-muluk, cukup ucapkan sepatah dua patah kata saja. Aku sudah lelah di cap sombong dan tak mau berteman. Bantu aku merubahnya, tapi ingat—Jangan berlebihan.

Tiga: LUPAKAN DIA! LUPAKAN DIA! LUPAKAN DIA!

Kau ingat gadis itu? Ah, pasti kau masih mengingatnya. Gadis itu luar biasa, ya? Dia benar-benar hebat dari segala sisi. Dia itu spesial. Dia dipuja-puja. Dia dikejar-kejar. Dia disukai oleh semua orang. Oleh karena itu, kau harus melupakannya! Kau tanya kenapa? Karena kehebatan dan keistimewaannya bukan untukmu. Dia tak pernah menginginkanmu, kita. Sudah cukup aku saja yang diombang-ambing senyumannya. Kau jangan. Kau harus temukan lagi yang istimewa, tapi jangan lupa, cari yang istimewa dan mau menerima kita. Jangan seperti dia. Biarlah dia pergi dengan sosok yang ia pilih. Itu haknya. Intinya, jangan ada dia lagi di 2019-mu. Jangan terpancing apapun yang ia lakukan untuk menggodamu. Ia cuma bosan dan butuh leluconmu. Jangan mau. Sayangi energimu. Sekali lagi aku ingatkan, lupakan dia!

Baik. Kurasa itu saja. Sisanya silahkan kau susun sendiri nanti. Dan tentang surat ini, kau benar-benar harus mengingatnya. Dalam 24 jam, surat ini akan hilang. Saat surat ini hilang, kau pasti merasa seakan baru terbangun dari sebuah mimpi aneh. Disitulah perjuanganmu dimulai. Kau harus menjaga ingatan tentang surat ini. Kumohon, kau harus melakukannya dengan sungguh-sungguh. Kau tahu apa yang terjadi kalau kau sampai melupakan suratku? Masa depanmu akan kacau. Kau akan tetap jadi sepertiku. Seorang pemalas yang terjebak dalam dilema cinta dan terus begitu. Memangnya kau mau?

Ya, sudah. Kututup saja surat ini. Jangan beritahu siapapun. Jangan sampai surat ini rusak, biarkan ia menghilang dengan sendirinya. Jangan buang surat ini. Jangan lakukan apapun seperti mencoret atau menyobek. Kau akan langsung hilang ingatan kalau melakukannya. Baiklah. Terima kasih. Aku merasa terhormat bisa bekerja sama denganmu—Ah! Maksudku, aku senang bisa bekerja sama dengan diriku sendiri. Aku pasti bisa, kau pasti bisa, dan kita pasti bisa. Ayo-ayo-ayo!

Tertanda,
Muhammad Fahreza a.k.a dirimu di masa lalu
Berjuanglah!

***
Muhammad Fahreza

Namaku Muhammad Fahreza. Lahir di rumah tanggal 24 April sembilan belas tahun yang lalu. Sekarang tinggal di rumah, tepatnya di Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Sumut. Jenis kelamin laki-laki—sudah jelas. 

0 comments:

Post a Comment