Sunday, 17 February 2019

Untukmu Kekasihku

Menjadi Kekasih seorang pelaut mungkin memang tidak mudah, banyak rintangan demi rintangan yang harus kita lalui, menahan rindu karena jarak dan waktu yang begitu kejam memisahkan kita, kepercayaan yang mungkin akan goyah saat komunikasi renggang, ocehan orang yang berpendapat sebelah mata yang terus meracuni pikiranmu untuk menggoyahkan kepercayaanmu, dan penantian yang entah kapan akan berakhir.

***
Foto milik Pixabay

Hari menjelang sore namun hujan tak kunjung redah, matahari yang tak dapat menampakkan cahayanya dari pagi hingga senja dikarenakan awan mendung dan hujan terus mengguyur bumi. Bulan Desember adalah bulan yang musimnya memang musim hujan untuk daerah sulawesi selatan. Dimana masyarakat sekitarnya melaksanakan rutinitasnya yaitu menggarap sawahnya untuk ditanami padi. 

Dan aku...., aku masih tetap disini dengan perasaan malas ngapa-ngapain karena hujan menghadirkan suasana sejuk yang teramat sangat membuatku malas beraktifitas. Suasana yang sangat sepi dan hening tidak ada aktifitas diluar sana, hanya ada suara merdu hujan yang terus bernyanyi entah judulnya apa, namun aku sangat menikmatinyna, dengan alunan nada hujan dan keheningan yang diciptakannya aku mengingat seseorang, orang yang begitu sangat aku rindukan, seorang taruna yang berhasil membuatku cinta dan teramat sayang kepadanya. 

Berterima kasihlah kepada hujan
Karena kehadirannya yang menciptakan sepi 
Akan menyadarkanmu tentang orang yang engkau rindukan
Bahkan sekuat apapun kau menolaknya, namun tak akan mampu untuk mengelak.

Tidak terasa sudah satu minggu yang lalau dia pergi, baru saja seminggu tapi rasanya sudah setahun, rindu sudah mulai datang menghampiri saat tengah asyik mengingat tentang dirinya  tiba-tiba aku teringat tentang kotak yang dia berikan untuk saya sebelum berangkat tapi belum dibuka karena waktunya belum tepat :D, katanya baru bisa dibuka pas tanggal 01 januari 2019 pas dihari ulang tahunku yang ke 20 tahun.

***

Hari sudah menjelang sore, kini senja merangkak untuk segera meninggalkan singgasananya dan akan segera digantikan oleh malam yang berhiaskan bintang dan bulan. Adzan maghrib sudah berkumandang menandakan bahwa seluruh ummat muslim harus mengerjakan kewajibannya tiga rakaat. Aku segera mengambil wudhu untuk sholat magrib. Setelah sholat magrib aku langsung menyiapkan untuk makan malam keluarga. Keadaan di desa memang beda dengan kota, Menjelang maghrib orang desa menghentikan kegiatannya dan segera kembali kerumah. Makan malam sudah siap dan seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam. 

Makan malam selesai, dan adzan isyapun berkumandang kembali, aku kembali mengambil air wudhu untuk sholat isya. Setelah sholat isya aku merapikan alat sholat kemuadian masuk kamar dan baring, beberapa detik kemuadian handphoneku berdering dan ternyata itu telpon dari kak Rehan.

Aku : Halo, assalamualikum
Rehan : waalaikum salam, sudah makan?
Aku : sudah
Rehan : sholat?
Aku : sudah
Rehan : mandi?
Aku : sudah
Rehan : rindu sama aku?
Aku : sud.., eh ngga
Rehan : engga, tadi mau bilang sudag rindu. Udah kalau rindu rindu aja
Aku    : ish.. Engga kepedean bangetsih jadi orang
Rehan : memang iyako kamu rindu, ya kan, kan, kan
Aku engga...
Rehan : besok kita jalan yah dek.
Aku : jalan kemana?
Rehan : yah  jalan-jalan ke seluruh tempat romantis pangkep
Aku : hahaha, emang ada tempat romantisnya pangkep? 
Rehan : ada lah. Apalgi kalau pergija bareng aku pasti sangat romantis 
Aku : ish, malas ah. Capek jalan.
Rehan : engggak jalan sayang, pake motor. Yah besok kita jalan yah, lagian lusa aku berangkat loh.
Aku : iya dehka, jamber? 
Rehan : besok aku kabarin deh kalau udah mau keluar
Aku : ya udahdehka, tapi awasyah jangan telat. Kalau telat lagi aku tarik telinganya
Rehan : siap bos.

Tidak terasa sudah satu jam lebih kami telfonan, cerita ini itu, panjang kali lebar. Dan saatnya kami untuk off dulu telfonannya dan tidur.

Rehan : telfonannya udah ya dek, udah larut malam kita tidur yah. Lagian besok mau keluar
Aku : iya ka.
Rehan :kamu tidur yah, tidur yang nyenyak, jangan lupa baca dfo’a sebelum tidur assalamualaikum
Aku    :iya ka,  waalaikum salam 

***

Pukul 05.00 aku sudah sadar dari mimpiku semalam tapi entahlah aku bermimpi tentang apa aku tidak tahu, atau mungkin nggak mimpi hehehe. Setelah sholat subuh aku merapikan tempat tidur dan bersih-bersih rumah. Pukul 09.00 handphonkeku berdering pesan singkat masuk “dek, jadikan kita jalan? Aku jemput pukul 10.00”.setelah mendapat pesan singkat tersebut aku segera begegas untuk mandi dan berganti pakaian. 

Pukul 10.00 dia datang menjemputku dan membawaku entah kemana keliling pangkep cari tempat makan, stelah makan tujuan kita selanjutnya adalah Dermaga Tanah Rajae. Tanah Rajae adalah salah satu tempat wisata yang tidak terlalu terkenal di daerah pangkep tepatnya Kecamatan Labakkang, konon katanya dermaga tersebut diberi nama Dermaga Tanah rajae karena Raja terakhir Labakkang dilantik disitu dan kata orang tua pada zaman dahulu pada zama kerjaan didaerah sekitar tanah rajae ada sebuah pohon asam yang buahnya terasa manis, anehkan pohon asam rasa berbuah asam yang rasanya manis, entahlah itu fakta atau opini toh hanya dengar dari cerita orang-orang tua. 

Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya sampailah kita di dermaga tanah Rajae, dermaga yang sederhana dengan jembatan kayu yang menjulur keluar menuju laut dengan dikelilingi banyak pohon mangrov. Suasan begitu sepi mungkin karena bukan musim liburan atau mungkin orang mengerti kalau akan datang sepasang kekasih yang ingin menghabiskan waktu bersama hehehe -_-. Aku dan kak Rehan berjalan berdampingan menyusuri dermaga kayu tua menikmati hembusan angin yang begitu menyejukkan hati sesekali tangan kak rahan menggenggam tanganku seolah-olah tidak ingin melepaskannya, kami terus berjalan hingga sampai pada ujung dermaga, disana disediakan tempat duduk untuk para pengunjung. Aku dan kak Rehan duduk berdampingan suasana masih hening tanpa suara, kami menikmati pemandangan laut yang terbentang luas berwarna biru muda begitu indah dan hembusan angin yang sangat sejuk. Beberapa menit kemudian kak rehan membuka percakapan.

Rehan : dek, selama kakak pergi, jaga diri baik-baik yah, jaga kepercayaan kakak, 
Aku : iya, insya allah kak, aku akan jaga kepercayaan kakak, kakak juga baik-baik yah disana.
Rehan : iya dek, lagi pula kakak pergi untuk kembali kok, karena pelabuhan terkahir aku ada disini
Aku : emang dimana pelabuhan terakhir kakak?
Rehan : yah disini, disamping kakak, “sambil menggenggam tanganku dan kami saling menatap”. Kamu maukan jadi pelabuhan terakhirnya aku?
Aku : aku hanya tersenyum dan mengangguk, sebagai tanda bahwa aku mau jadi pelabuhan terakhirnya.
Rehan : kemanapun aku pergi, aku pasti akan kembali kesini, untukumu. Oh iya aku punya sesuatu buat kamu “ sambilkan mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru tua dengan hiasan pita berwarna hitam.
Aku : apa ini kak?
Rehan : nanti pas udah dibuka baru tau apa isinya, tapi bukanya jangan sekarang yah, kamu buka pas tanggal 01 Januari 2019, pas ulang tahun kamu yang ke 20 btahun oke, 
Aku : tapi aku udah penasaran ka, mau tau apa isinuya.
Rehan : yah nanti aja dibukanya, kakak minta maaf karena harus pergi sebelum ulang tahun  kamu 
Aku : iya kak, nga apa-apako. 

Hari sudah menjelang sore, sebelum hari gelap aku dan kak Rehan segera pulang karena perjalanan kita lumayan jauh dari sini kerumah. 

***

Malam ini adalah malam yang aku tunggu-tunggu dimana malam pergantian tahun dari tahu 2018 ke tahun 2019. Dan juga hari dimana usiaku semakin bertambah tua dimana usia sudah 20 tahun oh my good, udah tua banget kan. Usia tua tapi tingkah masih ke kanak-kanakan hehehe -_-. Malam ini sangat ramai, orang-orang merayakan pergantian tahun dengan hura-hura ledakan petasan dimana-dimana, suara terompet bergantian berbunyi ganggu ketenangan orang saja. Aku paling tiak suka merayakan pergantian tahun dengan hura-hura aku fikir malam pergantian tahun nggak ada bedanya dengan malam-malam yang lain, biasanya aku tidak tunggu sampai pukul 00.00, ketika aku sudah mengantuk aku langsung tidur tanpa menghiraukan malam pergantian tahun. Tapi berbeda dengan dengan tahun ini aku akan tunggu sampai pergantian tahun kareda ada kotak misterius yang membuatku penasaran ingin tahu apa isinya hehehe-_-.

Pukul 00.00 aku sangat bahagia, akhirnya waktu yang aku tunggu-tunggu dari tadi sampai juga, dimana waktu sudah masuk pada tanggal 01 januari 2019 dan usiaku sudah 20 tahun, dan waktunya membuka kotak misterius yang sudah membuatku penasaran dari tahun lalau bulan Desember hehehe. Aku ambil kotak berwarna biru yang dihiasi dengan pita hitam, dengan pelan-pelan membukanya dan wow isinya adalah sebuah liontin cantik dengan permata berbentuk love, dan sebuah kertas yang dilipat kecil berbentuk love juga “ dear Rahma azhary Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu.

Barakallahu fi umrik  Rahmaku yang ke 20 tahun, aku harap diusia kamu yang sekarang kamu bisa  berubah menjadi yang lebih baik lagi, makin tambah dewasa, tidak suka ngambek-ngambekan lagi, dan semoga apa yang kamu impikan tercapai, termasuk impian untuk bersamaku seumur hidup hingga ajal memisahkan hehehe -_-. 

Aku minta maaf yah dek, tidak sempat ucapin ulang tahun secara langsung dikarenakan aku harus pergi demi untuk masa depan kita berdua. Tapi satu hal yang harus kamu tahu seluas apapun samudra yang aku arungi, sejauh apapun jarak yang memisahkan kita tidak akan ada yang mampu membuatku untuk tidak kembali kepadamu. Kecuali kehendak Allah SWT. 

Rangkaian kata yang tersusun menjadi kalimat sengaja aku tulis dalam setiap baris kertas dengan goresan pena untuk mewakili ucapan selamat ulang tahun untukmu yang tidak dapat aku ucapkan secara langsung. Dan satu hal yang harus kamu tahu aku sangat bahagia bisa dipertemukan denganmu, pertemuan kita ini ibarat pertemuan antara kertas dan goresan pena, kertas yang tadinya kosong tidak berarti apa-apa kini lebih berarti dengan kehadiran goresan pena.

Aku berharap kamu mau jadi pelabuhan terakhirku, tempat untuk aku kembali, tempat untuk berlabuh, tempat untuk bersandar, tempat untukku  berbagi dalam suka dan duka. 

Itulah surat untukku ditahun 2019, sederetan kata yang tersusun rapi tebentuk sebuah kalimat sebagai ucapan ulang tahunku dan beberapa harapan.

***
Rahma Azhary

Akrab dipanggil Rahma, lahir pada tanggal 01 Januari 1999. Sekarang  saya kuliah di STKIP Andi Matappa prodi Pendidikan Matematika semester 2, Hoby baca buku. mulai gemar nulis saat duduk di kelas 3 SMK, aku alumni dari SMK Negeri 1 Bungoro. Alamat Wanua Barue kecematan Labakkang, Kabupaten Pangkep, (Sulawesi Selatan). 

Menurut saya dengan membaca kita bisa menjelajahi dunia tanpa berjalan, dengan menulis kita bisa menciptakan dunia sendiri yang insya allah akan dinikmati juga oleh pembaca. Saya bercita-cita untuk menjadi pendidik dan memiliki impian untuk jadi penulis.

0 comments:

Post a Comment